SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Tampilkan postingan dengan label rienz kinarya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rienz kinarya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2025

DIKLAT 38JP: Perangkat Pengajaran Seni Budaya Praktis & Sederhana dgn Praktik Mengajar yg Kreatif #2

Pertemuan Kedua Pelatihan Guru Seni Budaya e-guru.id: Menghadirkan Pembelajaran Interaktif dengan Assemblr EDU

Pertemuan kedua Pelatihan Guru Seni Budaya, Rabu 17 Desember 2025 yang diselenggarakan oleh e-guru.id menjadi momentum yang sangat bermakna bagi saya. Pada sesi ini, saya dipercaya sebagai narasumber tunggal untuk membawakan materi tentang pemanfaatan Assemblr EDU sebagai platform pembelajaran interaktif berbasis 3D dan Augmented Reality (AR). Kegiatan ini dipandu dengan hangat dan profesional oleh Mbak Nasywa Khairunisa dari tim e-guru.id, yang dengan pembawaan cantik, ramah, dan komunikatif membuat suasana pelatihan terasa hidup serta nyaman bagi seluruh peserta.

Dalam sesi ini, saya memperkenalkan Assemblr EDU sebagai platform all-in-one berbasis AR yang memungkinkan guru dan siswa menghadirkan pembelajaran interaktif secara sederhana melalui sistem drag-and-drop tanpa perlu kemampuan coding yang rumit. Saya menjelaskan bagaimana teknologi Augmented Reality mampu menggabungkan objek dua atau tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata secara real time, sehingga konsep yang sebelumnya abstrak dapat terlihat lebih konkret dan mudah dipahami.

Kami juga membahas tantangan pendidikan saat ini: keterbatasan sumber daya, pembelajaran yang masih cenderung pasif, serta mahalnya teknologi visual interaktif di masa lalu. Saya menyampaikan bahwa kini teknologi yang dulu kompleks dan mahal telah menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses oleh guru. Dengan ribuan aset 3D siap pakai, guru dapat menghadirkan visual yang menarik tanpa harus menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membuatnya.


Dalam konteks pembelajaran Seni Budaya, potensi ini sangat besar. Bayangkan siswa dapat mengeksplorasi bentuk patung 3D, mengamati detail karya seni dari berbagai sudut, atau bahkan membuat proyek kreatif berbasis AR mereka sendiri. Fitur seperti 3D/AR Editor memungkinkan guru menyesuaikan alat peraga, membuat lembar kerja interaktif, hingga menyematkan objek 3D ke dalam media presentasi. Tidak hanya itu, siswa juga dapat memanfaatkan fitur Visual Coding untuk membuat proyek interaktif berbasis blok animasi, sehingga kreativitas mereka benar-benar terwadahi.

Salah satu poin yang saya tekankan adalah bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi untuk memperkaya pengalaman belajar. Assemblr EDU membantu menghemat waktu persiapan melalui visual siap pakai, sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa melalui aktivitas eksploratif. Dengan pembelajaran yang lebih interaktif, siswa tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut membangun pengalaman belajar mereka sendiri.

Antusiasme peserta pada sesi ini sangat terasa. Diskusi berjalan dinamis, dengan berbagai pertanyaan seputar implementasi di kelas, integrasi dengan kurikulum, hingga strategi agar siswa tetap fokus saat menggunakan teknologi. Peran Mbak Nasywa sebagai moderator juga sangat membantu dalam mengarahkan alur diskusi, merangkum poin-poin penting, dan menjaga interaksi tetap hangat serta produktif.

Pertemuan kedua ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan sekadar wacana. Dengan kemauan untuk belajar dan beradaptasi, guru Seni Budaya pun dapat menjadi pelopor inovasi di kelasnya masing-masing. Saya menutup sesi dengan ajakan sederhana: mari eksplorasi bersama, berani mencoba, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup bagi siswa kita. Karena pada akhirnya, seni dan teknologi bukanlah dua dunia yang terpisah—keduanya dapat bersinergi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna



Selasa, 23 September 2025

Pendampingan ACE Pemula Day 2

Hari Kedua Pendampingan ACE Pemula: Semakin Antusias, Semakin Berkembang

Senin, 22 September 2025 menjadi lanjutan perjalanan seru dalam kegiatan Pendampingan Assemblr Certified Educator (ACE) Pemula. Di pertemuan kedua ini, suasana kembali terasa hangat dan penuh semangat.

Kegiatan diawali dengan review progres ACE selama satu pekan. Momen ini jadi bagian yang paling menyenangkan karena peserta saling berbagi pengalaman dan pencapaiannya. Dalam waktu singkat, banyak yang sudah berhasil meraih Level 1, bahkan ada yang hampir naik ke Level 2! 🌟
Melihat capaian tersebut, rasanya benar-benar membanggakan—mereka tidak hanya mengikuti, tapi juga benar-benar bergerak dan berproses.

Setelah sesi review, kegiatan dilanjutkan dengan materi pokok yaitu pengenalan Assemblr EDU bagi pemula serta pengenalan visual coding tingkat sederhana. Peserta diajak mengenal fitur-fitur utama di Assemblr EDU dan bagaimana menggunakannya untuk membuat media pembelajaran yang interaktif dan kreatif.



Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi. Ada yang aktif mencoba, ada yang saling membantu, dan semua terlihat menikmati proses belajar. Bagi saya, inilah nilai berharga dari kegiatan ini—semangat kolaboratif yang tumbuh alami di antara para pendidik.

Semoga semangat belajar di pertemuan kedua ini terus terjaga hingga sesi-sesi berikutnya. Karena setiap langkah kecil, setiap progres yang dicapai, adalah bagian penting dari perjalanan besar menjadi Assemblr Certified Educator yang inspiratif 🌸✨



Selasa, 01 Juli 2025

TOT Wayground Super Trainer 2025 Batch II #sesi-1

TOT Wayground Supertrainer: Membangun Kompetensi Digital Guru Hebat Indonesia

Quizizz telah bertransformasi menjadi Wayground. Dengan nama baru, fitur-fitur di dalamnya tidak berubah, tetap menjadi platform andalan bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, inovatif dan interaktif.

Selama tiga hari penuh semangat, mulai 1–3 Juli 2025, para pendidik terpilih dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Training of Trainers (TOT) Wayground Supertrainer, sebuah program penguatan kapasitas yang dirancang untuk mencetak agen perubahan di bidang pembelajaran digital berbasis platform Wayground.


