SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Tampilkan postingan dengan label kemendikbudristek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemendikbudristek. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juni 2025

Catatan Saya dari Workshop di SMANCA

Belajar Bersama AI: Catatan Saya dari Workshop di SMA Negeri Cangkringan

Senin pagi, 16 Juni 2025, saya mendapatkan kesempatan istimewa untuk berbagi dan belajar bersama rekan-rekan guru serta karyawan SMA Negeri Cangkringan dalam Workshop Artificial Intelligence (AI). Saya hadir sebagai narasumber, membawa semangat kolaborasi, kreativitas, dan tentu saja, rasa penasaran yang sama besar dengan peserta: bagaimana AI bisa menjadi sahabat baru dalam dunia pembelajaran.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Plh Kepala Sekolah, Bapak Rahmad Budiyono, S.Pd., yang menyampaikan pentingnya kesiapan guru menyambut era baru teknologi dalam pendidikan, terutama dalam menyikapi kehadiran AI sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar. Suatu kehormatan bagi saya bisa berada di tengah komunitas pendidikan yang terbuka dan antusias seperti ini.

Membuka Wawasan Lewat Refleksi Awal

Workshop saya mulai dengan survey pengetahuan awal peserta tentang AI menggunakan mentimeter. Pertanyaan sederhana: “Apa yang Anda ketahui tentang AI?” dan “Sudahkah Anda memanfaatkannya dalam pembelajaran?” membuka ruang diskusi yang menarik. Jawaban-jawaban yang muncul menunjukkan beragam pengalaman—dari yang belum pernah menyentuh AI sama sekali, hingga yang sudah mencoba eksplorasi kecil lewat aplikasi ChatGPT atau Canva.

Menghubungkan AI dengan Dunia Guru

Selanjutnya saya menyampaikan pengantar mengenai AI, bagaimana prinsip kerjanya, serta potensinya dalam mendukung guru: dari merancang materi, membuat asesmen, hingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan kontekstual.

Bagian yang paling saya nikmati adalah saat kami bersama-sama menyusun rencana pembelajaran dan asesmen berbasis AI. Melihat peserta mulai menyusun ide-ide yang konkret, saya merasa bahwa AI bukanlah sesuatu yang “jauh dan rumit”, melainkan bisa menjadi alat yang memperkuat kreativitas guru.

Prompt dan Praktik: Menciptakan Video AI

Suasana makin semarak saat kami mulai mengenal dunia prompt—cara memberi instruksi kepada AI agar bisa menghasilkan konten kreatif, khususnya video edukatif. Saya mengenalkan Google Veo2, sebuah platform AI dari Google yang memungkinkan pengguna membuat video hanya dengan mengetikkan deskripsi.

Peserta tampak antusias mencoba sendiri membuat video sederhana berdasarkan materi pelajaran yang mereka ajarkan. Beberapa bahkan langsung berencana menggunakan video buatan mereka untuk pembelajaran tahun ajaran baru mendatang!

Refleksi Penuh Semangat

Di akhir sesi, kami melakukan refleksi bersama. Banyak peserta menyampaikan rasa senangnya karena ternyata AI tidak serumit yang dibayangkan. Ada pula yang merasa lebih percaya diri untuk mulai bereksperimen di kelas.

“Baru pertama kali praktik langsung bikin video pakai AI. Ternyata menyenangkan dan mudah dipahami! Terima kasih Bu Rini atas bimbingannya,” ungkap salah satu guru peserta.

“Ternyata belajar AI itu menyenangkan dan tidak sesulit yang saya bayangkan. Terima kasih, Bu Rini, sudah membimbing dengan sabar dan menyenangkan,” kata salah satu peserta lain yang membuat saya sangat terharu.

Penutup: AI untuk Kolaborasi dan Kemajuan

Bagi saya, workshop ini bukan hanya soal mengenalkan teknologi, tapi tentang membangun keberanian dan semangat belajar bersama. Saya percaya, AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi justru untuk memberdayakan guru agar bisa menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dan bermakna.


Melalui workshop ini, SMA Negeri Cangkringan menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi terkini. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk nyata pengembangan profesionalisme guru di era digital.

Terima kasih kepada keluarga besar SMA Negeri Cangkringan atas sambutan hangat dan semangat luar biasa. Semoga semangat kolaboratif ini terus tumbuh dan menginspirasi sekolah-sekolah lainnya.

Kamis, 06 Juli 2023

Upgrading Penggerak Komunitas (KOMBEL) #Part 3 (end)

Sahabat Penggerak Komunitas Belajar

Kamis 6 Juli 2023, Hari ketiga aktivitas kami di kegiatan Upgrading Penggerak Komunitas Belajar bersama Duta Teknologi Kemendikbudristek tahun 2021 dan 2022. Sampai detik ini, kami masih semangat untuk menimba ilmu, meningkatkan kapasitas kami yang nantinya akan menjadi penggerak komunitas di satuan pendidikan masing-masing dan mengimbaskan kepada penggerak-penggerak komunitas antar sekolah yang lain. Dihari ketiga ini, kami masih terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A dan kelas B. Jika hari kedua kemarin, kita mempelajari materi mengenai Membangun komunitas, merumuskan visi dan tujuan hingga manajemen konflik, kali ini materinya sangat luar biasa, yaitu mengenai fasilitasi dan sosial emosional.

