Rabu, 21 Januari 2026

Bootcamp Speed Up ACE Goes to Level 4 (Day-2)

Belajar Menghidupkan Karya, Menemukan Arah

Catatan Hari Kedua Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4

Hari kedua Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4 terasa semakin bermakna karena peserta mulai benar-benar bersentuhan dengan praktik. Jika pada pertemuan pertama kami diajak memahami ekosistem dan semangat komunitas ACE, maka pada pertemuan kedua ini fokus bergeser pada bagaimana ide diwujudkan menjadi karya. Aku merasakan perubahan atmosfer belajar yang lebih aktif, lebih berani mencoba, dan lebih jujur pada proses. Di titik ini, belajar tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan yang tumbuh dari dalam.

Pada pertemuan kedua, narasumber adalah Ibu Jumiati (ACE Level 7), yang membawakan materi tentang Tips Membuat Project Interaktif dengan Assemblr EDU. Materi disampaikan dengan pendekatan yang praktis dan membumi, seolah berkata bahwa setiap guru pasti bisa membuat project selama mau mencoba. Peserta diajak memahami bahwa project sederhana pun dapat memiliki dampak besar jika dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas. Dari sesi ini, aku melihat banyak wajah yang awalnya ragu mulai berubah menjadi lebih percaya diri.



Materi hari kedua berfokus pada langkah-langkah teknis yang sangat aplikatif, mulai dari memasukkan objek 3D, menambahkan teks dan anotasi, menyisipkan audio, hingga memanfaatkan fitur interactivity. Setiap fitur tidak hanya dijelaskan secara teknis, tetapi juga dikaitkan dengan konteks pembelajaran di kelas. Aku menangkap pesan penting bahwa interaktivitas bukan soal banyaknya efek, melainkan tentang bagaimana siswa diajak berinteraksi dengan pengetahuan. Di sinilah teknologi bertemu dengan pedagogi secara utuh.
Selain praktik pembuatan project, peserta juga diajak memahami berbagai cara memperoleh poin ACE melalui aktivitas nyata. Mulai dari mengunggah project ke media sosial, melaporkan tugas di ACE Dashboard, hingga aktif berinteraksi dalam ekosistem Assemblr EDU. Bagiku, bagian ini bukan sekadar tentang mengumpulkan poin, tetapi tentang membangun kebiasaan berbagi dan berkontribusi. Setiap unggahan, setiap interaksi, adalah jejak kecil yang memperkuat komunitas pembelajar.

Sebagai mentor, aku kembali belajar bahwa proses pendampingan sering kali lebih bermakna daripada hasil akhirnya. Melihat peserta mencoba, bertanya, lalu berhasil menyelesaikan project pertamanya menghadirkan kepuasan tersendiri. Ada kebahagiaan sederhana ketika seseorang menyadari bahwa dirinya mampu. Di momen-momen seperti inilah aku merasa bahwa peran mentor sejatinya adalah membuka jalan, bukan berjalan paling depan.

Hari kedua bootcamp ini mengajarkanku satu hal penting: bahwa belajar teknologi seharusnya tidak membuat kita merasa tertinggal, tetapi justru merasa ditemani. Materi yang dibawakan Ibu Jumiati menjadi jembatan antara keinginan dan kemampuan, antara ide dan realisasi. Dari sini, aku semakin yakin bahwa perjalanan menuju ACE Level 4 bukan hanya tentang naik level, tetapi tentang menumbuhkan keberanian untuk terus berkarya.

Menutup hari kedua, aku membawa pulang refleksi bahwa setiap project yang dibuat bukan hanya produk digital, melainkan representasi proses belajar seorang guru. Di balik setiap klik dan objek 3D, ada niat untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Dan selama niat itu tetap terjaga, setiap langkah kecil dalam bootcamp ini akan selalu berarti.

0 comments:

Posting Komentar

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #21

Kalagumarang Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #21, Rabu Pon tanggal 21 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Toko...