Kegiatan ini dilaksanakan secara daring setiap malam pukul 19.00 – 21.00 WIB, menghadirkan para narasumber inspiratif dan praktisi pendidikan yang telah membuktikan kiprahnya dalam dunia pendidikan digital.

🔰 Hari Pertama: Membuka Gerbang Transformasi Digital

Sesi perdana dibuka dengan hangat oleh Ayu Pratiwi selaku moderator yang mengatur alur kegiatan dengan cermat dan penuh semangat.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Umar Abdul Aziz, selaku Head of Community Wayground, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi dan transformasi guru dalam menghadapi tantangan zaman. Beliau menekankan bahwa Wayground bukan sekadar platform, tetapi ekosistem pembelajaran yang membebaskan guru untuk berkreasi, berbagi, dan berkembang.

Materi inti pada sesi ini dibawakan oleh Febryanto Boney, seorang guru inspiratif dari SMP Kalam Kudus Bone, yang membawa para peserta menyelami pemanfaatan Wayground secara menyeluruh.
Beberapa topik yang dibahas di antaranya:

📌 Membuat akun Wayground (terintegrasi dengan akun belajar.id)
⚙️ Pengaturan akun untuk memaksimalkan fitur
🔍 Eksplorasi konten pembelajaran yang relevan dan interaktif
📝 Menyalin dan mengedit konten sesuai kebutuhan masing-masing guru
📚 Menjelajahi Perpustakaan Umum sebagai sumber inspirasi
🚀 Fitur teleportasi, menjelajah ke ruang-ruang belajar lain secara instan

Para peserta begitu antusias mengikuti praktik langsung dalam setiap sesi, didampingi narasumber secara teknis dan strategis. Sesi ini menjadi momentum awal yang sangat penting untuk membangun pemahaman dasar penggunaan Wayground.

👥 Para Narasumber Hebat di Balik TOT

Selama TOT berlangsung, para peserta juga akan berkesempatan belajar langsung dari narasumber-narasumber luar biasa, yaitu:
  1. Umar Abdul Aziz – Head of Community, Wayground
  2. Febryanto Boney – SMP Kalam Kudus Bone
  3. Khairani Harahap – UPT SDN 060817 Medan
  4. Dyah Anggoro Ratri – SMP Al Kautsar Bintaro
  5. Linda Haerunnisa – SDN Gambir 01 Pagi, Jakarta Pusat

Masing-masing narasumber akan membawakan sesi berbasis praktik dan inspirasi, untuk mempersiapkan para calon Supertrainer menjadi penggerak pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

🎯 Misi Besar di Balik TOT

TOT Wayground Supertrainer bukan sekadar pelatihan teknis, tapi juga gerakan pembelajaran. Di akhir rangkaian nanti, peserta diharapkan mampu:

  1. Menjadi fasilitator bagi guru-guru lain di wilayahnya
  2. Mengembangkan komunitas belajar digital berbasis Wayground
  3. Membagikan praktik baik dan konten yang kontekstual untuk siswa di Indonesia

✨ Penutup

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen tinggi, kegiatan TOT Wayground Supertrainer ini diharapkan melahirkan para pendidik pelopor transformasi digital. Terima kasih kepada para narasumber, moderator, dan seluruh peserta yang telah menyatukan energi untuk menjadikan teknologi sebagai sahabat dalam pembelajaran.

Selamat menjalani hari-hari selanjutnya dalam TOT ini! Mari bertransformasi dan menjadi Supertrainer yang menginspirasi!

Senin, 16 Juni 2025

Catatan Saya dari Workshop di SMANCA

Belajar Bersama AI: Catatan Saya dari Workshop di SMA Negeri Cangkringan

Senin pagi, 16 Juni 2025, saya mendapatkan kesempatan istimewa untuk berbagi dan belajar bersama rekan-rekan guru serta karyawan SMA Negeri Cangkringan dalam Workshop Artificial Intelligence (AI). Saya hadir sebagai narasumber, membawa semangat kolaborasi, kreativitas, dan tentu saja, rasa penasaran yang sama besar dengan peserta: bagaimana AI bisa menjadi sahabat baru dalam dunia pembelajaran.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Plh Kepala Sekolah, Bapak Rahmad Budiyono, S.Pd., yang menyampaikan pentingnya kesiapan guru menyambut era baru teknologi dalam pendidikan, terutama dalam menyikapi kehadiran AI sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Suatu kehormatan bagi saya bisa berada di tengah komunitas pendidikan yang terbuka dan antusias seperti ini.

Membuka Wawasan Lewat Refleksi Awal

Workshop saya mulai dengan survey pengetahuan awal peserta tentang AI menggunakan mentimeter. Pertanyaan sederhana: “Apa yang Anda ketahui tentang AI?” dan “Sudahkah Anda memanfaatkannya dalam pembelajaran?” membuka ruang diskusi yang menarik. Jawaban-jawaban yang muncul menunjukkan beragam pengalaman—dari yang belum pernah menyentuh AI sama sekali, hingga yang sudah mencoba eksplorasi kecil lewat aplikasi ChatGPT atau Canva.

Menghubungkan AI dengan Dunia Guru

Selanjutnya saya menyampaikan pengantar mengenai AI, bagaimana prinsip kerjanya, serta potensinya dalam mendukung guru: dari merancang materi, membuat asesmen, hingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan kontekstual.

Bagian yang paling saya nikmati adalah saat kami bersama-sama menyusun rencana pembelajaran dan asesmen berbasis AI. Melihat peserta mulai menyusun ide-ide yang konkret, saya merasa bahwa AI bukanlah sesuatu yang “jauh dan rumit”, melainkan bisa menjadi alat yang memperkuat kreativitas guru.

Prompt dan Praktik: Menciptakan Video AI

Suasana makin semarak saat kami mulai mengenal dunia prompt—cara memberi instruksi kepada AI agar bisa menghasilkan konten kreatif, khususnya video edukatif. Saya mengenalkan Google Veo2, sebuah platform AI dari Google yang memungkinkan pengguna membuat video hanya dengan mengetikkan deskripsi.

Peserta tampak antusias mencoba sendiri membuat video sederhana berdasarkan materi pelajaran yang mereka ajarkan. Beberapa bahkan langsung berencana menggunakan video buatan mereka untuk pembelajaran tahun ajaran baru mendatang!

Refleksi Penuh Semangat

Di akhir sesi, kami melakukan refleksi bersama. Banyak peserta menyampaikan rasa senangnya karena ternyata AI tidak serumit yang dibayangkan. Ada pula yang merasa lebih percaya diri untuk mulai bereksperimen di kelas.

