SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Tampilkan postingan dengan label Balai Tekkomdik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balai Tekkomdik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2025

Roadshow Webinar Assemblr EDU Provinsi DIY


Bermain, Belajar, dan Menjelajah Budaya Lewat Poster Interaktif


Menjadi bagian dari Webinar Roadshow Assemblr EDU x belajar.id adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Siang itu, saya berkesempatan berbagi inspirasi dengan para pendidik dari berbagai daerah tentang bagaimana teknologi dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Tema yang saya bawakan, “Pembuatan Poster Interaktif dengan Assemblr EDU”, menjadi jembatan untuk mengajak guru memanfaatkan kreativitas dalam menghidupkan kembali semangat belajar siswa melalui media digital yang inovatif.

Roadshow Webinar ini terselenggara atas kerjasama Assemblr EDU, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diikuti oleh kurang lebih 1500 peserta yang mendaftar melalui komunitas pada Ruang GTK. Para peserta terdiri dari guru-guru lintas jenjang, mulai jenjang PAU, SD, SMP hingga SMA/SMK. Mereka menghadiri webinar melalui zoom dan disiarkan secara langsung di 4 channel YouTube, yaitu Channel Televisi Edukasi, channel Assemblr World, channel Jogja Belajar dan channel Balai Besar GTK DIY

Acara webinar ini diawali dengan sambutan dari Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY, Bapak Dr. Adi Wijaya, S.Pd., M.A., yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Kapokja Tim Pengembang Media Pembelajaran BBGTK DIY, Ibu Suparti, S.Pd., M.Pd., selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP). Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap upaya kolaborasi yang terus dilakukan dalam mendorong pemanfaatan teknologi pendidikan. Beliau juga menekankan pentingnya pengembangan media pembelajaran yang adaptif dan kontekstual agar selaras dengan kebutuhan zaman dan karakteristik peserta didik masa kini.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Bapak Suhirman, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus secara resmi membuka acara. Beliau memberikan dorongan semangat kepada para guru untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Menurutnya, kemampuan guru dalam memanfaatkan platform digital seperti Assemblr EDU akan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan relevan bagi siswa generasi digital.

Suasana webinar terasa hangat sejak awal. Moderator, Ibu Rofiana, S.Pd., yang juga rekan Duta Teknologi Kemendikdasmen DIY tahun 2023, membuka dengan penuh semangat, dan para peserta menyimak dengan rasa ingin tahu yang besar. Saya pun memulai sesi dengan sebuah pantun sederhana yang membawa nuansa Yogyakarta—kota yang selalu penuh makna dan budaya. Pantun itu berhasil mencairkan suasana dan menghadirkan senyum di wajah para peserta. Dari sana, saya mengajak mereka memasuki dunia Assemblr EDU, sebuah platform yang memadukan teknologi 3D dan Augmented Reality dalam pembelajaran.


Melalui pendekatan storytelling, saya bercerita tentang tantangan yang sering dihadapi guru dalam menyiapkan media pembelajaran yang menarik dan efektif. Saya menggambarkan bagaimana Assemblr EDU bisa menjadi solusi yang praktis, mudah digunakan, dan tentu saja menyenangkan. Dengan hanya beberapa langkah sederhana, guru bisa membuat media yang interaktif—baik untuk menjelaskan konsep abstrak, memperkaya materi, maupun mengajak siswa membuat karya digital mereka sendiri.

Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika saya menunjukkan contoh penerapan Assemblr EDU dalam pembelajaran Seni Budaya. Saya menampilkan model Rumah Joglo dalam bentuk 3D yang bisa dipindai menggunakan QR code. Para peserta terlihat antusias membayangkan bagaimana siswa dapat mempelajari filosofi arsitektur Jawa secara langsung melalui visual yang hidup. Di sinilah saya merasa, teknologi benar-benar bisa membantu kita menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna tanpa kehilangan nilai-nilai budaya lokal.

Selain memperkenalkan fitur-fiturnya, saya juga menekankan pentingnya peran guru dalam mengarahkan teknologi agar tetap berpihak pada siswa. Assemblr EDU hanyalah alat—dan gurulah yang menghidupkan alat itu dengan sentuhan pedagogik, nilai, serta kreativitasnya. Saya mengajak peserta untuk tidak takut mencoba, karena setiap eksplorasi baru selalu membuka ruang pembelajaran yang lebih luas, baik bagi siswa maupun guru itu sendiri.

