SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Tampilkan postingan dengan label Semester 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semester 2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2024

Manajemen Pertunjukan Seni Tari

Manajemen Pertunjukan Seni Tari

Materi Seni Tari Semester Genap

1. Pengertian Manajemen Pertunjukan Seni Tari

Manajemen pertunjukan seni tari adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu dalam penyelenggaraan pertunjukan tari. Manajemen ini mencakup berbagai aspek mulai dari konsep, persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi pertunjukan.

2. Komponen Utama dalam Manajemen Pertunjukan Seni Tari

a. Perencanaan

Perencanaan adalah tahap awal yang melibatkan penentuan tujuan, tema, dan konsep pertunjukan. Dalam tahap ini, manajer pertunjukan bekerja sama dengan koreografer, penari, dan tim kreatif untuk menyusun rencana yang detail, termasuk:
    1. Penentuan Tema dan Konsep: Menentukan tema yang akan diusung dalam pertunjukan dan konsep artistik yang ingin ditampilkan.
    2. Pembuatan Jadwal: Menetapkan jadwal latihan, teknis dan hari pertunjukan.
    3. Anggaran: Merencanakan anggaran yang mencakup biaya produksi, honorarium penari, promosi, dan biaya tak terduga.
b. Pengorganisasian

Pada tahap ini, manajer mengatur segala aspek yang diperlukan untuk mewujudkan rencana. Ini mencakup:
    1. Tim Produksi: Membentuk tim yang terdiri dari koreografer, penata musik, penata panggung, penata cahaya, dan tim teknis lainnya.
    2. Lokasi: Memilih dan memesan tempat pertunjukan yang sesuai.
    3. Perlengkapan dan Kostum: Menyediakan semua kebutuhan perlengkapan dan kostum untuk penari.
c. Pengarahan

Pengarahan melibatkan kepemimpinan dan koordinasi di antara tim produksi dan penari untuk memastikan semua pihak bekerja sesuai rencana. Aktivitas dalam tahap ini antara lain:
    1. Latihan Intensif: Mengarahkan dan memantau latihan untuk memastikan penari siap untuk tampil.
    2. Koordinasi Tim: Memastikan semua anggota tim memahami tugas dan tanggung jawab mereka.
d. Pengawasan

Pengawasan bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek pertunjukan berjalan sesuai rencana dan mengatasi masalah yang muncul. Ini mencakup:

    1. Pengawasan Latihan: Memantau latihan dan memberikan umpan balik.
    2. Penilaian Kinerja: Menilai penampilan selama latihan dan memberikan saran perbaikan.
    3. Evaluasi Pasca Pertunjukan: Melakukan evaluasi keseluruhan setelah pertunjukan selesai untuk menilai keberhasilan dan mencari area untuk perbaikan di masa depan.

3. Tahap-Tahap dalam Penyelenggaraan Pertunjukan Tari

a. Pra-Produksi
    1. Konsep dan Perencanaan: Mengembangkan ide dasar dan tujuan pertunjukan.
    2. Pengembangan Skenario: Menulis naskah atau skenario yang jelas.
    3. Rekrutmen dan Pelatihan: Merekrut penari dan memberikan pelatihan yang diperlukan.
b. Produksi
    1. Latihan dan Rehearsal: Melakukan latihan rutin dan gladi bersih.
    2. Persiapan Teknis: Menyiapkan semua aspek teknis termasuk pencahayaan, sound system, dan tata panggung.
    3. Promosi dan Publisitas: Mempromosikan pertunjukan untuk menarik penonton.
c. Pertunjukan
    1. Pelaksanaan Pertunjukan: Menjalankan pertunjukan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
    2. Manajemen Penonton: Mengelola penonton, mulai dari penjualan tiket hingga pengaturan tempat duduk.
d. Pasca Produksi
    1. Evaluasi: Mengevaluasi keseluruhan pertunjukan dan mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan.
    2. Laporan Keuangan: Membuat laporan keuangan yang mencakup semua pengeluaran dan pendapatan.
    3. Dokumentasi: Mendokumentasikan pertunjukan untuk keperluan arsip dan referensi masa depan.

4. Tantangan dalam Manajemen Pertunjukan Seni Tari

a. Pengelolaan Anggaran

Mengelola anggaran dengan bijak untuk memastikan semua aspek pertunjukan dapat terlaksana tanpa kekurangan dana.

b. Koordinasi Tim

Mengkoordinasikan berbagai elemen tim produksi yang terdiri dari individu dengan berbagai keahlian dan latar belakang yang berbeda.

c. Promosi dan Pemasaran

Mempromosikan pertunjukan untuk memastikan penjualan tiket yang memadai dan mendatangkan penonton.

d. Penanganan Teknis

Mengatasi masalah teknis yang mungkin terjadi selama persiapan dan pelaksanaan pertunjukan.

5. Kesimpulan

Manajemen pertunjukan seni tari adalah proses yang kompleks dan membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta evaluasi yang mendalam. Dengan manajemen yang efektif, sebuah pertunjukan tari dapat menjadi sukses dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi penontonnya.

Selasa, 16 Mei 2023

Materi Pameran Karya Seni (KD 3.10.1)

Pameran Karya Seni


A. Pengertian Pameran Seni

Pameran adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap pelaku seni.

Kegiatan ini dapat menguji kemampuan seorang seniman sebagai media komunikasi bagi para pelaku seni untuk dapat memerhatikan atau menunjukkan hasil-hasil karya seninya kepada orang banyak sebagai apresiator

Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan atau menunjukan hasil karya seni rupa atau hasil produksi kepada masyarakat luas.
Pameran adalah cara untuk melakukan komunikasi antara pencipta karya dan penikmat karya seni rupa.
Pameran bersifat Statis/diam : Pameran lukisan, pameran patung, pameran bunga.