“Baru pertama kali praktik langsung bikin video pakai AI. Ternyata menyenangkan dan mudah dipahami! Terima kasih Bu Rini atas bimbingannya,” ungkap salah satu guru peserta.

“Ternyata belajar AI itu menyenangkan dan tidak sesulit yang saya bayangkan. Terima kasih, Bu Rini, sudah membimbing dengan sabar dan menyenangkan,” kata salah satu peserta lain yang membuat saya sangat terharu.

Penutup: AI untuk Kolaborasi dan Kemajuan

Bagi saya, workshop ini bukan hanya soal mengenalkan teknologi, tapi tentang membangun keberanian dan semangat belajar bersama. Saya percaya, AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi justru untuk memberdayakan guru agar bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna.


Melalui workshop ini, SMA Negeri Cangkringan menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi terkini. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengembangan profesionalisme guru di era digital.

Terima kasih kepada keluarga besar SMA Negeri Cangkringan atas sambutan hangat dan semangat luar biasa. Semoga semangat kolaboratif ini terus tumbuh dan menginspirasi sekolah-sekolah lainnya.

Rabu, 23 April 2025

Webinar Series#4 Balai Tekkomdik 2025

AI untuk Pembelajaran Mendalam: Refleksi Saya dari Webinar Series #4 Balai Tekkomdik DIY

Tanggal 23 April 2025 menjadi salah satu momen berharga dalam perjalanan saya sebagai pendidik sekaligus Duta Teknologi. Pada hari itu, saya mendapatkan kehormatan menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Series #4 yang diselenggarakan oleh Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) DIY, dengan tema “AI untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Jogja Belajar. Saya berbagi panggung virtual dengan rekan sesama Duta Teknologi DIY yang luar biasa, Yovita Della Carolina, yang turut memperkaya diskusi dengan pengalaman dan praktik baik dari kelasnya.

Mengajak Guru Melampaui Sekadar Teknologi

Dalam sesi saya, saya mengangkat pertanyaan utama:
"Apakah AI hanya sekadar alat bantu, atau bisa menjadi jembatan menuju pembelajaran yang lebih bermakna?"

Melalui pemaparan saya, saya mencoba membingkai Artificial Intelligence (AI) bukan hanya sebagai teknologi canggih yang memukau, tetapi sebagai alat yang dapat digunakan guru untuk memperdalam pemahaman siswa, memfasilitasi refleksi, dan merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan personal.

Saya membagikan beberapa praktik yang saya lakukan di kelas Seni Budaya, seperti penggunaan AI generatif untuk membuat video pembelajaran berbasis minat siswa, serta memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis hasil refleksi siswa dan mengembangkan umpan balik yang lebih tepat sasaran.

Deep Learning Bukan Sekadar Mendalam, Tapi Membumi

Diskusi kami berkembang ke arah bagaimana AI bisa mendukung pendekatan deep learning, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa untuk:
  1. mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman,
  2. berpikir kritis dan reflektif,
  3. membangun makna secara aktif,
  4. dan merasakan relevansi antara pelajaran dan dunia nyata.

Saya menekankan bahwa teknologi hanyalah kendaraan, sedangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kedekatan guru-siswa tetap menjadi pengemudinya.

Interaksi Virtual yang Hangat dan Penuh Gagasan

Walaupun webinar ini dilaksanakan secara daring, interaksinya tetap terasa hangat. Pertanyaan-pertanyaan dari peserta menggambarkan semangat yang tinggi untuk menjelajahi dunia AI dalam pendidikan:

“Bagaimana memulai integrasi AI dalam pembelajaran tanpa harus ahli teknologi?”
“Apakah AI bisa membantu asesmen yang lebih mendalam dan humanis?”
“Bagaimana menghindari ketergantungan dan tetap menjaga peran aktif guru?”

Diskusi bersama Mbak Yovita juga sangat memperkaya. Beliau menampilkan praktik integrasi AI dari sudut pandang guru mata pelajaran eksakta, yang melengkapi pendekatan saya dari sisi seni dan humaniora.

Membangun Masa Depan, Mulai dari Sekarang

Saya menutup sesi dengan pesan sederhana tapi penting:
AI tidak menggantikan guru. Tapi guru yang terbuka pada pembelajaran baru—dan yang bisa memanfaatkan teknologi untuk menguatkan esensi pendidikan—akan menjadi agen perubahan sejati.

Terima kasih kepada Balai Tekkomdik DIY yang telah menyediakan ruang pembelajaran terbuka, inklusif, dan kolaboratif ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, mendorong ekosistem pendidikan yang cerdas secara teknologi dan hangat secara nilai.
Mari terus belajar, tumbuh, dan menciptakan makna di tengah tantangan zaman.

Selasa, 21 Januari 2025

Workshop SPEGASA

Mengajar dengan Pemahaman: Catatan Saya dari Workshop SPEGASA di SMP Negeri 3 Samigaluh


Selasa, 21 Januari 2025, saya mendapatkan kehormatan untuk berbagi dalam sebuah kegiatan yang hangat dan bermakna bersama rekan-rekan guru SMP Negeri 3 Samigaluh. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Belajar SPEGASA dalam bentuk Workshop Peningkatan Kompetensi Guru, dengan tema “Memahami Konten dan Cara Mengajarkannya”.

Workshop berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, dan dibuka langsung oleh Bapak Setyo Budiyono, S.Pd., Kepala SMP Negeri 3 Samigaluh. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya guru memahami tidak hanya apa yang diajarkan, tetapi juga bagaimana cara mengajarkannya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.

Refleksi Awal: Seberapa Paham Kita Akan Konten yang Kita Ajarkan?

Saya memulai sesi dengan survey ringan kepada peserta, menanyakan bagaimana mereka memahami konten pelajaran yang mereka ajarkan sehari-hari. Banyak guru menyampaikan bahwa meskipun sudah bertahun-tahun mengajar, mereka belum pernah benar-benar merenungkan bagaimana konten itu bisa disampaikan dengan lebih dalam dan kontekstual.
Dari situlah kami memulai perjalanan bersama hari itu.


Menelusuri Makna “Konten” dan Pentingnya Memahaminya

Saya menyampaikan pengantar tentang konten pembelajaran, tidak hanya sebagai kumpulan materi, tapi sebagai inti pengetahuan yang harus ditransformasikan menjadi pengalaman belajar. Kami mendiskusikan syarat-syarat guru memahami konten secara utuh—mulai dari penguasaan konsep, struktur keilmuan, keterkaitannya dengan kehidupan nyata, hingga cara membangun jembatan antara konten dan cara mengajarkannya.

