Dewi Irim-Irin
Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #18, Minggu Kliwon tanggal 18 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah IRIM-IRIN.
DEWI IRIM-IRIN, dikenal pula dengan nama Dewi Surendra (Pedalangan Jawa) yang mempunyai arti “seorang yang nafsu birahinya (semangat keseksualannya) amat besar”. Dewi Irim-Irin adalah salah satu diantara bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari tujuh orang, yaitu, Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irim-Irin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki dan Dewi Wilutama.
Karena kecantikannya, Dewi Irimirin pernah menimbulkan peperangan hebat antara Suralaya dengan negara Nusahambara. Prabu Kalimantara, raja raksasa neraga tersebut mengutus kedua Senapati perangnya, Arya Dadali dan Arya Sarotama untuk melamar Dewi Irimirin. Karena lamarannya ditolak para dewa, Prabu kalimantara mengarahkan Angkatan perangnya untuk menyerang Suralaya. Angkatan perang dewa tidak dapat membendung serangan negara Nusahambara. Kesaktian Prabu Kalimantara, Arya Dadali dan Arya Sarotama tidak terkalahkan oleh para dewa. Dewa kemudian minta bantuan Bambang Sekutrem, putra Rsi Manumayasa dari pertapaan Retawu untuk menghadapinya.
Dengan kesaktiannya, Sekutrem berhasil membinasakan prabu Kalimantara, Arya Dadali, dan Arya Sarotama yang kemudian berubah wujud menjadi pusaka-pusaka kadewatan, berupa Jamus Kalimasada, Panah Ardadadali, dan Panah Sarotama. Dengan peristiwa tersebut, Dewi Irimirin merupakan bidadari pertama yang menjadi awal mula turunnya pusaka-pusaka kadewatan diberikan kepada umat Arcapada.
- Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
- Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
- Editor : Sumari, S.Sn.
- Penerbit : CV. ASIH JAYA








0 comments:
Posting Komentar