B. Tujuan Pameran

Secara umum, tujuan pameran adalah untuk keperluan edukatif, komunikatif, kompetitif, dan sosial.

Tujuan yang dapat dicapai melalui sebuah pameran karya seni rupa di lingkungan pendidikan meliputi hal – hal sebagi berikut :
a. Menumbuhkan rasa percaya diri untuk menampilkan karyanya di hadapan publik secara luas.
b. Membiasakan diri untuk bersikap sportif, dalam arti dituntut untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab atas hasil kerja dan kemampuan kita sendiri.
c. Mengembangkan sikap apresiasi serta kreasi seni dikalangan para siswa.
d. Memperluas wawasan dan pengtahuan berorganisasi melalui pameran
e. Kita memiliki kesempan untuk memperkenalkan diri sebagai perupa atau perkriya ( Pencipta karya seni rupa dan seni kriya ).


C. Fungsi Pameran Seni

a. Sebagai media untuk berekpresi diri, berkomunikasi, pengembangan bakat, dan apresiasi.
b. Mengembangkan kepekaan terhadap alam sekitar dan menambah kehalusan budi pekerti.
c. Sebagai media ekspresi diri bagi pembuat karya seni.
d. Sebagai media pengembang bakat.Makin banyak kesempatan untuk pameran, makin banyak latihan untuk mengasah bakat seniman dan makin banyak yang dihasilkan.
e. Media komunikasi antara pencipta karya seni dengan penikmatnya. Seniman menyampaikan sesuatu ide dan pesan lewat karyanya dan kemudian di tangkap oleh penikmat seni yang melihat pameran.
f. Media apresiasi seni. Apresiasi merupakan kegiatan yang meliputi pengamatan, penghayatan, penilaian, dan penghargaan terhadap sesuatu.


D. Kedudukan Pameran Karya Seni

Pameran karya merupakan akhir dari sebuah proses berkarya agar karya – karya yang dibuat dapat di apresiasi oleh orang lain secara lebih luas. Selama beberapa pelajaran yang telah dilaksanakan, tentulah telah cukup karya yang dihasilkan, baik karya – karya seri rupa dua dimensi maupun karya seni rupa tiga dimensi, baik karya seni kriya maupun karya seni murni.

Meskipun bentuk bentuk karya nasih terbatas, mungkin saja ditemukan penumuan – penumuan menarik yang telah dilakukan oleh para siswa lainnya sehingga sepantasnya pameran karya ini dilakukan.

Pameran seni merupakan komunikasi estetis, yaitu wahana komunikasi antara pencipta ( kreator) dan khayalak sebagai apresiator. Pada kesempatan ini kita belajar komunikasi dengan cara khayalak pengunjung pameran melalui media seni rupa.

E. Jenis Pameran Seni

a. Pameran tunggal
yaitu pameran yang dilakukan oleh perorangan dan biasanya hanya menampilkan karya seni dari satu orang seniman.

b. Pameran kelompok
yaitu menyebut pameran yang dilakukan oleh sekelompok seniman.

c. Pameran restospeksi
yaitu pameran sejaran perjalanan seorang seniman dalam berkarya dan dilakukan oleh perorangan.
Pameran restospeksi dapat berisi karya seni lukis, seni patung, kramik, grafis, atau karya seni lainnya atas nama perorangan.

d. Pameran desain
yaitu pameran desain atau pameran produk kerajinan seperti arsitektur, pameran hasil riset produk, pameran kriya, pameran furnitur, pameran produk elektonik, pameran otomotif, pameran perhiasan, pameran produk pelengkap rumah sakit, dan sebagainya

e. Pameran Homogen
Adalah pameran yang menyajikan 1 macam/jenis karya seni saja

f. Pameran Haterogen
Adalah pameran yang menyajikan berbagai macam jenis dan bentuk karya seni, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi

g. Pameran Tetap/Permanen
adalah Pameran yang waktu dan tempat penyelenggaraannya serta koleksi karya yang dipamerkan tidak berubah/menetap, sebagai usaha seniman untuk menggelar karyanya. contohnya adalah galery seniman

h. Pameran Temporer
adalah pameran yang disilenggarakan sementara, untuk merayakan atau memperingati sesuatu. contohnya pameran seni dalam rangka hari pendidikan


F. Tahapan Merencanakan Pameran

1.Menentukan Tujuan

Langkah awal yang harus di perhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan dulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, social atau kemanusiaan.

2.Menentukan Tema Pameran

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran di rumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai, dengan adanya tema akan memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Setelah rumusan pameran dan tema telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitian pameran.

3.Menetapkan Kepanitian

Susunan panitia dalam suatu pameran selengkapnya sebenarnya dapat bervariasi, tetapi yang penting staf panitia inti yang akan memperlancar jalannya pameran

4.Menetapkan waktu

Pada lingkungan pendidikan, waktu pelaksanaan pameran karya siswa akan berkaitan langsung dengan rangkaian proses pembelajaran. Oleh karena itu, penetapan pameran karya siswa ini akan di tentukan oleh pihak sekolah melalui guru mata pelajaran.

5.Menetapkan tempat pameran

Tempat pameran yang di pilih hendaknya merupakan tempat yang srategis. Tempat tersebut harus mudah dilalui pengunjung, memilikki sirkulasi udara yang cukup baik, seta sedapat mungkin mendapat keprcayaan yang cukup ( sebaiknya cayaha matahari ). Untuk ini kita dapat menggunakan aula sekolah atau ruang kelas yang di tata sedemikian rupa.

6.Menyusun Agenda Kegiatan

Penyusunan agenda kegiatan dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan di susun dalam table dengan mencantukan komponen jenis kegiatan dan waktu ( Biasanya dalam bulan, minggu, dan tanggal ).

F. Tahapan Merencanakan Pameran

1.Menentukan Tujuan

Langkah awal yang harus di perhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan dulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, social atau kemanusiaan.