Peserta juga diajak untuk memahami mengapa guru perlu lebih dari sekadar "menyampaikan materi". Karena pada hakikatnya, guru adalah penyampai makna, bukan hanya informasi.

Strategi Mengajar yang Efektif dan Deep Learning

Bagian selanjutnya kami fokuskan pada strategi pembelajaran efektif dan bagaimana guru bisa mengajar dengan pendekatan deep learning. Saya menekankan bahwa deep learning bukan hanya tentang kedalaman materi, tapi juga tentang bagaimana siswa berpikir, terlibat secara emosional, dan membangun pemahaman jangka panjang.

Kami berdiskusi tentang pendekatan yang mengaktifkan siswa, seperti pertanyaan pemantik, pembelajaran berbasis masalah, dan refleksi belajar. Saya sangat senang melihat antusiasme peserta yang mulai merancang ide-ide sederhana namun berdampak untuk diterapkan di kelas masing-masing.

Refleksi yang Menggugah

Di akhir kegiatan, kami melakukan sesi refleksi terbuka. Banyak guru menyampaikan bahwa sesi ini membuka sudut pandang baru, bahwa konten bukan hanya milik buku teks, melainkan harus diolah dengan cara yang kontekstual dan relevan dengan siswa.

“Selama ini saya mengajar sesuai buku. Tapi hari ini saya sadar, memahami konten secara mendalam itu adalah kunci agar pembelajaran kita bisa masuk ke hati dan pikiran siswa,” ungkap salah satu peserta dengan semangat.

Menutup Hari dengan Semangat Baru

Saya pulang dari SMP Negeri 3 Samigaluh dengan hati yang hangat. Energi dari para guru dan komunitas SPEGASA benar-benar menginspirasi. Semoga semangat untuk terus belajar, memahami, dan mengembangkan cara mengajar ini menjadi langkah awal menuju kelas-kelas yang lebih hidup, reflektif, dan memerdekakan siswa dalam berpikir.

Terima kasih, keluarga besar SMP Negeri 3 Samigaluh, atas undangan dan ruang kolaboratif yang luar biasa ini. Mari terus tumbuh bersama.



Kamis, 16 Januari 2025

Teater (Part 3)

 Struktur Alur dalam Lakon


A. Pengertian Alur Cerita menurut para Ahli

1. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, alur cerita adalah plot yang artinya jalan atau alur cerita yang terdapat di dalam novel, sandiwara, dan sebagainya.

2. Literary Terms

Menurut Literary Terms, pengertian alur cerita adalah bagaimana cerita berkembang, terungkap, dan bergerak dalam waktu.

3. Andri Wicaksono (2014)

Menurut Andri Wicaksono, alur cerita merupakan konstruksi yang dibuat mengenai sebuah deretan peristiwa secara logik dan kronologik yang saling berkaitan dan diakibatkan atau dialami oleh para pelaku.

4. M. Antar Semi (1988)

M. Antar Semi mengungkapkan pengertian alur cerita adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai sebuah interelasi fungsional yang sekaligus menandai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi.

5. Aminudin (2002)

Aminudin berpendapat bahwa pengertian alur cerita atau plot adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.

6. Sudjiman (1986)

Sudjiman berpendapat bahwa pengertian alur cerita adalah rangkaian peristiwa di jalin dengan seksama yang menggerakkan jalan cerita melalui rumitan ke arah klimaks dan anti-klimaks. Dengan kata lain, pengertian alur cerita adalah jalinan peristiwa di dalam kartya sastra untuk mencapai efek tertentu. Alur diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan hubungan kausal atau sebab akibat.

7. Forster (1970)

Menurut Forster, pengertian alur cerita adalah rentetan peristiwa yang menekankan pada hubungan akibat.

8. Chatman (1980)

Chatman berpendapat bahwa pengertian alur cerita adalah tata urutan pemunculan peristiwa-peristiwa dalam cerita.

9. Stanton (1965)

Stanton berpendapat bahwa pengertian alur cerita atau plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun setiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa lain.

10. Kenny (1966)

Menurut Kenny, pengertian alur cerita atau plot adalah peristiwa-peristiwa yang ditampilkan di dalam cerita yang tidak bersifat sederhana, karena pengarang menyusun peristiwa-peristiwa itu berdasarkan kaitan sebab akibat.

11. Rusyana

Sementara itu, Rusyana berpendapat bahwa pengertian alur cerita bukan sekadar urutan cerita A sampai Z, melainkan hubungan sebab akibat peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain di dalam cerita.

12. Virgil Scoh (1966)

Virgil Scoh mendefinisikan pengertian alur cerita sebagai prinsip esensial di dalam cerita.

13. Morjorie Boulton (1975)

Menurut Morjorie Boulton, pengertian alur cerita adalah pengorganisasian di dalam novel atau penentu struktur novel.

14. Dick Hartoko (1948)

Dick Hartono mengungkapkan pendapatnya tentang pengertian alur cerita sebagai alur yang dibuat oleh penulis berupa deretan peristiwa secara kronologis, saling berkaitan, dan bersifat kausalitas sesuai dengan apa yang dialami pelaku cerita.

 B. Macam-Macam Alur Cerita yang Sering digunakan

Setelah memahami pengertian alur cerita, kini perlu mengenal juga apa saja jenis-jenis alur cerita. Secara umum, alur cerita dapat diklasifikasikan menjadi tujuh jenis, yaitu alur maju, alur mundur, alur campuran, alur sorot balik, alur klimaks, alur anti-klimaks, dan alur kronologis. Berikut detailnya!

1. Alur Maju
Alur maju di dalam pengertian alur cerita atau yang biasa disebut progresif adalah tindakan yang memuncak pada akhir cerita. Alur maju adalah serangkaian peristiwa yang dimulai secara teratur dari awal hingga akhir cerita.
Contoh alur maju, misalnya cerpen yang menceritakan masa kecil seorang anak yang kemudian tumbuh dewasa dan berakhir ketika ia tua. Diceritakan pula bagaimana konflik yang ia hadapi selama hidupnya.

