SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Sabtu, 31 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #31

Batara Parikenan

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #31, Sabtu Pon tanggal 31 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA PARIKENAN

BATARA PARIKENAN atau Bambang Parikenan adalah putra Batam Brahmanaresi/Bremani (pedalangan jawa) dengan Dewi Srihuna Srihusa putri Sanghyang Wisnu dengan permaisuri Dewi Sripujavanti, la mempunya dua orang saudara seibu lain avah, putra Dewi Srihuna dengan Batt Brahmanasadewa/Brahmanaraja, kakak kandung Batara Brahmanares masing-masing bernama; Dewi Srini dan Dewi Satapi.

Sejak kecil Bambang Parikenan tinggal di kahyangan Untarasagın dalam asuhan Sanghyang Wisnu dan Dewi Sripujayanti, karena ayahnya Batara Brahmanaresi turun ke dunia hidup sebagai brahmana di pertapun Paremana, pegunungan Saptaarga. Sedangkan ibunya Dewi Sribuna tinggi di kahyangan Daksinageni, kahyangannya Batara Brahma.

Bambang Parikenan menikah dengan saudara sepupunya sendin, Dewi Bramaneki, putri Prabu Basurata/Batara Srinada raja negara Wirata dengan Dewi Bremaniyuta (Batara Srinada adalah putra Sanghyang Wise dengan Dewi Srisekar/Sri Widowati, sedangkan Dewi Bremaniyuta adalah putri Batara Brahma dengan Dewi Rarasyati). Dari perkawinan tersebut memperoleh empat orang putra masing-masing bernama; Dewi Kanika Kariyasa/Resi Manumayasa, Resi Manobawa dan Resi Paridarma. Ros Manumayasa kelak turun ke Arcapada membuat pertapaan di puncak Retawu, gunung Saptaarga, menikah dengan Dewi Kaniraras, turun-temurun menurunkan keluarga Pandawa dan Kurawa.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 30 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #30

Batara Panyarikan

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #30, Jumat Pahing tanggal 30 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA PANYARIKAN

BATARA PANYARIKAN, adalah putra Sanghyang Parma, yang berarti cucu Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Ia mempunyai saudara kandung bernama Batara Darma yang dikenal sebagai dewa keadilan. Batara Panyarikan mempunyai suatu keahlian yang tidak dimilki para dewa lainnya, yaitu tulisannya sangat bagus serta pandai menulis cepat.

Batara Panyarikan memiliki daya ingatan yang sangat tajam. Apa saja yang pernah didengar dan dilihatnya akan selalu diingatnya dengan baik Selain itu ia juga pandai menyimpan rahasia. Oleh Batara Guru, Batara Panyarikan ditugaskan sebagai juru tulis kadewatan. Mencatat dan mendukumentasikan semua hasil persidangan dan keputusan yang telah diambil para dewa.

Menjelang pecah perang Bharatayuda di tegal Kurusetra antara keluarga Pandawa melawan keluarga Kurawa, Batara Panyarikan mempunyai tugas dan peranan yang sangat penting. Bersama Batara Kuwera, ia ditugaskan mencatat hasil sidang para dewa yang memutuskan lawan-lawan yang akan saling berhadapan dalam perang Bharatayuda, serta rahasia kematian setiap senapati perang, baik yang berpihak pada keluarga Pandawa maupun berpihak pada keluarga Kurawa.
Sebagaimana para dewa lainnya, karena berwujud akyan/badan halus, maka hidup Batara Panyarikan bersifat abadi.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Kamis, 29 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #29

Batara Narada

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #29, Kamis Legi tanggal 29 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA NARADA

BATANA NARADA, dikenal pula dengan nama Sanghyang Kanwakaputra atau Sanghyang Kanekaputra. Ia adalah putra sulung dari empat bersaudara putra Sanghyang Caturkanaka dengan Dewi Laksmi, yang berarti cucu Sanghyang Wening, adik Sanghyang Wenang. Tiga saudara kandungnya masing-masing bernama Sanghyang Pitanjala, Dewi Tiksnawati dan Sanghyang Caturwarna.

Batara Narada sangat sakti dan pernah bertapa di atas permukaan air samudra sambil menggenggam Cupu Linggamanik. Karena kesaktiaannya melebihi Sanghyang Manikmaya, ia kemudian ditundukkan dengan Aji Kemayan, sehingga beralih rupa dan wujudnya menjadi pendek bulat dan berparas jelek. Sebagai imbalan, oleh Sanghyang Manikmaya, Sanghyang Narada diangkat menjadi tuwangga (patih) di Suralaya dan dituakan oleh Sanghyang Manikmaya dengan sebutan "kakang/kakanda".