2.Menentukan Tema Pameran

Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran di rumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai, dengan adanya tema akan memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Setelah rumusan pameran dan tema telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitian pameran.

3.Menetapkan Kepanitian

Susunan panitia dalam suatu pameran selengkapnya sebenarnya dapat bervariasi, tetapi yang penting staf panitia inti yang akan memperlancar jalannya pameran

4.Menetapkan waktu

Pada lingkungan pendidikan, waktu pelaksanaan pameran karya siswa akan berkaitan langsung dengan rangkaian proses pembelajaran. Oleh karena itu, penetapan pameran karya siswa ini akan di tentukan oleh pihak sekolah melalui guru mata pelajaran.

5.Menetapkan tempat pameran

Tempat pameran yang di pilih hendaknya merupakan tempat yang srategis. Tempat tersebut harus mudah dilalui pengunjung, memilikki sirkulasi udara yang cukup baik, seta sedapat mungkin mendapat keprcayaan yang cukup ( sebaiknya cayaha matahari ). Untuk ini kita dapat menggunakan aula sekolah atau ruang kelas yang di tata sedemikian rupa.

6.Menyusun Agenda Kegiatan

Penyusunan agenda kegiatan dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan di susun dalam table dengan mencantukan komponen jenis kegiatan dan waktu ( Biasanya dalam bulan, minggu, dan tanggal ).

G. Kepanitiaan Pameran

a. Ketua panitia, merupakan koordinator kegiatan, yang bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut kelancaran pameran.
b. Sekretaris, bertugas membantu ketua dalam masalah administrasi
c. Bendahara, mengatur keuangan pameran, mencatat pemasukan dan pengeluaran uang.
d. Seksi – seksi yang terdiri atas:
1. Seksi publikasi membertahu pada khalayak umum dalam bentuk poster, spanduk atau surat pemberitahuan kepada orang tua siswa.
2. Seksi pelengkapan mengusahakan peralatan yang diperlukan.
3. Seksi dekorasi mengatur ruangan,tata letak hasil karya yang di pamerkan.
4. Seksi konsumsi mengatur penyedian konsumsi bagi para petugas pameran selama berlangsungnya kegiatan.
5. Seksi P3K menyiapkan obat – obatan dan sarana kesehatan lainnya selama pameran.
6. Seksi dokumentasi membuat foto – foto ( Mengabdikan ) peristiwa pameran, membuat cacatan penting untuk di simpan sebagai arsip sekolah.
7. Seksi keamanan menjaga ketertiban waktu pameran,menjaga dan mengamankan hasil karya.


H. Perlengkapan Pameran

a. Ruang pameran

Ruangan yang dapat digunakan dalam kegiatan pameran seni rupa di sekolah bias menggunakan aula atu ruangan kelas. Penataan ruang dapat dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi.

b. Meja

Meja dapat digunakan untuk meja penerima tamu dan dapat juga pula digunakan sebagai dasar penyimpanan tiga karya domensial seperti patung atau barang kerajinan lainnya.

c. Buku Tamu

Bukti tamu ( berisi: no,nama,alamat,/asal kelas/asal sekolah, dan tanda tangan).dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang mengunjungi pameran.

d. Buku Kesan dan Pesan

Buku kesan dan pesan ( berisi : tanggal, tanggapan pribadi pengunjung, identitas seperlunya ) berguna sebagai masukan terhadap penyelenggaraan pameran.

e. Panel

Berfungsi menempelkan karya seni dua dimensi seperti: lukisan, gambar, dan sebaginya. Panel juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan.

f. Poster atau Brosur

Media ini digunakan untuk menginfomasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian sebelum pelaksanaan pameran dilakukan, poster dan brosur sudah digunakan sebagai media informasi.

g. Katalog

Berisi identitas seniman dan karya serta koratorial penyelenggaraan pameran, berfungsi sebagi penjelasan mengenai hal ikhwal seniman dan karya seni yang dipamerkannya.

h. Folder

Berisi judul lukisan dan harga lukisan jika dijual membantu guide untuk menjelaskan kepada pengunjung pameran.

i. Lampu Penerangan

Lampu ini digunakan untuk memperjelas karya yang dipamerkan. Lampu ini dipasang di setiap papan pamer ( Panel ) atau plafon. Pemasangan lampu dan pemilihan jenis lampu untuk memperjelas karya sehingga lampu dan penetapannya harus diatur dan dipili sedimikian rupa agar tidak menyilaukan.

j. Sound System

Sound system digunakan dalam acar pembukaan, dan untuk diperdegarkan music insrumentalia berirama lembut selama pameran berlangsung yang berfungsi untuk mendukung suasana pameran sehingga pengunjung merasa lebih nyaman ketika mengapresiasi kaya yang dipamerkan.

Selasa, 14 Maret 2023

Materi Evaluasi & Kritik Karya Seni (KD 3.9.1)

Evaluasi dan Kritik Karya Seni

A. Pengertian Evaluasi

Evaluasi merupakan proses atau bentuk penghargaan dan penilaian terhadap suau hal yang berhubungan dengan karya seni dan karya sastra. Dalam proses evaluasi terdapat apresiasi didalamnya.
Kegiatan Apresiasi seni meliputi dua hal yaitu bersifat pengenalan terhadap Karya Seni dan menuntut adanya pengamatan Seni secara mendalam yang berisi proses pengamatan, penalaran, penafsiran dan mengevaluasi atau mengkritik suatu karya seni.

B. Pengertian Kritik Seni

Istilah “kritik seni”, dalam bahasa Indonesia, sering disebut dengan istilah “ulas seni”, “kupas seni”, “bahas seni” atau “bincang seni”.
Pada umumnya istilah “kritik seni” terkait dengan masalah seni, dan bertujuan mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasi, dan menilai karya seni (Nooryan Bahari, 2014: 2-3).