Sesi 1 - Keterampilan Fasilitasi

Pagi ini, kelas B dipandu oleh mas Patria dalam mendalami materi fasilitasi. Diawali dengan bermain cing ciripit, kami membentuk lingakaran tidak sempurna di tengah ruangan dan bersama-sama menyatukan fokus dan konsentrasi, bahwa tubuh kita dan pikiran kita ada di ruangan ini. Banyak hal baru yang kami dapatkan di sini, bahwa fasilitasi, berasal dari kata dasar fasile (bahasa latin) yang artinya mudah, sederhana. Disini maksudnya adalah seorang fasilitator diharapkan bisa memudahkan komunitasnya, menjembatani anggota komunitas untuk ikut berkontribusi dalam mencapai tujuan bersama.

Sangat komunikatif dan menyenangkan kegiatan kali ini. Peserta langsung mempraktikkan proses fasilitasi melalui kelompok masing-masing. Kami berbagi peran sebagai Fasilitator, Observer dan yang lainnya berperan sebagai anggota. 

Sesi 2 - Pembelajaran Sosial Emosional

Setelah cofee break selama kurang lebih 15 menit, kami kembali masuk di kelas B. Di dalam ruangan sudah menunggu fasilitator sesi selanjutnya, yaitu materi tentang Pembelajaran Sosial Emosional. Dipandu oleh Mas Qadry, kami mengawali sesi dengan menuangkan emosi apa yang pernah kami alami dalam bentuk gambar, kemudian kami sampaikan kepada anggota kelompok masing-masing. O iya, anggota kelompoknya masih sama dengan kelompok di sesi Fasilitasi sebelumnya. 

Satu hal yang sangat menarik pada pembelajaran sesi ini, adalah ternyata kami selama ini masih kurang mengenal diri masing-masing. bahkan dengan benda yang sudah kami miliki bertahun-tahun pun kami kurang peka untuk mengenalinya secara detail. Luar biasa, memang hal utamanya adalah bagaimana kita bisa mengenali diri sendiri, sebelum kita mengenal orang lain.

Ada lima kompetensi sosial yang harus dimiliki seorang penggerak komunitas, antara lain:
1. Kesadaran Diri, untuk mengenali diri sendiri secara akurat, sehingga mampu mengenali keterkaitan antara perasaan, tindakan dan pikiran yang dilakukan.
2. Manajemen Diri, untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku dalam berbagai situasi, sehingga dapat menangani stress, mengontrol hasrat dan bertahan menghadapi tantangan
3. Kesadaran Sosial, untuk berempati dengan orang lain, serta mengambil perspektif dari berbagai sudut pandang
4. Kemampuan Berelasi, untuk membangun dan memelihara suatu hubungan yang sehat antara individu dan kelompok
5. Membuat Keputusan yang Bertanggung Jawab, merupakan kemampuan untuk membuat pilihan yang konstruktif, benar dan cara bertindak sesuai etis norma sosial dan keselamatan.
Luar biasa materi kali ini, sangat bermanfaat untuk membekali kami sebagai sahabat penggerak komunitas

Sesi 3 - Optimalisasi Platform Merdeka Mengajar

Pada sesi ke-3 ini, masih di jam rawan, selepas istirahat makan siang dan sholat dhuhur, kami dikembalikan di kelas besar, dimana semua peserta tergabung dalam 1 ruangan kembali. Dengan dipandu oleh mas Qadry, kami dikelompokkan kembali seperti pada sesi di hari kedua kemarin. Dalam kegiatan Optimalisasi PMM ini, kami diberi tugas kelompok untuk membedah satu fitur di PMM, dan menuangkan hasil diskudi kami pada kertas Plano yang disediakan. Selanjutnya, kami melakukan aktivitas Window Shoping, dimana masing-masing kelompok menampilkan hasil diskusinya pada tembok atau papan, dan membagi anggota untuk menjadi penjaga "toko", serta anggota yang lain menjadi "pembeli" atau pencari informasi dari kelompok lain.

Sangat menyenangkan, apalagi di akhir sesi, kami bermain jago suit, dimana pada akhir permainan terpilih satu jagoan suit yang memiliki anggota seluruh peserta pelatihan.. woooww... seru banget..!


Sesi 4 - Rencana Tindak Lanjut

Nah, acara terakhir ini, adalah final tugas kami sebagai peserta Upgrading Penggerak Komunitas Belajar. Kami diberi tugas untuk membuat rencana tindak lanjut dari hasil pelatihan ini. Rencana tindak lanjut ini, dibagi dalam 3 rencana, yaitu rencana jangka pendek, rencana jangka panjang dan rencana jangka menengah. Kelanjutan dari RTL yang kami susun ini, harapannya dapat dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing, dan bisa dikembangkan ke luar instansi.