2. Alur Mundur
Alur mundur atau regresi merupakan tindakan yang menceritakan masa lalu dari tokoh di dalam cerita. Pengertian alur cerita mundur ini justru konfliknya disampaikan di awal cerita dan kemudian mundur ke masa lalunya. Serangkaian peristiwa dalam refluks dimulai dari masa lalu ke masa kini dengan waktu yang tidak tepat.
Contoh alur mundur adalah cerita pensiunan polisi yang menceritakan kisahnya berjuang selama menjadi anggota polisi.

3. Alur Campuran
Pengertian alur cerita berdasarkan kronologis cerita yang terakhir yakni alur campuran. Alur campuran atau alur bolak-balik ini seperti sungai yang dimulai di titik paling tinggi, kemudian menceritakan masa lalu dan berlanjut sampai selesai.
Saat menceritakan masa lalunya, karakter tokoh yang diperkenalkan di dalam cerita akan memperkenalkan karakter lain selama cerita belum berakhir dan saat cerita kembali ke awal lagi. Contoh alur campuran adalah sebuah cerita yang dimulai di tengah-tengah cerita dan kemudian maju atau mundur.

4. Alur Sorot Balik (Flashback)
Alur sorot balik atau flashback merupakan alur yang terjadi karena pengarang mendahulukan akhir cerita dan setelah itu kembali ke awal cerita. Pengarang biasanya memulai ceritanya dari klimaks menuju kembali ke awal cerita dan ke akhir cerita lagi.
Tahapan yang terjadi pada alur sorot balik ini dimulai dari klimaks – anti-klimaks – akhir – peruwitan – awal.

5. Alur Klimaks
Alur klimaks adalah susunan peristiwa menanjak dari peristiwa biasa yang meningkat menjadi penting dan lebih menegangkan dibandingkan sebelumnya.

6. Alur Anti-klimaks
Alur cerita anti-klimaks adalah alur cerita yang susunan peristiwanya makin menurun dari peristiwa menegangkan kemudian menjadi kendor dan berakhir dengan peristiwa yang semakin biasa saja.

7. Alur Kronologis 
Alur cerita kronologis adalah alur yang susunan peristiwanya berjalan sesuai dengan urutan waktu terjadinya peristiwa. Di dalam alur ini, terdapat hitungan jam, menit, detik, hari, dan lain sebagainya.

C. Struktur Alur Cerita

Untuk membangun pengertian alur cerita yang utuh, diperlukan unsur-unsur di dalam alur cerita dan bagaimana alur cerita seharusnya terjadi di dalam sebuah peristiwa pada karya sastra. Berikut ini merupakan unsur-unsur alur cerita atau tahapan alur cerita dari awal sampai akhir.
Struktur Aristoteles dikembangkan oleh Gustav Fraytag dan Hudson dalam bentuk dramatic line (garis dramatik).


1. Eksposisi (Exposition)

Eksposisi merupakan awal dari sebuah cerita atau permulaan cerita, biasanya berupa pengenalan dan berisi penjelasan peristiwa dengan maksud menuntun penonton pada situasi agar diketahui semua yang ada di dalamnya. Bagian ini harus jelas dan menarik untuk terus diikuti.

Tahapan awal ini juga disebut sebagai Orientasi atau pengenalan tokoh, pada pengertian alur cerita dimulai dari orientasi atau pengenalan tokoh. Pada tahap orientasi ini, penulis memperkenalkan siapa saja tokoh yang ada di dalam cerita yang ditulis. Selain itu, juga ditunjukkan unsur dasar cerita, misalnya waktu kejadian cerita tersebut terjadi, di mana latar tempat cerita tersebut, dan bagaimana suasananya.

Tujuan disusunnya orientasi ini agar pembaca mengetahui siapa yang memerankan tokoh di dalam alur cerita tersebut serta di mana tempat cerita tersebut berlangsung, serta bagaimana suasana yang berusaha dibangun penulis di dalam tulisannya.

2. Penanjakan Cerita (Rising Action)

Setelah mengenal tokoh, lokasi, dan lain sebagainya lalu masuk ke tahap permulaan konflik. Tahap permulaan konflik atau tahap kedua ini baru akan dimunculkan bagaimana konflik terjadi dan apa penyebab terjadinya konflik. Umumnya, konflik timbul karena adanya pertentangan antartokoh atau bisa juga disebabkan karena tokoh utama mengalami masalah.

Bagian ini ditandai dengan mulai tumbuhnya laku, satu titik konlik mulai terjadi, dan kekuatan sebagai pendorong yang menjadi benih-benih konlik berikutnya. Bagian ini umumnya ditandai oleh satu kekuatan keinginan dan tujuan dari tokoh utama yang akan mencari jalan untuk mencapai tujuannya.

Permulaan konflik di dalam cerita inilah yang akan membuat pembaca penasaran sehingga ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana ceritanya. Pembaca biasanya juga akan semakin bertanya-tanya konflik apa yang sekiranya dialami tokoh sebagai lanjutan ceritanya. Tahap permulaan konflik ini mendorong pembaca melanjutkan cerita dengan konflik yang lebih rumit.

3. Komplikasi (Complication)

Komplikasi berisi konflik dan pengembangannya menuju titik klimaks. Hal ini ditandai dengan keruwetan-keruwetan yang dibangun oleh watak tokoh-tokohnya untuk mempertahankan tujuannya.

4. Klimaks (Climax)

Klimaks merupakan keruwetan yang ada pada ujung komplikasi dan melahirkan sebuah krisis. Krisis terus meninggi yang akhirnya menjadi suatu peristiwa yang tidak bisa dielakkan sehingga keadaan menjadi kacau yang berakibat salah satu atau beberapa pihak mengalami penderitaan. Klimaks harus tumbuh dari tokoh utama yang berujung pada keseluruhan laku. Pada titik ini, peristiwa biasanya cukup menegangkan.

Tahap pengertian alur cerita konflik ini menceritakan bagaimana titik puncak konflik di dalam cerita terjadi. Bagian ini biasanya paling ditunggu-tunggu oleh pembaca dan membuat pembaca akan bertahan lama membaca ketika konfliknya menarik atau menegangkan.

Biasanya, klimaks dari konflik ini dialami oleh pemeran utama yang menimbulkan ketegangan dan pemecahan masalah apa yang kemudian ia lakukan. Dampaknya, tentu saja membuat pembaca lebih penasaran dan menyimak cerita.

5. Penurunan Cerita (Falling Action)

Bagian ini ditandai dengan pilihan tokoh-tokohnya untuk menentukan nasibnya setelah terjadi peristiwa yang menegangkan.