Kritik seni adalah kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni. Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan ini dipergunakan dalam berbagai aspek, terutama untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya.
Kritik karya seni tidak hanya meningkatkan kualitas pemahaman dan apresiasi terhadap sebuah karya seni, tetapi juga dipergunakan sebagai standar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil berkarya seni.

Tanggapan dan penilaian yang disampaikan oleh seorang kritikus ternama sangat mempengaruhi persepsi penikmat terhadap kualitas sebuah karya seni bahkan dapat mempengaruhi penilaian ekonomis (harga jual).

C. Kritik dalam Seni Rupa

Dalam kritik karya seni rupa kritikus dapat memberikan tanggapan dan evaluasi berdasarkan aspek-aspek simbol, jenis, fungsi, dan nilai estetis yang terdapat dalam karya tersebut. Mengeritik sebuah karya seni rupa tidak bertujuan untuk mencari-cari kesalahan, kekurangan atau kelemahan sebuah karya seni rupa. Pada dasarnya melalui kegiatan kritik karya seni rupa dapat belajar memberikan penilaian secara objektif terhadap kualitas karya seni, untuk meningkatkan kualitas wawasan, tanggapan dan kepekaan kamu terhadap karya seni.

Hasil tanggapan dan evaluasi terhadap karya diharapkan mendorong perupa untuk meningkatkan kualitas karyanya. Untuk dapat memberikan apresiasi dapat dilakukan dengan mengamati unsur-unsur dalam sebuah karya.

D. Unsur yang diamati dalam Kritik Seni Rupa

Beberapa unsur yang dapat diamati antara lain sebagai berikut:
1. Simbol
Dalam senirupa kata simbol dapat diartikan sebagai makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik pada wujud objeknya maupun pada unsur-unsur seni rupanya.

Misalnya unsur warna hijau yang dominan adalah simbol kesuburan.
Patung dengan objek kuda sebagai simbol kegagahan.

Secara konseptual kata simbol memiliki pengertian:
a. Sesuatu yang biasanya adalah tanda yang mengantikan gagasan atau objek tertentu
b. Kata, tanda, atau isyarat yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain
c. Mewakili kesepakatan, persetujuan atau kebiasaan.
d. Suatu tanda konvensional yaitu sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau induvidu-induvidu tertentu yang kurang lebih standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu.

2. Jenis
Jenis karya seni rupa sangat beragam.
Pengelompokkan jenis karya seni rupa dapat dilakukan berdasarkan teknik pembuaan, bahan dan medium objek, tema, isi pesan dan gaya pengungkapannya
Beberapa teknik dalam karya seni rupa dua dimensi yaitu
a. Linier yaitu cara menggambar dengan teknik menutup objek dengan garis
b. Blok yaitu menutup obyek lukis dengan satu warna
c. Arsir menutup objek lukis dengan pulasan garis sejajar atau menyilang
d. Dusel yaitu membuat elap atau terang objek lukis dengan goresan miring menggunakan pensil
e. Pointilis menghitamkan obyek lukis dengan titik-titik
f. Aquarel menggunakan sapuan tipis cat air
g. Plakat yaitu menggunakan sapuan tebal dengan cat minyak

Adapun teknik dalam karya seni rupa tiga dimensi yaitu teknik pahat, teknik butsir, teknik cor, teknik las, dan teknik cetak.

3. Fungsi
Jenis karya senirupa dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya.
Berdasarkan fungsinya karya seni rupa dikelompokkan menjadi karya senirupa murni dan seni rupa terapan.

4. Nilai Estetis
Nilai estetis secara umum dimaknai sebagai nilai keindahan dari sebuah karya seni rupa. Nilai estetis pada karya seni rupa dapat dilihat dari unsur-unsur senirupa yang terdapat pada sebuah karya seni rupa, dan juga prinsip-prinsip seni rupa. Unsur-unsur karya seni rupa misalnya warna, bangun, bidang, tekstur, garis dan sebagainya.

Secara umum untuk mengevaluasi/mengkritisi karya seni harus memahami dahulu seluk belu karya seni serta peka terhadap unsur estetiknya.

Kamis, 02 Februari 2023

Materi Karya Seni Rupa Terapan (KD 3.8.2)

Seni Rupa Terapan

A. Pengertian Seni Rupa Terapan

Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang mana mengandung nilai fungsi tertentu disamping nilai seni yang dimilikinya. (Wikipedia)

B. Sejarah Seni Rupa Terapan

Diusut ke masa lalu, seni rupa terapan sebenarnya sudah akrab dari zaman nenek moyang bangsa Indonesia dimasa silam. Sejarah telah membuktikan, pada zaman prasejarah orang-orang di masa lalu telah menggunakan berbagai pernak-pernik perlengkapan yang mempunyai nilai seni tinggi dalam kehidupan sehari-harinya. Beberapa diantaranya adalah kapak batu, tulang untuk berburu, dolmen, nekara, moko, bejana dan lain sebagainya. Seiiring waktu berjalan, seni rupa terapan secara turun temurun diwariskan ke masyarakat kita di masa sekarang. Dalam berbagai aspek kesenian seperti seni dekorasi, seni arsitektur, seni ilustrasi, seni grafis, seni terapan telah melebur.

C. Fungsi Seni Rupa Terapan

Fungsi dari karya seni rupa terapan dapat dibedakan menjadi dua fungsi, yaitu:
1. Fungsi Estetis
Fungsi Estetis merupakan fungsi yang hanya ditujukan sebagai benda hias, contohnya karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding, benda kerajinan, topeng, dan vas bunga.
2. Fungsi Praktis
Fungsi praktis merupakan karya seni yang tujuan utama pembuatannya adalah sebagai benda pakai. Contohnya perabotan rumah tangga, meja, kursi dan tekstil.

