ACT Meet Up 21 November 2025: Penguatan LKPD Interaktif 3D/AR dan Peluang Kurasi LKPD Printable Assemblr EDU
Menguatkan Komitmen LKPD Interaktif Berbasis 3D/AR
Hari Jumat, 21 November 2025 menjadi salah satu momentum penting bagi saya dan lebih dari 500 Assemblr Certified Trainer (ACT) dari seluruh Indonesia. Melalui pertemuan daring via Google Meet yang diselenggarakan oleh tim Assemblr EDU, kami mengikuti ACT Meet Up (Penguatan Refreshment ACT Batch 1). Saya hadir sebagai bagian dari ACT Level 1 Batch 1, bersama rekan-rekan trainer yang memiliki semangat yang sama: terus belajar dan memperkuat kualitas pengimbasan.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan ACT Training Refreshment yang telah dilaksanakan pada 14 November 2025. Fokus utama yang dibahas adalah review dan penguatan proses pembuatan LKPD interaktif berbasis 3D/AR, sebagai salah satu bentuk komitmen kami dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan bermakna. Materi disampaikan secara sistematis oleh Muhammad Hilmy dari tim Assemblr EDU, yang mengulas kembali standar, alur kerja, serta kualitas yang diharapkan dari setiap karya LKPD yang dibuat oleh ACT.
Dalam sesi tersebut, kami kembali diingatkan bahwa LKPD yang dirancang tidak hanya sekadar menarik secara visual, tetapi juga harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, alur aktivitas yang runtut, serta integrasi 3D/AR yang relevan dengan materi. Teknologi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari pengalaman belajar. Inilah yang membedakan LKPD biasa dengan LKPD interaktif berbasis immersive learning.
Salah satu bagian penting yang dibahas adalah poin-poin tugas pembuatan LKPD, termasuk kriteria kurasi agar karya dapat lolos seleksi dan terpajang pada menu LKPD Printable di web Assemblr EDU. Standar kurasi mencakup kualitas konten, kesesuaian dengan kurikulum, desain yang komunikatif, hingga kebermanfaatan praktis bagi guru dan siswa. Tips-tips yang dibagikan sangat aplikatif—mulai dari memperjelas instruksi dalam LKPD, memastikan visual 3D benar-benar mendukung konsep, hingga menjaga tata letak agar tetap nyaman saat dicetak.
Namun, momen paling berkesan bagi saya adalah ketika disampaikan informasi bahwa LKPD yang lolos kurasi dan terpajang di web Assemblr EDU akan dipasarkan dengan harga yang layak, dan komisi sebesar 100% menjadi hak pembuatnya. Bagi saya, ini bukan hanya tentang insentif finansial, tetapi tentang penghargaan terhadap karya dan profesionalisme guru. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa kreativitas dan inovasi pendidik memiliki nilai dan layak diapresiasi secara konkret.
Sebagai ACT, saya merasa semakin dikuatkan bahwa peran kami bukan hanya sebagai trainer yang mengimbaskan materi, tetapi juga sebagai kreator konten pembelajaran yang berkualitas. Komitmen terhadap mutu, konsistensi dalam berkarya, serta kesiapan untuk terus belajar menjadi fondasi utama dalam perjalanan ini. Dengan jumlah peserta lebih dari 500 ACT dari berbagai daerah, saya juga merasakan betapa besarnya potensi kolaborasi dan dampak yang bisa dihasilkan bersama.
ACT Meet Up ini bukan sekadar pertemuan daring. Ia adalah pengingat bahwa inovasi pendidikan membutuhkan komunitas yang saling menguatkan. Saya menutup sesi dengan semangat baru—untuk mulai merancang LKPD yang tidak hanya interaktif dan menarik, tetapi juga layak kurasi dan memberi manfaat luas bagi guru di seluruh Indonesia.
Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar transformasi pembelajaran berbasis 3D dan AR di Indonesia. Karena ketika guru diberi ruang untuk berkarya dan dihargai secara profesional, maka kualitas pendidikan pun akan ikut terangkat







0 comments:
Posting Komentar