Setelah diceritakan mengenai puncak konflik atau klimaks, bagian selanjutnya adalah tahapan konflik mereda atau menurun (Anti-Klimaks). Di dalam tahap ini, tokoh utama mulai mengetahui bagaimana cara mengatasi konflik yang sedang berlangsung. Ketegangan yang disaksikan oleh pembaca di sini sedikit mereda dan biasanya akan berubah menjadi kagum pada tokoh utama.

Pasalnya, biasanya di tahap ini tokoh utama diceritakan mampu menghadapi masalah, baik dengan cara yang terduga maupun tidak terduga. Suasana pada tahapan anti-klimaks ini seringkali tidak bisa ditebak oleh pembaca.

6. Penyelesaian (Conclusion)

Pada bagian ini, biasanya muncul tokoh lain yang memiliki posisi penting (tokoh sentral), yang bisa menggiring peristiwa yang kacau tadi ke arah perubahan situasi tokoh-tokoh yang berhadapan dengan masalah masing-masing. Peristiwa yang sejak mula dibangun oleh para tokohnya menjadi mereda dan dapat berujung pada penyadaran para pelaku dalam lakon tersebut.

Tahap pengertian alur cerita penyelesaian adalah tahap terakhir yang berisi berbagai masalah dan rintangan yang dialami tokoh utama sudah berhasil diselesaikan dengan baik. Jika tidak ada konflik lain, biasanya penulis membuat cerita tahap penyelesaian dan pembaca bisa langsung menyimpulkan kesan di tahap ini.

Di tahap penyelesaian, penulis juga seringkali menyisipkan pesan atau amanat yang dapat dipetik oleh pembaca.




Sabtu, 19 Agustus 2023

Lokakarya Orientasi PGP A-9


Calon Guru Penggerak A-9 Kabupaten Bantul Mengikuti Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak

Pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023, Balai Besar Guru Penggerak DIY menyelenggarakan Lokakarya Orientasi Calon Guru Penggerak angkatan ke-9. Kegiatan ini diadakan secara daring mulai pukul 08.00 hingga 16.00 dan diikuti oleh sejumlah calon guru penggerak yang antusias untuk berpartisipasi dalam program ini.

1. Pembukaan Lokakarya

Lokakarya dibuka tepat pada pukul 08.00 dengan sambutan dari Kepala Balai Besar Guru Penggerak DIY. Beliau menekankan pentingnya peran guru penggerak dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Acara pembukaan juga diwarnai dengan pemutaran video singkat yang menggambarkan perjalanan dan pencapaian program Guru Penggerak sebelumnya.

2. Agenda dan Tujuan Lokakarya

Selanjutnya, moderator memaparkan agenda dan tujuan lokakarya. Tujuan utama dari lokakarya ini adalah untuk memberikan orientasi kepada calon guru penggerak tentang program Guru Penggerak, memperkenalkan mereka pada perjalanan yang akan mereka tempuh, dan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan.

3. Perkenalan Diri

Setelah penjelasan agenda, peserta diminta untuk memperkenalkan diri. Setiap peserta memberikan gambaran singkat tentang latar belakang mereka, pengalaman mengajar, dan motivasi mereka untuk bergabung dalam program Guru Penggerak. Sesi ini bertujuan untuk menciptakan suasana akrab dan saling mengenal antar peserta.

4. Kesepakatan Kelas

Untuk memastikan lokakarya berjalan dengan lancar, fasilitator memimpin sesi kesepakatan kelas. Para peserta bersama-sama menyusun dan menyepakati aturan-aturan yang akan diikuti selama lokakarya, seperti etika komunikasi, waktu istirahat, dan penggunaan fitur dalam platform daring.

5. Harapan dan Kekhawatiran

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan harapan dan kekhawatiran mereka terkait program Guru Penggerak. Beberapa peserta mengungkapkan harapan besar mereka untuk dapat berkontribusi lebih dalam dunia pendidikan, sementara yang lain menyampaikan kekhawatiran terkait tantangan yang mungkin dihadapi selama program berlangsung.

6. Pengantar Program PGP & Perjalanan Calon Guru Penggerak

Materi utama dimulai dengan pengantar tentang Program Guru Penggerak (PGP) dan perjalanan yang akan ditempuh oleh calon guru penggerak. Narasumber dari Balai Besar Guru Penggerak DIY menjelaskan berbagai tahap dan komponen program, serta bagaimana setiap tahap dirancang untuk mengembangkan kompetensi peserta.

7. Posisi Diri

Peserta kemudian diajak untuk melakukan refleksi tentang posisi diri mereka saat ini sebagai guru. Mereka diminta untuk merenungkan kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam praktek mengajar mereka, serta bagaimana mereka dapat mengaplikasikan pembelajaran dari program ini untuk perbaikan diri.

8. Rencana Pengembangan Kompetensi Diri

Setelah refleksi, peserta menyusun rencana pengembangan kompetensi diri. Mereka diminta untuk membuat rencana konkret tentang keterampilan dan pengetahuan yang ingin mereka kembangkan selama mengikuti program Guru Penggerak, serta langkah-langkah spesifik yang akan mereka ambil untuk mencapainya.

9. Refleksi Peserta

Sebelum penutupan, peserta diberikan waktu untuk melakukan refleksi tentang seluruh kegiatan lokakarya hari itu. Mereka berbagi apa yang telah mereka pelajari, inspirasi yang didapatkan, dan bagaimana mereka akan menerapkan pengetahuan baru tersebut dalam praktek mengajar mereka.

10. Penutup

Lokakarya diakhiri dengan sesi penutupan yang kembali dipimpin oleh Kepala Balai Besar Guru Penggerak DIY. Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif mereka dan menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi dalam menjalankan peran sebagai guru penggerak. Lokakarya ditutup dengan pesan motivasi untuk selalu berinovasi dan menginspirasi dalam dunia pendidikan.

Dengan berakhirnya lokakarya ini, diharapkan para calon guru penggerak angkatan ke-9 siap untuk memulai perjalanan mereka dengan semangat baru dan komitmen kuat untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Dokumentasi








Kamis, 10 Agustus 2023

Penetapan Peserta PGP A-9

 Selamat Menempuh Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9

Salam dan bahagia... 
Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 telah resmi ditutup beberapa hari yang lalu. Siang ini, telah beredar Surat Penetapan Peserta PGP Angkatan 9 tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Dirjen GTK dengan nomor 2257/B3/GT.03.00/2023, tertanggal 3 Agustus 2023. Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 ini akan diikuti oleh 31.052 peserta yang terdiri dari Calon Guru Penggerak angkatan 5, 6, 7, 8, dan 9 yang belum mendapatkan kesempatan pada pendidikan sebelumnya. Pada kesempatan ini, ke-enam Calon Guru Penggerak di SMK Negeri 1 Pleret terdaftar sebagai peserta PGP A-9. Senang sekali, pada akhirnya kami ber-6 mengikuti PGP di gelombang yang sama. 

