Batara Dharma
Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #10, Sabtu Pahing tanggal 10 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA DARMA.
BATARA DARMA, adalah dewa keadilan. Ia adalah putra Sanghyang Parma, yang berarti cucu Sanghyang Taya, adik kandung Sanghyang Wenang. Batara Darma mempunyai saudara kandung bernama Batara Panyarikan. Ia mempunyai tugas kewajiban memberi petunjuk, fatwa, dan ajaran kebajikan kepada umat di Arcapada.
Pada zaman Lokapala, Batara Darma menitis pada Prabu Lokawana, bertugas memberikan fatwa tentang tatanan peradaban kepada manusia dan golongan raksasa. Pada zaman Ramayana, ia menitis kepasa Prabu Banaputra, raja negara Ayodya, kemudian menitis pada raden Bharata, putra Prabu Dasarata dan Dewi Kekayi, bertugas memberi ajaran tentang hak dan kewajiban yang dimiliki dan dijalankan oleh orang perorang dalam tatanan hidup bermasyarakat. Sedangkan pada zaman Mahabharata, Batara Darma menitis pada Prabu Puntadewa/Yudhistira, raja negara Amarta, bertugas memberi contoh tentang perilaku Kebajikan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Dalam Kitab Mahabarata, parwa ke-XVII, Maha Prastanikaparwa, Batara Darma menjadi seekor anjing yang berhadil menuntun prabu Puntadewa/Yudhistira masuk ke Swargaloka.
- Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
- Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
- Editor : Sumari, S.Sn. Penerbit : CV. ASIH JAYA








0 comments:
Posting Komentar