Meniti Level, Menumbuhkan Makna
Catatan dari Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4
Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4 bagiku bukan sekadar agenda peningkatan level dalam komunitas ACE. Ia hadir sebagai ruang jeda, tempat merenung sekaligus melangkah lebih mantap sebagai pendidik di tengah arus perubahan teknologi pembelajaran. Ketika bergabung sebagai salah satu mentor, aku menyadari bahwa peran ini bukan tentang siapa yang paling tinggi levelnya, melainkan siapa yang bersedia terus belajar dan berbagi. Dalam proses ini, aku kembali diingatkan bahwa bertumbuh sebagai guru selalu dimulai dari kerendahan hati untuk terus belajar.
Kebersamaan dengan para mentor lain menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ibu Bhakti Hundari (ACE Level 6), Ibu Jumiati (ACE Level 7), Rini Sri Lestari (ACE Level 9), Pak Annas (ACE Level 9), dan Pak Tri Goesema Putra (ACE Level 18) menghadirkan spektrum perjalanan ACE yang utuh. Dari setiap percakapan, aku melihat bahwa setiap level menyimpan cerita perjuangannya sendiri. Tidak ada yang instan, semuanya ditempa oleh konsistensi, kontribusi, dan keberanian mencoba hal baru dalam pembelajaran.
Pertemuan pertama yang dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 menjadi pijakan awal yang sangat menentukan. Pada sesi ini, Ibu Bhakti Hundari hadir sebagai narasumber dengan materi pengenalan Assemblr EDU dan ekosistem ACE Community. Materi ini terasa penting, terutama bagi peserta yang sedang menapaki awal perjalanan menuju ACE Level 4. Penjelasan tentang tantangan pendidikan masa kini seolah menjadi cermin, mengingatkan bahwa kelas-kelas kita membutuhkan pendekatan yang lebih hidup dan relevan dengan dunia siswa.
Melalui pengenalan Assemblr EDU, peserta diajak memahami bagaimana media pembelajaran berbasis 3D dan Augmented Reality dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata. Visual 3D, editor yang sederhana, visual coding, hingga fitur AI to 3D Generator membuka imajinasi tentang kemungkinan-kemungkinan baru di ruang kelas. Bagiku, teknologi ini bukan sekadar kecanggihan, tetapi peluang untuk mengubah kelas yang pasif menjadi ruang eksplorasi yang penuh rasa ingin tahu. Di titik ini, aku kembali percaya bahwa pembelajaran yang baik selalu dimulai dari pengalaman yang bermakna.
Dalam peran sebagai mentor, aku banyak belajar dari interaksi dengan para peserta. Pertanyaan-pertanyaan mereka, kegelisahan yang mereka sampaikan, hingga antusiasme saat mencoba hal baru menjadi pengingat bahwa setiap guru sedang berjuang dengan caranya sendiri. Aku tidak berdiri di depan sebagai yang paling tahu, melainkan berjalan di samping mereka sebagai sesama pembelajar. Refleksi ini membuatku semakin yakin bahwa komunitas seperti ACE bukan hanya tentang level dan poin, tetapi tentang rasa memiliki dan saling menguatkan.
Bootcamp ini juga menyadarkanku bahwa perjalanan menuju ACE Level 4 adalah proses menata niat. Niat untuk terus belajar, berbagi, dan memberi dampak nyata bagi siswa. Pertemuan pertama ini baru langkah awal, namun ia sudah menumbuhkan semangat untuk melangkah lebih jauh. Aku percaya, ketika proses dijalani dengan kesadaran dan ketulusan, setiap level yang dicapai akan membawa makna, bukan sekadar pencapaian.Di akhir pertemuan pertama ini, aku menutup hari dengan satu perenungan sederhana: menjadi pendidik di era teknologi bukan tentang seberapa canggih alat yang kita gunakan, tetapi seberapa dalam kita memaknai pembelajaran itu sendiri. Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4 menjadi pengingat bahwa perjalanan ini layak dinikmati, disyukuri, dan terus dijalani dengan hati yang terbuka.

.jpeg)









0 comments:
Posting Komentar