Topeng Batik Kayu termasuk Karya Seni Rupa Terapan
dengan fungsi estetis

Rak Kayu merupakan Karya Seni Rupa Terapan
dengan fungsi praktis

Jam Ukir merupakan Karya Seni Rupa Terapan
dengan fungsi estetis dan praktis

D. Jenis-Jenis Seni Rupa Terapan

Jenis Seni Rupa Terapan dibedakan berdasarkan:
1. Bentuknya
2. Wujudnya
3. Asalnya

Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, karya seni rupa terapan dibedakan menjadi lima kategori, yaitu:

1. Rumah Adat

Rumah adat adalah rumah yang dibuat berdasarkan adat yang dianut suatu suku. Indonesia memiliki bentuk rumah adat yang beranekaragam. Jika dilihat struktur bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka dapat dibedakan berdasarkan bangunan yaitu berdasarkan atapnya, ragam hiasannya, bentuk dan bahan baku pembuatannya. Seperti misalnya rumah beratap joglo di Jawa, rumah beratap gonjong di Minangkabau, Rumah panggung di Kalimantan dan Lampung.

2. Senjata Tradisional

Fungsi senjata pada masa lalu berbeda dengan penggunaan senjata tradisional saat ini. Senjata tradisional sekarang ini lebih sering dipakai sebagai peralatan untuk bekerja. Ada juga yang menggunakannya sebagai perlengkapan ritual, perlengkapan pakaian adat, pertunjukan seni tradisional, dan sebagai benda hias. Contohnya adalah Celurit dari Madura, Pasa Timpo dari Sulawesi Tengah, Kujang dari Jawa Barat, Mandau dari Kalimantan.

3. Transportasi Tradisional

Transportasi tradisional yang mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat ditemui di wilayah Nusantar. Misalnya perahu, kereta kuda, pedati dan becak.
4. Seni Kriya
Seni kriya sangat luas, tetapi secara garis besar dapat dibagi menjadi 4 kelompok, antara lain.
  • Seni Pahat: misalnya kursi yang dipahaat, diukir sebagai tempat duduk.
  • Seni Tekstil: Tenun, kain songket yang dapat digunakan untuk menutupi tubuh dan sebagai hiasan dinding.
  • Kriya Anyaman: Topi anyam yang dapat dipakai dan dijadikan hiasan dinding.
  • Kriya Keramik: Vas bunga, guci, cangkir antik yang dapat dijadikan hiasan dirumah.

5. Arsitektur Bangunan

Arsitektur bangunan di Indonesia sangat beranekaragam. Seni rupa terapan terlihat dari berbagai arsitektur bangunan di Indonesia. Seperti Candi yang merupakan salah satu contoh arsitektur bangunan di Indonesia yang menerapkan seni rupa terapan

Berdasarkan Wujudnya

Berdasarkan wujudnya seni rupa terapan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
• Seni Rupa Terapan 2 Dimensi: Yaitu seni rupa terapan yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar. Contoh batik, wayang kulit, dan tenun.

• Seni Rupa Terapan 3 Dimensi: Yaitu seni rupa terapan yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan kedalaman. Contoh patung, senjata tradisional, rumah adat dan lain sebagainya.

Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan Asalnya seni rupa terapan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Seni Rupa Terapan Nusantara: Merupakan seni rupa terapan yang asalnya dari nusantara dan diwariskan secara turun temurun melalui budaya. Contohnya Rumah adat, pakaian adat, senjata tradisional, alat transportasi tradisional dan lain sebagainya.
  • Seni Rupa Terapan Modern: Merupakan seni rupa terapan yang asalnya dari kebudayaan modern masa kini. Contohnya adalah lukisan modern dengan aliran seni rupa tertentu dan lain sebagainya.

E. Contoh Karya Seni Rupa Terapan

1. Peralatan Rumah Tangga

Peralatan rumah tangga ini merupakan salah satu contoh dari karya seni terapan. Contoh peralatan rumah tangga yang juga sebagai seni adalah kursi, meja dan tempat tidur.
Sudah pasti, semua peralatan itu memiliki fungsi namun juga diperindah dengan seni untuk mempercantik rumah. Peralatan tersebut dihias dan ditata sesuai keinginan yang punya rumah.

2. Pakaian

Contoh seni rupa terapan yang paling bisa dikenal adalah pakaian. Pakaian jelas digunakan manusia sebagai bahan sandang di kehidupan sehari-hari.
Saat ini pakaian bukan hanya sekedar kebutuhan sandang, dengan beragam model dari bentuk hingga gambar yang menghiasi ini sangat mempercantik modelnya dan bisa disebut sebagai karya seni rupa ini.

3. Poster

Poster juga termasuk salah satu contoh dari karya seni rupa. Meskipun bentuk poster hampir sama seperti lukisan berupa gambar dua dimensi, namun poster bukan merupakan seni rupa murni.
Poster juga memiliki tujuan yaitu untuk mengajak atau menghimbau masyarakat luas. Tujuannya ini yang membuat poster menjadi seni rupa terapan.

4.Perhiasan

Perhiasan juga salah satu bentuk karya seni rupa. Sederhananya perhiasan sendiri masuk ke dalam ketagori contoh karya yang mengedepankan nilai keindahan daripada kegunaan.
Bahkan, tidak jarang sebuah berlian, emas dan lainnya hanya dijadikan pajangan. Namun, lebih banyak yang memakai sebagai benda penghias di diri manusia.



Senin, 16 Januari 2023

Materi Aliran Seni Rupa Mancanegara (KD 3.7.3)

 Macam-Macam Aliran Seni Rupa Mancanegara

Aliran seni lukis adalah gaya, genre atau paham khas yang diikuti oleh individu atau kelompok tertentu dalam menciptakan karya seni lukis. Aliran yang dimaksud ini dapat berupa gagasan pokok yang dicetuskan oleh seseorang, atau mengalir alami muncul sendiri dalam perkembangan seni lukis.