Daaan, akhirnya pada pukul 17.30, kegiatan upgrading penggerak komunitas ini resmi ditutup dengan upacara penutupan yang sangat sederhana. Dan kami pun mengakhiri sesi dengan foto bersama untuk dokumentasi dan kenang-kenangan.
Sampai jumpa Surakarta... kami akan merindukan kenangan indah ini...



Sabtu, 20 Mei 2023

Sosialisasi Keamanan Siber dan Bug Bounty 2023

 Jadilah Bug Hunter Tahun 2023, Ikuti Bug Bounty Kemendikbudristek 2023

Tahun 2022 lalu, Kemendikbudristek telah berhasil menyelenggarakan Bug Bounty dengan 228 peserta dan 5 pemenang. Kali ini, Kemendikbudristek kembali mengajak para Bug Hunters untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bug Bounty 2023. Melalui kegiatan ini, para Bug Hunters diharapkan dapat mencari bugs (celah keamanan) pada aplikasi/sistem yang dimiliki unit kerja di Lingkungan Kemendikbudristek.

Event Bug Bounty 2023 ini diperuntukkan bagi kalangan insan pendidikan, yaitu guru, dosen, siswa dan mahasiswa. Tahun 2023 ini, Bug Bounty mengambil tema "Action for Prevention". Penetapan tema ini dikarenakan bahwa upaya pencegahan akan lebih baik daripada proses ketika serangan siber pada suatu aplikasi telah terjadi. Pelaksana kegiatan dan penanggungjawab pengelolaan SPBE, dalam hal ini Pusdatin (Pusat Data Teknologi dan Informasi) Kemendikbudristek ingin mengajak unit kerja di lingkungan Kemendikbudristek yang memiliki sistem atau aplikasi agar diuji layanan digitalnya kepada para Bug Hunters.

Pendaftaran Bug Bounty 2023 dibuka mulai tanggal 5 - 31 Mei 2023. Mengawali kegiatan Bug Bounty 2023 ini, telah diselenggarakan sosialisasi secara online yang diselenggarakan pada tanggal 9 Mei 2023 lalu. Rekaman sosialisasi Bug Bounty 2023 dapat disimak kembali melalui Educisrt Kemendikbudristek

Upaya untuk memberikan informasi yang lebih mendalam, Pusdatin Kemendikbudristek juga mengadakan sosialisasi di 10 Provinsi, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada sosialisasi ini, bekerjasama dengan Balai Tekkomdik Dikpora DIY dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Mei 2023. 

Dalam sambutannya, Kepala Balai Tekkomdik DIY, Rudi Prakanto, S.Pd., M.Eng mengatakan bahwa keberadaan Bug Hunters disini justru akan membantu pemilik aplikasi dalam mencari celah kelemahan sistem keamanan mereka dan mencegah pembobolan sistem yang dilakukan oleh Haters yang tidak bertanggungjawab. Dengan filosofi "AKIK" (Adaptif, Kolaboratif, Inovatif, dan Komunikatif), beliau berharap calon-calon Bug Hunters dari siswa dan mahasiswa DIY bisa meraih kejuaraan dalam kompetisi ini.

Skema pelaksanaan Bug Bounty Kemendikbudristek 2023 masih menggunakan kerangka kerja standar keamanan siber OWASP (Open Web Application Security Project) TOP 10 2021. Namun di tahun ini ada sedikit mengalami perubahan pada aspek tertentu, namun kualitas tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Pada tahun ini panitia pelaksana menggunakan metode top-down sekaligus grassroots. Metode top-down ada pada aspek dukungan kebijakan level manajemen, sedangkan metode grassroots diterapkan pada pelaksana pencarian bugs yakni masyarakat pendidikan khususnya pendidik (guru dan dosen) dan peserta didik (siswa pendidikan menengah dan mahasiswa).


Untuk mengikuti ajang harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan panitia seperti :
  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berdomisili di Wilayah Geografis Republik Indonesia
  3. Bersifat Individu tidak mewakili Badan/ Insitusi/ Lembaga/ Organisasi/ Kelompok manapun
  4. Merupakan Siswa/ Guru/ Mahasiswa/ Dosen aktif dan terdaftar didalam sistem DAPODIK atau PDDIKTI
  5. Bukan keluarga langsung pegawai Kemendikbudristek
  6. Bukan tim pengembang atau pengelola pada layanan/ sistem/ aplikasi target
  7. Berusia Min. 17 tahun (per tahun 2023)
  8. Pemenang Bug Bounty 2022 tidak diperkenankan mengikuti ajang Bug Bounty 2023
Pendaftaran yang telah dibuka pada tanggal 5 s/d 31 Mei 2023 ini dapat dilakukan secara daring melalui laman https://amanbersama.kemdikbud.go.id/. Peserta yang terdaftar akan diseleksi administrasi pada 27-28 Mei 2023 untuk kemudian mendapatkan akses ke dalam aplikasi pelaporan dan mulai mencari bugs di tanggal 29 Mei 2023 hingga 30 Juni 2023.


Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...