Surat penetapan peserta Pendidikan Guru Penggerak tersebut diikuti dengan beredarnya jadwal Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9, yang dilaksanakan selama enam bulan dimulai pada bulan Agustus 2023 hingga April 2024. Peserta PGP A-9 nantinya akan mempelajari dan mengimplementasikan 3 paket modul, dengan total materi 10 topik. Diantara modul tersebut juga dijadwalkan ada kegiatan ruang kolaborasi dan lokakarya secara berkala
Berikut surat penetapan peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9

Tahap persiapan yang harus dilakukan oleh Peserta PGP A-9 adalah sebagai berikut:
1. Mengecek simpkb guru penggerak masing-masing, untuk mengunduh pakta integritas
2. Mengisi dan menandatangai pakta integritas di atas materai 10.000
3. Mengunggah pakta integritas yang sudah ditandatangani
4. Mengikuti Pembukaan dan Orientasi PGP Angkatan 9 yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 16 Agustus 2023
Selanjutnya adalah Jadwal Pelaksanaan PGP angkatan 9

Senin, 05 Juni 2023

Pengumuman Seleksi Tahap 2 CGP A-9

 Ini dia Peserta CGP A-9 yang Lolos Seleksi Tahap 2

Akhir Mei yang cerah, secerah senyum para Calon Guru Penggerak Angkatan 9 yang saat ini sedang menerima Surat Pengumuman Kelulusan seleksi tahap 2 CGP A-9. Binar bahagia dan perasaan lega terpancar dari wajah-wajah rekan sejawat yang namanya tercantum dalam lampiran Surat Dirjen GTK nomor 1608/B3/GT.00.08/2023. Beberapa informasi terkait pengumuman seleksi tahap 2 CGP A-9 sebagai berikut:

  1. Terdapat sejumlah 33.729 orang telah mengikuti seleksi tahap 2 pada tanggal 24 Maret s.d. 13 Mei 2023, dan sejumlah 19.939 orang dinyatakan lulus seleksi tahap
  2. Daftar CGP yang dinyatakan lulus disajikan dalam lampiran. 2. Dari 19.939 orang yang dinyatakan lulus seleksi tahap 2, untuk Pelaksanaan pendidikannya akan didistribusikan pada Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 9 atau pada angkatan berikutnya dengan mempertimbangkan ketersediaan Pengajar Praktik dan kuota sasaran masing-masing kabupaten/kota dimaksud.
  3. Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 rencananya akan dilaksanakan mulai bulan Agustus 2023, dan angkatan berikutnya akan diinformasikan kemudian.
  4. Keikutsertaan CGP pada PGP angkatan 9, atau angkatan berikutnya akan disampaikan oleh penyelenggara PGP (BBGP/BGP) wilayahnya, melalui surat undangan pemanggilan mengikuti PGP.
  5. Informasi lebih lanjut tentang PGP akan disampaikan kemudian melalui aplikasi SIM PKB masing-masing calon guru penggerak atau pada laman, https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/
Sangat bersyukur, lagi-lagi dua guru dari SMKN 1 Pleret lolos seleksi tahap 2 CGP A-9 ini. Beliau adalah Ibu Retno Christyo Ekowati, dan Bapak Hardiyanto. Berdua telah melewati tantangan seleksi simulasi mengajar dan wawancara dengan sangat baik, dan beliau memang layak untuk mengikuti pendidikan guru penggerak tahun ini.
Dengan demikian, jumlah Calon Guru Penggerak dari SMK Negeri 1 Pleret berjumlah 6 orang. Empat diantaranya adalah CGP angkatan 8, dan dua orang dari angkatan 9. Harapannya, para CGP dari SMKN 1 Pleret nantinya akan membawa kemajuan dan perubahan bagi pendidikan di Indonesia, dan di SMK Pleret khususnya.
Semangat Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan...

Berikut dokumen Surat Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap 2 CGP Angkatan 9 Dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Sabtu, 20 Mei 2023

Sosialisasi Keamanan Siber dan Bug Bounty 2023

 Jadilah Bug Hunter Tahun 2023, Ikuti Bug Bounty Kemendikbudristek 2023

Tahun 2022 lalu, Kemendikbudristek telah berhasil menyelenggarakan Bug Bounty dengan 228 peserta dan 5 pemenang. Kali ini, Kemendikbudristek kembali mengajak para Bug Hunters untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bug Bounty 2023. Melalui kegiatan ini, para Bug Hunters diharapkan dapat mencari bugs (celah keamanan) pada aplikasi/sistem yang dimiliki unit kerja di Lingkungan Kemendikbudristek.

Event Bug Bounty 2023 ini diperuntukkan bagi kalangan insan pendidikan, yaitu guru, dosen, siswa dan mahasiswa. Tahun 2023 ini, Bug Bounty mengambil tema "Action for Prevention". Penetapan tema ini dikarenakan bahwa upaya pencegahan akan lebih baik daripada proses ketika serangan siber pada suatu aplikasi telah terjadi. Pelaksana kegiatan dan penanggungjawab pengelolaan SPBE, dalam hal ini Pusdatin (Pusat Data Teknologi dan Informasi) Kemendikbudristek ingin mengajak unit kerja di lingkungan Kemendikbudristek yang memiliki sistem atau aplikasi agar diuji layanan digitalnya kepada para Bug Hunters.

Pendaftaran Bug Bounty 2023 dibuka mulai tanggal 5 - 31 Mei 2023. Mengawali kegiatan Bug Bounty 2023 ini, telah diselenggarakan sosialisasi secara online yang diselenggarakan pada tanggal 9 Mei 2023 lalu. Rekaman sosialisasi Bug Bounty 2023 dapat disimak kembali melalui Educisrt Kemendikbudristek

Upaya untuk memberikan informasi yang lebih mendalam, Pusdatin Kemendikbudristek juga mengadakan sosialisasi di 10 Provinsi, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada sosialisasi ini, bekerjasama dengan Balai Tekkomdik Dikpora DIY dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Mei 2023. 