1. Aliran Realisme

Yaitu aliran yang menampilkan karya lukis apa adanya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari - hari dan berusaha agar lukisan seperti nyatanya tanpa ada tambahan lain

Ciri-Cirinya:
  1. Kebanyakan menampilkan tentang kehidupan sehari - hari.
  2. Lukisan apa adanya.
  3. Lukisan juga terlihat menyatu antara objek satu dengan objek lainnya.

Tokohnya Adalah:

  1. Gustove Corbert
  2. Fransisco de Goya
  3. Honore Umier

2. Aliran Surealisme

Yaitu aliran yang erat kaitannya dengan dunia fantasi, seolah - olah kita melukis dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme juga biasanya memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis serta seperti khayalan

Ciri-Cirinya:
  1. Lukisan aneh dan asing.
  2. Penuh dengan fantasi dan khayalan
Tokohnya Adalah:
  1. Joan Miro
  2. Salvador Dali
  3. Andre Masson
  4. Sudiardjo
  5. Amang Rahman

3. Aliran Romantisme


Adalah aliran yang berusaha menampilkan suatu lukisan dengan fantastik dan indah. Aliran ini menampilkan tentang suatu hal yang bersifat romance, seperti suatu pemandangan alam, tragedi, ataupun sejarah.

Ciri-Cirinya:
  1. Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
  2. Penuh gerak dan dinamis.
  3. Warna bersifat kontras dan meriah.
  4. Pengaturan komposisi dinamis.
  5. Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
  6. Kedahsyatan melebihi kenyataan
Tokohnya Adalah:
  1. Eugene Delacroix
  2. Theodore Gericault
  3. Jean Baptiste

4. Aliran Naturalisme

Adalah aliran yang berusaha menampilkan suatu objek lukisan secara alami. Aliran naturalisme ini memang mirip dengan realisme, bedanya naturalisme memiliki suatu tambahan agar menjadi lebih indah

Ciri-Cirinya:
  1. Kebanyakan bertemakan tentang alam
  2. Memiliki teknik gradasi warna
  3. Memiliki susunan perbandingan. perspektif, tekstur, perwarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin
Tokohnya Adalah:
  1. John Constable
  2. Jean-Baptiste-Camille Corot
  3. Theodore Rousseau
  4. Thomas Cole
  5. Frederic Edwin Church
  6. Ilya Repin

5. Aliran Impressionisme

Adalah seni yang berusaha menampilkan kesan yang ditangkap objek. Aliran Impresionisme juga biasanya memiliki gambar yang agak kabur dan tidak mendetail.

Ciri-Cirinya:
  1. Goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya.
  2. Warna didapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Diharapkan warna tercampur secara optis oleh retina.
  3. Bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer (Hitam tidak digunakan sebagai bayangan).
  4. Cat tidak ditunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya.
  5. Pengolahan sifat transparansi cat dihindari.
  6. Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian diterapkan di dalam lukisan.
  7. Dikerjakan di luar ruangan (en plein air)
Tokohnya Adalah:
  1. Claude Monet
  2. Aguste Renoir
  3. Casmile Pissaro
  4. Sisley
  5. Edward Degas
  6. Mary Cassat

6. Aliran Ekspresionisme

Adalah suatu aliran yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam (baik objeknya maupun senimannya)


Ciri-Cirinya:
  1. Lebih banyak mengungkapkan jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia seseorang
  2. Ungkapan isi hati seseorang.
  3. Imajinasi seseorang
  4. Pemilihan Warna diutamakan
  5. Ekspresionisme menjaga jiwa dan menemukan ‘Sturm und Drang' dan pancarannya keluar merupakan media yang baik untuk melukiskan emosinya kepada orang lain
Tokohnya Adalah:
  1. Vincent Van Gogh
  2. Paul Gaugiuin
  3. Ernast Ludwig

7. Aliran Abstrakisme

Aliran yang menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Aliran ini dibedakan menjadi 2 yaitu abstrak kubistis dan non-figuratif

Ciri-Cirinya:
  1. Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam.
  2. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam
Tokohnya Adalah:
  1. Mark Rothko
  2. Clyfford Stll
  3. Adolf Got Lieb
  4. Robert Montherwell
  5. BornetNewman

8. Aliran Kubisme

Adalah aliran yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak

Ciri-Cirinya:
  1. Memiliki bentuk geometris
  2. Memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif
Tokohnya Adalah:
  1. Gezanne
  2. Pablo Picasso
  3. Metzinger
  4. Braque
  5. Albert Glazes
  6. Fernand Leger
  7. Robert Delaunay

9. Aliran Futurisme

Adalah aliran yang menggambarkan objek lukisan yang terlihat seperti bergerak. Suatu objek digambarkan beberapa kali secara sama,secara perspektif

Ciri-Cirinya:
  1. Karya seni menangkap unsur gerak dan kecepatan
  2. Memanfaatkan prinsip aneka tampak atau ( multiple viewpoints )
  3. Menggunakan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain
  4. Memperhatikan tentang kedinamisan , kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu
Tokohnya Adalah:
  1. Giacomo Balla
  2. Umberto Boccioni
  3. Sculptor
  4. Carlo Carrà

10. Aliran Fauvinisme

Adalah aliran yang memberikan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya

Ciri-Cirinya:
  1. Seni lukisannya ialah warna-warna yang liar dan kontras.
  2. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna aslinya
  3. Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat
Tokohnya Adalah:
  1. Henry Matisse
  2. Andre Dirrain
  3. Maurice de Vlamink
  4. Rauol Dufi
  5. Kess Van Dongen.
Materi dalam bentuk pdf dapat diakses di bawah ini:

Senin, 09 Januari 2023

Materi Periodisasi Seni Rupa Mancanegara (3.7.2)

Periodisasi Seni Rupa Mancanegara


Pada materi ini, akan dibahas mengenai periodisasi seni rupa mancanegara mulai dari
1. Zaman Pra Sejarah
2. Zaman Kalsik / Sejarah
3. Zaman Pertengahan
4. Zaman Renaissance
5. Zaman Barok dan Rakoko