Sesi webinar diakhiri dengan pantun penutup yang membawa semangat kolaborasi dan inovasi. Saya menutup dengan pesan bahwa belajar hari ini bukan sekadar memahami isi buku, tetapi juga merasakan pengalaman, berinteraksi, dan menciptakan sesuatu yang bermakna. Semoga melalui Assemblr EDU, semakin banyak guru yang berani menghadirkan ruang belajar yang hidup, kreatif, dan menggembirakan bagi generasi masa depan.

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim penyelenggara, terutama Tim Assemblr EDU dan Komunitas Guru Penggerak serta Duta Teknologi DIY, yang telah bekerja sama dengan penuh semangat dan dedikasi. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada BBGTK DIY dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY atas dukungan dan kepercayaannya. Semoga sinergi dan semangat kolaborasi ini terus tumbuh, melahirkan lebih banyak ruang belajar yang inovatif dan berdaya bagi pendidikan Indonesia.



Rabu, 23 April 2025

Webinar Series#4 Balai Tekkomdik 2025

AI untuk Pembelajaran Mendalam: Refleksi Saya dari Webinar Series #4 Balai Tekkomdik DIY

Tanggal 23 April 2025 menjadi salah satu momen berharga dalam perjalanan saya sebagai pendidik sekaligus Duta Teknologi. Pada hari itu, saya mendapatkan kehormatan menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Series #4 yang diselenggarakan oleh Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) DIY, dengan tema “AI untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Jogja Belajar. Saya berbagi panggung virtual dengan rekan sesama Duta Teknologi DIY yang luar biasa, Yovita Della Carolina, yang turut memperkaya diskusi dengan pengalaman dan praktik baik dari kelasnya.

Mengajak Guru Melampaui Sekadar Teknologi

Dalam sesi saya, saya mengangkat pertanyaan utama:
"Apakah AI hanya sekadar alat bantu, atau bisa menjadi jembatan menuju pembelajaran yang lebih bermakna?"

Melalui pemaparan saya, saya mencoba membingkai Artificial Intelligence (AI) bukan hanya sebagai teknologi canggih yang memukau, tetapi sebagai alat yang dapat digunakan guru untuk memperdalam pemahaman siswa, memfasilitasi refleksi, dan merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan personal.

Saya membagikan beberapa praktik yang saya lakukan di kelas Seni Budaya, seperti penggunaan AI generatif untuk membuat video pembelajaran berbasis minat siswa, serta memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis hasil refleksi siswa dan mengembangkan umpan balik yang lebih tepat sasaran.

Deep Learning Bukan Sekadar Mendalam, Tapi Membumi

Diskusi kami berkembang ke arah bagaimana AI bisa mendukung pendekatan deep learning, yaitu pembelajaran yang mendorong siswa untuk:
  1. mengaitkan pengetahuan dengan pengalaman,
  2. berpikir kritis dan reflektif,
  3. membangun makna secara aktif,
  4. dan merasakan relevansi antara pelajaran dan dunia nyata.

Saya menekankan bahwa teknologi hanyalah kendaraan, sedangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kedekatan guru-siswa tetap menjadi pengemudinya.

Interaksi Virtual yang Hangat dan Penuh Gagasan

Walaupun webinar ini dilaksanakan secara daring, interaksinya tetap terasa hangat. Pertanyaan-pertanyaan dari peserta menggambarkan semangat yang tinggi untuk menjelajahi dunia AI dalam pendidikan:

“Bagaimana memulai integrasi AI dalam pembelajaran tanpa harus ahli teknologi?”
“Apakah AI bisa membantu asesmen yang lebih mendalam dan humanis?”
“Bagaimana menghindari ketergantungan dan tetap menjaga peran aktif guru?”

Diskusi bersama Mbak Yovita juga sangat memperkaya. Beliau menampilkan praktik integrasi AI dari sudut pandang guru mata pelajaran eksakta, yang melengkapi pendekatan saya dari sisi seni dan humaniora.

Membangun Masa Depan, Mulai dari Sekarang

Saya menutup sesi dengan pesan sederhana tapi penting:
AI tidak menggantikan guru. Tapi guru yang terbuka pada pembelajaran baru—dan yang bisa memanfaatkan teknologi untuk menguatkan esensi pendidikan—akan menjadi agen perubahan sejati.

Terima kasih kepada Balai Tekkomdik DIY yang telah menyediakan ruang pembelajaran terbuka, inklusif, dan kolaboratif ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, mendorong ekosistem pendidikan yang cerdas secara teknologi dan hangat secara nilai.
Mari terus belajar, tumbuh, dan menciptakan makna di tengah tantangan zaman.

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...