SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Sabtu, 31 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #31

Batara Parikenan

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #31, Sabtu Pon tanggal 31 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA PARIKENAN

BATARA PARIKENAN atau Bambang Parikenan adalah putra Batam Brahmanaresi/Bremani (pedalangan jawa) dengan Dewi Srihuna Srihusa putri Sanghyang Wisnu dengan permaisuri Dewi Sripujavanti, la mempunya dua orang saudara seibu lain avah, putra Dewi Srihuna dengan Batt Brahmanasadewa/Brahmanaraja, kakak kandung Batara Brahmanares masing-masing bernama; Dewi Srini dan Dewi Satapi.

Sejak kecil Bambang Parikenan tinggal di kahyangan Untarasagın dalam asuhan Sanghyang Wisnu dan Dewi Sripujayanti, karena ayahnya Batara Brahmanaresi turun ke dunia hidup sebagai brahmana di pertapun Paremana, pegunungan Saptaarga. Sedangkan ibunya Dewi Sribuna tinggi di kahyangan Daksinageni, kahyangannya Batara Brahma.

Bambang Parikenan menikah dengan saudara sepupunya sendin, Dewi Bramaneki, putri Prabu Basurata/Batara Srinada raja negara Wirata dengan Dewi Bremaniyuta (Batara Srinada adalah putra Sanghyang Wise dengan Dewi Srisekar/Sri Widowati, sedangkan Dewi Bremaniyuta adalah putri Batara Brahma dengan Dewi Rarasyati). Dari perkawinan tersebut memperoleh empat orang putra masing-masing bernama; Dewi Kanika Kariyasa/Resi Manumayasa, Resi Manobawa dan Resi Paridarma. Ros Manumayasa kelak turun ke Arcapada membuat pertapaan di puncak Retawu, gunung Saptaarga, menikah dengan Dewi Kaniraras, turun-temurun menurunkan keluarga Pandawa dan Kurawa.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 30 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #30

Batara Panyarikan

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #30, Jumat Pahing tanggal 30 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA PANYARIKAN

BATARA PANYARIKAN, adalah putra Sanghyang Parma, yang berarti cucu Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Ia mempunyai saudara kandung bernama Batara Darma yang dikenal sebagai dewa keadilan. Batara Panyarikan mempunyai suatu keahlian yang tidak dimilki para dewa lainnya, yaitu tulisannya sangat bagus serta pandai menulis cepat.

Batara Panyarikan memiliki daya ingatan yang sangat tajam. Apa saja yang pernah didengar dan dilihatnya akan selalu diingatnya dengan baik Selain itu ia juga pandai menyimpan rahasia. Oleh Batara Guru, Batara Panyarikan ditugaskan sebagai juru tulis kadewatan. Mencatat dan mendukumentasikan semua hasil persidangan dan keputusan yang telah diambil para dewa.

Menjelang pecah perang Bharatayuda di tegal Kurusetra antara keluarga Pandawa melawan keluarga Kurawa, Batara Panyarikan mempunyai tugas dan peranan yang sangat penting. Bersama Batara Kuwera, ia ditugaskan mencatat hasil sidang para dewa yang memutuskan lawan-lawan yang akan saling berhadapan dalam perang Bharatayuda, serta rahasia kematian setiap senapati perang, baik yang berpihak pada keluarga Pandawa maupun berpihak pada keluarga Kurawa.
Sebagaimana para dewa lainnya, karena berwujud akyan/badan halus, maka hidup Batara Panyarikan bersifat abadi.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Kamis, 29 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #29

Batara Narada

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #29, Kamis Legi tanggal 29 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA NARADA

BATANA NARADA, dikenal pula dengan nama Sanghyang Kanwakaputra atau Sanghyang Kanekaputra. Ia adalah putra sulung dari empat bersaudara putra Sanghyang Caturkanaka dengan Dewi Laksmi, yang berarti cucu Sanghyang Wening, adik Sanghyang Wenang. Tiga saudara kandungnya masing-masing bernama Sanghyang Pitanjala, Dewi Tiksnawati dan Sanghyang Caturwarna.