1. Zaman Pra Sejarah

Zaman prasejarah, adalah jaman yang merupakan rangkaian sejarah yang belum ditulis manusia atau zaman yang belum ditemukan adanya bukti tulisan. Pada akhir abad 19 dan permulaan abad 20 ditemukan karya karya pada masyarakat zaman prasejarah dari bukti peninggalannya seperti kapak, menhir, patung, lukisan pada dinding goa, dan gerabah

Ciri-ciri umum karya seni rupa prasejarah antara lain;

  1. Tercipta bukan untuk keindahan, tapi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kepercayaan
  2. Karya seni rupa digunakan dalam upacara ritual
  3. Bentuk karya seni rupa terkesan misteri/penuh rahasia, magic, dan makna lambang
  4. Anonim

Ragam peninggalan karya seni rupa prasejarah mancanegara, antara lain;

  1. Lukisan bison pada dinding gua Altamira di Spanyol Utara dan Gua Magura
  2. Menhir, Dolmen, Sacrofagus, Patung
  3. Seni bangunan Cromlech/Stonehaange di Inggris
  4. Peralatan rumah tangga

2. Zaman Sejarah

Zaman sejarah disebut sebagai zaman dimana manusia telah memiliki peradaban dan telah mengenal tulisan. Bangsa-bangsa timur yang mendiami daerah Timur Tengah daerah Mesir dikenal sebagai bangsa yang memiliki peradaban tinggi. Selain bangsa Mesir, bangsa Babilonia, Asiria, dan Persia merupakan bangsa-bangsa yang memiliki kebudayaan yang tinggi. Sedangkan Bangsa Yunani dan Romawi sering dijadikan titik awal perkembangan seni rupa di dunia

Ciri-ciri seni rupa zaman klasik;

  1. Diilhami masa sejarah/jaman kerajaan yang mendambakan keindahan, kemegahan, kesempurnaan
  2. Penggambaran serba sempurna termasuk objek manusia (laki-laki bertubuh atletis, diberi atribut /senjata objek perempuan; sifat) kecantikan, busana penuh hiasan)
  3. Pada karya kriya/bangunan tampak mewah penuh hiasan
  4. Proporsi sempurna

Ragam peninggalan karya seni rupa zaman Klasik/Sejarah, antara lain;

  1. Grafiti yang ditemukan pada reruntuhan kota Pompeii
  2. Lukisan masa Yunani dan Romawi

3. Zaman Abad Pertengahan

Periode ini berlangsung mulai tahun 476 Masehi yakni pada awal perkembngan agama Nasrani di Romawi, dan berakhir pada tahun 1492, yakni pada saat ditemukannya benua Amerika. Karya-karya seni rupa abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh corak budaya Yuani Purba dan Romawi yang menganut kepercayaan politheisme (menyembah banyak dewa) dan dicampur dengan ajaran-ajaran Nasrani. Kumpulan karya dan konsep seni rupa yang muncul sejak dimulainya abad pertengahan, dengan bersekutunya bangsa-bangsa Germania di bawah Raja Charmelagne hingga dimulainya masa renaisansce.

Ciri khasnya, yaitu keterikatan atas otoritas gereja yang mendominasi pemerintahan dan struktur sosial masyarakat. Ketaatan kepada gereja adalah mutlak. bahkan gereja ikut campur tangan dalam menentukan isi karya yang dibuat

4. Zaman Renaissance

Zaman Renaissance merupakan zaman perubahan besar-besaran dalam berbagai bidang keilmuan dan seni budaya. Penemuan-penemuan baru dalam bidang geografi, fisika, astronomi telah dianggap sebagai hal yang menentang keberaddan da kemapanan agama. Galileo (1564-1642), seorang ahli fisika, ahli astronomi dan juga filsuf, ditangkap dan dipenjara dengan tanpa ditentukan batas waktunya karena penemuannya bertentangan dengan hokum-hukum yang dipercayai gereja. Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ilmuwan dan budayawan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang.

Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa. Karya-karya penting pada masa ini terdapat pada bentuk-bentuk bangunan gereja, lukisan-lukisan dinding, relief pada pintu-pintu rumah dan bangunan gereja, serta patung-patung perunggu yang menghiasi hampir seluruh gereja di Italia serta seluruh Eropa Barat dan Eropa Timur.

Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:

  1. Tomassi,
  2. Donatello,
  3. Leonardo da Vinci,
  4. Michaelangelo,
  5. Raphael Santi

5. Zaman Barok dan Rakoko

Kata Barok (baroque) berasal dari bahasa Romawi yang berarti “tidak beraturan” atau “menyimpang”. Michelangelo dan Palladino dianggap sebagai pelopor dari gerakan ini. Zaman Barok terlahir pada pertengahan abad ke-16 sebagai awal mula pengaruh seni Italia ke seluruh daratan Eropa. Jika misi renaissance adalah melepaskan diri dari cara berpikir zaman pertengahan dan dipenuhi pola pikir gereja, maka barok melepaskan diri dari keterikatan tema-tema serta nuasnsa-nuansa yang terkandung pada masa renaissance. Peter Paul Rubens (1577-1640), seorang seniman Belanda, melukiskan tubuh-tubuh orang penuh dengan otot-otot serta tokoh-tokoh perkasa.

Rakoko atau Rococo diambil dari kata “rocaile” yang berarti seni kulit kerang, sejenis kesenian yang sangat digemari pada saat itu di Italia. Pada zaman inilah bentuk-bentuk penyelewengan kaidah seni tampil meluas. Lukisan-lukisan dibuat menjadi lebih indah dari aslinya, lebih hebat, dan menyimpang dari sebenarnya. Karya seni menjadi barang pesanan kaum bangsawan dan saudagar yang memiliki banyak uang.