Dalam sambutannya, Kepala Balai Tekkomdik DIY, Rudi Prakanto, S.Pd., M.Eng mengatakan bahwa keberadaan Bug Hunters disini justru akan membantu pemilik aplikasi dalam mencari celah kelemahan sistem keamanan mereka dan mencegah pembobolan sistem yang dilakukan oleh Haters yang tidak bertanggungjawab. Dengan filosofi "AKIK" (Adaptif, Kolaboratif, Inovatif, dan Komunikatif), beliau berharap calon-calon Bug Hunters dari siswa dan mahasiswa DIY bisa meraih kejuaraan dalam kompetisi ini.

Skema pelaksanaan Bug Bounty Kemendikbudristek 2023 masih menggunakan kerangka kerja standar keamanan siber OWASP (Open Web Application Security Project) TOP 10 2021. Namun di tahun ini ada sedikit mengalami perubahan pada aspek tertentu, namun kualitas tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Pada tahun ini panitia pelaksana menggunakan metode top-down sekaligus grassroots. Metode top-down ada pada aspek dukungan kebijakan level manajemen, sedangkan metode grassroots diterapkan pada pelaksana pencarian bugs yakni masyarakat pendidikan khususnya pendidik (guru dan dosen) dan peserta didik (siswa pendidikan menengah dan mahasiswa).


Untuk mengikuti ajang harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan panitia seperti :
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berdomisili di Wilayah Geografis Republik Indonesia
  3. Bersifat Individu tidak mewakili Badan/ Insitusi/ Lembaga/ Organisasi/ Kelompok manapun
  4. Merupakan Siswa/ Guru/ Mahasiswa/ Dosen aktif dan terdaftar didalam sistem DAPODIK atau PDDIKTI
  5. Bukan keluarga langsung pegawai Kemendikbudristek
  6. Bukan tim pengembang atau pengelola pada layanan/ sistem/ aplikasi target
  7. Berusia Min. 17 tahun (per tahun 2023)
  8. Pemenang Bug Bounty 2022 tidak diperkenankan mengikuti ajang Bug Bounty 2023
Pendaftaran yang telah dibuka pada tanggal 5 s/d 31 Mei 2023 ini dapat dilakukan secara daring melalui laman https://amanbersama.kemdikbud.go.id/. Peserta yang terdaftar akan diseleksi administrasi pada 27-28 Mei 2023 untuk kemudian mendapatkan akses ke dalam aplikasi pelaporan dan mulai mencari bugs di tanggal 29 Mei 2023 hingga 30 Juni 2023.


Jumat, 19 Mei 2023

Penetapan Peserta PGP A-8

Belum Ditetapkan sebagai Peserta PGP A-8? Jangan Khawatir!

Tepat sebelas hari setelah Surat Pengumuman Kelulusan Seleksi Tahap 2 CGP Angkatan 8, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi kembali mengeluarkan surat nomor 1226/B3/GT.00.08/2023, tertanggal 18 April 2023 perihal Penetapan Peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 Tahun 2023. Surat yang terdiri dari 348 halaman ini berisi tentang penetapan peserta CGP yang akan diikutkan dalam Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 tahun 2023. Adapun peserta PGP angkatan 8 ini ditetapkan berdasarkan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

  1. Jumlah peserta/calon guru penggerak yang siap menjalankan Pendidikan Guru Penggerak sejumlah 27.434 peserta yang terdiri dari: a) 5.263 peserta berasal dari CGP Angkatan 5, 6, dan Angkatan 7; b) 15 peserta berasal dari unsur asesor; dan c) 22.156 peserta dari rekrutmen PGP Angkatan 8. 
  2. Urutan pengkelasan dan penetapan peserta yang akan mengikuti PGP Angkatan 8 didasarkan pada: a. jumlah kuota nasional, provinsi, kabupaten/kota; b. calon guru penggerak yang parkir (belum ikut PGP) paling lama yang diprioritaskan (Angkatan 5, 6, 7) dan baru rekrutmen peserta Angkatan 8. Apabila berlebih CGP Angkatan 8 berlebih akan diploting pada PGP Angkatan selanjutnya. Tentu saja tetap mempertimbangkan ketersediaan Pengajar Praktik di daerah setempat. 
  3. Memperhatikan poin 1 dan 2 di atas, pada Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8, yang akan dibuka pada tanggal 10 Mei 2023, akan diselenggarakan sebanyak 11.386 peserta (belum termasuk peserta CGP rekognisi, yang masih proses validasi). Ploting masing-masing BBGP/BGP sebagaimana pada Lampiran 1, dan Daftar peserta disajikan pada lampiran 2. 
  4. Pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak akan berjalan 10 Mei s.d. 14 November 2023. Pembukaan PGP akan dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Mei 2023, pukul 11.00 – 12.00 WIB, dan dilanjukan kegiatan orientasi pelaksanaan PGP oleh BBGP/BGP masing-masing.

Terdapat dua lampiran dari surat tersebut, lampiran pertama berisi informasi jumlah kuota dan penyelenggara PGP di masing-masing provinsi. Adapun di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, penyelenggara Pendidikan Guru Penggerak diserahkan kepada Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) DIY yang membawahi peserta CGP dari Provinsi DIY dan DKI Jakarta.
Sementara lampiran kedua berisi daftar nama peserta Pendidikan Guru Penggerak. Dari daftar tersebut, rekan-rekan CGP A-8 dari Kabupaten Bantul, khususnya dari SMKN 1 Pleret belum terdaftar. Hal ini sempat menjadi kekhawatiran sejumlah rekan peserta CGP dan sempat ramai dibahas di grup chat. 
Sesuai paparan bapak Kasiman (ketua Pokja PGP) pada saat coaching clinic beberapa bulan yang lalu, beliau menyatakan bahwa peserta CGP angkatan 8 ini bisa saja didistribusikan ke angkatan 9 atau selanjutnya.
Jadi, bagi rekan-rekan yang belum terdaftar pada lampiran penetapan PGP angkatan 8 ini, jangan khawatir... Rekan-rekan pasti akan terpanggil pada angkatan 9 atau berikutnya. Setidaknya, rekan-rekan sudah nyicil ayem, lolos seleksi tahap 2, sebagai tiket untuk mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.
Tetap Semangat.. Salam dan Bahagia...

Berikut Surat Penetapan Peserta CGP Angkatan 8. Cari nama anda pada lampiran 2! Jika tidak ditemukan, mungkin anda akan didistribusikan pada angkatan 9 atau setelahnya.. Selamat membaca...


Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...