Batara Narada sangat sakti dan pernah bertapa di atas permukaan air samudra sambil menggenggam Cupu Linggamanik. Karena kesaktiaannya melebihi Sanghyang Manikmaya, ia kemudian ditundukkan dengan Aji Kemayan, sehingga beralih rupa dan wujudnya menjadi pendek bulat dan berparas jelek. Sebagai imbalan, oleh Sanghyang Manikmaya, Sanghyang Narada diangkat menjadi tuwangga (patih) di Suralaya dan dituakan oleh Sanghyang Manikmaya dengan sebutan "kakang/kakanda".

Batara Narada sangat dipatuhi oleh siapa saja yang bergaul dengannya, karena keramahannya. Ia sangat alim, pandai dalam segala ilmu pengetahuan, periang, jujur, hatinya bening, pikirannya cerdas, senang bersenda-gurau, seorang prajurit dan pandita, sehingga mendapat julukan Resi.

Batara Narada tinggal di kahyangan Siddi Udaludal atau Sudukpangudaludal (pedalangan Jawa) dan menikah dengan Dewi Wiyodi Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra, masing-masing bernama; Dewi Kanekawati, yang kemudian dianugerahkan kepada Resi Seta, putra Prabu Matswapati, raja negara Wirata, dan Batara Malangdewa.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn. 
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Rabu, 28 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #28

Nandi

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #28, Rabu Kliwon tanggal 28 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah NANDI

NANDI atau Nanda merupakan nama lembu gumarang (lembu yang mempunyai dasar warna bulunya putih bertaburkan merah kuning keemasan). Dalam cerita pedalangan, Nandi dikenal pula dengan nama Nandini atau Handini. Nandi adalah anak raja jin bernama Prabu Patanam di negara Dahulagiri, sebelah timur laut Pegunungan Tengguru/Himalaya. la mempunyai saudara sekandung yang dilahirkan kembar berwujud raksasa masing-masing bernama Cingkarabala dan Balakupata, yang menjadi penjaga pintu gapura Selamatangkep di kahyangan Jonggringsaloka.

Nandi sangat sakti, kuat dan bengal. Karena kesaktiannya itu ia menobatkan diri sebagai penguasa jagad raya, disanjung dan dipuja rakyat di jasirah Dahulagiri. Mendengar pemujaan Nandi yang berkebihan itu, Sanghyang Manikmaya/Batara Guru menjadi sangat murka. Karena di seluruh Tribuana (jagad Mayapada, Madyapada dan Arcapada) seharusnya tidak ada yang pantas dipuja dan disembah kecuali dirinya sebagai raja Dewata.

Batara Guru kemudian datang ke Dahulagiri untuk memerangi Nandi. Peperangan pun tejadilah. Dengan Aji Kamayan, Batara Guru berhasil menundukkan Nandi. Ia menyerah dan mohon pengampunan. Oleh Batara Guru, Nandi diampuni dan diboyong ke Suralaya, dijadikan tunggangan pribadi Batara Guru. Nandi pernah dipinjam oleh Prabu Pandu, raja negara Astina, memenuhi permintaan Dewi Madrim, istrinya yang waktu itu sedang mengandung Nakula dan Sadewa, untuk dinaiki terbang berputar-putar di atas taman Kadilengleng negara Astina.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Selasa, 27 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #27

Nagaraja

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #27, Selasa Wage tanggal 27 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah NAGARAJA.

NAGARAJA, adalah raja tatsaka/raja ular naga yang bersemayam di Sumur Jalatunda. Pemaisurinya bernama Dewi Tatsiki. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putra masing-masing bernama Dewi Pratiwi dan Bambang Pratiwanggana.