Pada zaman ini karya seni diperjualbelikan secara salah dan menjadi komoditas yang tidak berharga

Materi Periodisasi Seni Rupa Mancanegara dalam bentuk pdf dapat diakses berikut ini:

Senin, 02 Januari 2023

Materi Corak Seni Rupa Mancanegara (KD 3.7.1)

Corak Seni Rupa Mancanegara

Seni Rupa Mancanegara adalah seni yang mengandung nilai budaya mancanegara

Menurut World’s Fine Art, adalah terkait bagaimana seniman dunia membuat seni rupa 2 dimensi maupun 3 dimensi yang mengekspresikan ciri khas negaranya

Pada kesempatan ini, kita akan mengenal 5 corak seni rupa mancanegara, yaitu:

1. Corak Seni Rupa India
2. Corak Seni Rupa Cina
3. Corak Seni Rupa Mesir Kuno
4. Corak Seni Rupa Yunani Kuno
5. Corak Seni Rupa Romawi Kuno
Kelima corak seni rupa di atas memiliki keunikan dan cirikhas masing-masing.
Yuk, kita apresiasi bersama!

1. Corak Seni Rupa India

Merupakan pengaruh agama Hindu dan Budha yang menghasilkan patung-patung Budha, relief riwayat hidup sang Budha, relief pada bangunan kuil tentang ceritera Mahabharata dan Ramayana

2. Corak Seni Rupa Cina

Diawali dengan lukisan huruf dari tinta bak dan cat air transparan. Ciri-ciri lukisan lembut, halus, tipis, obyeknya umumnya pemandangan alam dan tokoh manusia dalam legenda


3. Corak Seni Rupa Mesir

Menghasilkan karya-karya berupa patung, relief dan lukisan. Patung yang dibuat pada zaman Mesir Kuno selalu dihubungkan dengan pembangunan tempat-tempat sacral. Biasanya patung Mesir merupakan tradisi pengulangan (stereotype) bentuk patung yang pernah dibuat

4. Corak Seni Rupa Yunani

Dimulai pada zaman Kreta berupa seni relief, seni lukis dan seni patung. Seni lukis zaman Kreta cenderung menggunakan teknik fresco yaitu pewarnaan lukisan pada dinding bangunan dalam keadaan basah


5. Corak Seni Romawi

Merupakan penjiplakan dari seni patung Yunani. Namun oleh seniman Romawi bahannya dganti dari perunggu beralih ke bahan batu pualam. Seni patung Romawi dalam pembuatan patung-patung potret, namun unsur realisnya masih mengadopsi gaya Yunani

Materi dalam bentuk pdf dapat dipelajari berikut ini:


Kamis, 28 April 2022

Materi Ornamen Tradisional Nusantara (KD 3.8.1)

 ORNAMEN


Pengertian Ornamen 

Berasal dari kata ornare (bahasa latin) yang berarti menghiasi.
Ornamen juga Berarti dekorasi atau hiasan,sehingga ornamen sering disebut sebagai desain dekoratif atau desain ragam hias.secara umum ornamen adalah suatu hiasan yang diperoleh dengan meniru atau mengembangkan bentuk bentuk yang ada di alam.

Pengertian Ornamen dari beberapa Sumber

• Dalam buku Nukilan

Ornamen adalah komponen produk seni yang sengaja ditambahkan/di buat untuk tujuan sebagai penghias. Disamping tugasnya yang implisit menyangkut segi-segi keindahan.

• Menurut Miquel Cavarrubras

Ornamen adalah penggambaran perwujudan jiwa dari objek goa, gunung, tumbuh-tumbuhan, dimana mereka membentuk bagian-bagiannya sehingga terjadilah bentuk-bentuk dengan pengayaan dunia tumbuh-tumbuhan, kadang alam asli yang distilir terlebih dahulu sesuai bakat, kemampuan seniman dari bidang seni lukis, ukir, dan ornamen.

• Menurut Alexander Speltz ( Style of Ornament, 1996),

Manusia menemukan ornamen prasejarah tidak hanya diantara peninggalan ras-ras manusia yang ditinggal disepanjang Mediterranean lebih dari 6000 tahun yang lalu, tetapi juga ornamen primitive pada kelompok manusia lain yang mendiami kawasan tertentu dibumi dan belum melampaui tingkat peradaban tertentu. ornamen ini memiliki ciri khas tertentu.

• Menurut James Trilling (Ornament a Prespective,2002)

Ornamen adalah hiasan, dimana kesenangan visual bentuk secara signifikan lebih penting daripada nilai komunikatif sebuah isi. Ornamen memiliki isi representasional, narasi, dan simbolik, tapi keindahan visual harus diatas segalanya.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa:

ornamen adalah salah satu karya seni dekoratif yang biasanya dimanfaatkan untuk menambah keindahan suatu benda atau produk, atau merupakan suatu karya seni dekoratif (seni murni) yang berdiri sendiri, tanpa terkait dengan benda/produk fungsional sebagai tempatnya.

Motif Ornamen

Motif dalam konteks ini dapat diartikan sebagai elemen pokok dalam seni ornamen.Motif merupakan bentuk dasar dalam penciptaan perwujudan atau karya ornamen
Jenis-jenis ornamen Nusantara berdasarkan motif hiasnya dapat dikelompokkan menjadi motif geometris, motif manusia, motif binatang, motif tumbuh-tumbuhan, motif benda-benda alam, motif benda-benda teknologis dan kaligrafi.
Dari segi perkembangan historis terdapat ornamen prasejarah, tradisional klasik atau kerakyatan pengaruh Hindu-Budha, Islam, Kolonial dan lain-lain.
Dari segi kekhususan motif hias atau langgam yang berlatar belakang kedaerahan atau kesukuan ada motif Jawa, Bali, Kalimantan dan lain-lain.
Dari segi gaya bentuknya ada motif bergaya realis, dekoratif dan abstrak.

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...