Batara Narada sangat dipatuhi oleh siapa saja yang bergaul dengannya, karena keramahannya. Ia sangat alim, pandai dalam segala ilmu pengetahuan, periang, jujur, hatinya bening, pikirannya cerdas, senang bersenda-gurau, seorang prajurit dan pandita, sehingga mendapat julukan Resi.

Batara Narada tinggal di kahyangan Siddi Udaludal atau Sudukpangudaludal (pedalangan Jawa) dan menikah dengan Dewi Wiyodi Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra, masing-masing bernama; Dewi Kanekawati, yang kemudian dianugerahkan kepada Resi Seta, putra Prabu Matswapati, raja negara Wirata, dan Batara Malangdewa.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn. 
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Rabu, 28 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #28

Nandi

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #28, Rabu Kliwon tanggal 28 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah NANDI

NANDI atau Nanda merupakan nama lembu gumarang (lembu yang mempunyai dasar warna bulunya putih bertaburkan merah kuning keemasan). Dalam cerita pedalangan, Nandi dikenal pula dengan nama Nandini atau Handini. Nandi adalah anak raja jin bernama Prabu Patanam di negara Dahulagiri, sebelah timur laut Pegunungan Tengguru/Himalaya. la mempunyai saudara sekandung yang dilahirkan kembar berwujud raksasa masing-masing bernama Cingkarabala dan Balakupata, yang menjadi penjaga pintu gapura Selamatangkep di kahyangan Jonggringsaloka.

Nandi sangat sakti, kuat dan bengal. Karena kesaktiannya itu ia menobatkan diri sebagai penguasa jagad raya, disanjung dan dipuja rakyat di jasirah Dahulagiri. Mendengar pemujaan Nandi yang berkebihan itu, Sanghyang Manikmaya/Batara Guru menjadi sangat murka. Karena di seluruh Tribuana (jagad Mayapada, Madyapada dan Arcapada) seharusnya tidak ada yang pantas dipuja dan disembah kecuali dirinya sebagai raja Dewata.

Batara Guru kemudian datang ke Dahulagiri untuk memerangi Nandi. Peperangan pun tejadilah. Dengan Aji Kamayan, Batara Guru berhasil menundukkan Nandi. Ia menyerah dan mohon pengampunan. Oleh Batara Guru, Nandi diampuni dan diboyong ke Suralaya, dijadikan tunggangan pribadi Batara Guru. Nandi pernah dipinjam oleh Prabu Pandu, raja negara Astina, memenuhi permintaan Dewi Madrim, istrinya yang waktu itu sedang mengandung Nakula dan Sadewa, untuk dinaiki terbang berputar-putar di atas taman Kadilengleng negara Astina.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Selasa, 27 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #27

Nagaraja

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #27, Selasa Wage tanggal 27 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah NAGARAJA.

NAGARAJA, adalah raja tatsaka/raja ular naga yang bersemayam di Sumur Jalatunda. Pemaisurinya bernama Dewi Tatsiki. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra masing-masing bernama Dewi Pratiwi dan Bambang Pratiwanggana.

Nagaraja adalah mertua Sanghyang Wisnu, yang kawin dengan putrinya, Dewi Pratiwi, dan berputra dua orang, yaitu; Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari, yang kemudian diambil hak sebagi putra-putri Prabu Kresna, raja negara Dwarawati, sebagai penjelmaan Sanghyang Wisnu Nagaraja bersedia menerima lamaran Sanghyang Wisnu dan menyerahkan putrinya Dewi Pratiwi apabila Sanghyang Wisnu dapat memenuhi satu persyaratan, menyerahkan Cangkok Wijayamulya, yang mempunyai khasiat dapat menghidupkan kematian. Atas petunjuknya pula Sanghyang Wisnu akhirnya dapat menemukan dan mendapatkan Cangkok Wijayamulya yang berada dalam mulut banteng Wisnuhara.

Cangkok Wijayamulya oleh Nagaraja diberikan kepada Dewi Pratiwi, yang kemudian diberikan kepada Bambang Sitija saat Sitija turun ke arcapada mencari penjelmaan dan titisan Sanghyang Wisnu di dunia.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #31

Batara Parikenan Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #31, Sabtu Pon tanggal 31 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...