Nagaraja adalah mertua Sanghyang Wisnu, yang kawin dengan putrinya, Dewi Pratiwi, dan berputra dua orang, yaitu; Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari, yang kemudian diambil hak sebagi putra-putri Prabu Kresna, raja negara Dwarawati, sebagai penjelmaan Sanghyang Wisnu Nagaraja bersedia menerima lamaran Sanghyang Wisnu dan menyerahkan putrinya Dewi Pratiwi apabila Sanghyang Wisnu dapat memenuhi satu persyaratan, menyerahkan Cangkok Wijayamulya, yang mempunyai khasiat dapat menghidupkan kematian. Atas petunjuknya pula Sanghyang Wisnu akhirnya dapat menemukan dan mendapatkan Cangkok Wijayamulya yang berada dalam mulut banteng Wisnuhara.

Cangkok Wijayamulya oleh Nagaraja diberikan kepada Dewi Pratiwi, yang kemudian diberikan kepada Bambang Sitija saat Sitija turun ke arcapada mencari penjelmaan dan titisan Sanghyang Wisnu di dunia.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Senin, 26 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #26

Sang Hyang Manikmaya

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #26, Senin Pon tanggal 26 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG MANIKMAYA.

SANGHYANG MANIKMAYA, adalah putra ketiga Sanghyang Tunggal dengan Dewi Wirandi/Rekatawati, putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, raja Samodralaya. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama; Sanghyang Tejamaya/Antaga dan Sanghyang Ismaya Sanghyang Manikmaya juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu putra Dewi Darmani, putri Sanghyang Darmayaka dari Selong, masing-masing bernama; Sanghyang Rudra/Dewa Esa, Sanghyang Dewanjali dan Sanghyang Darmastuti.

Sanghyang Manikmaya mempunyai 27 nama gelar, tapi yang dikenal diantaranya; Sanghyang Jagadnata, Sanghyang Jagadpratingkah, Sanghyang Pramesti Guru, Sanghyang Siwa dan Sanghyang Girinata. Sanghyang Manikmaya adalah seorang tokoh yang mempunyai kekuasaan tertinggi di dalam dunia pewayangan. Ia menguasai tiga benua yaitu; Mayapada (dunia Kadewatan), Madyapada (dunia makluk halus) dan Arcapada (dunia Fana dunia manusia di bumi).

Sanghyang Manikmaya bersemayam di Kahyangan Jonggrisaloka. la mempunyai dua orang permaisuri, keduanya putri Umaran, hartawan di Merut dengan Dewi Nurweni, putri Prabu Nurangin, raja jin di Kalingga. Permaisuri I, Dewi Umayi berputra enam orang masing-masing bernama: Batara Sambo, Batara Brahma, Batara Indra, Batara Bayu, Batara Wisnu dan Batara Kala. Permaisuri II bernama Dewi Umarakti/Umaranti, berputra tiga orang masing-masing bernama; Batara Cakra, Batara Mahadewa dan Batara Asmara.

Sanghyang Manikmaya mempunyai pusaka sakti bernama Cis Kalaminta dan senjata Trisula. Ia juga memiliki aji kesaktian bernama : Aji Kawrastawan (kewaspadaan), Aji Pangambaran (pemberantasan) dan Aji Kemayan yang dapat beralih rupa sesuai dengan kehendaknya.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 25 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #25

Sang Hyang Mahadewa

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #25, Minggu Pahing tanggal 25 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG MAHADEWA.

SANGHYANG MAHADEWA, adalah dewa kaluhuran, kemuliaan dan kepahlawanan. Ia bersemayam di Kahyangan Argapura. Sanghyang Mahadewa adalah putra kedua Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Dewi Umarakti/Umaranti. Ia mempunyai dua orang saudara kandung, masing-masing bernama Sanghyang Candra, dan Sanghyang Asmara. Sanghyang Mahadewa juga memiliki enam orang saudara seayah lain ibu, putra Dewi Umayi, masing-masing bernama (1) Sanghyang Sambo, (2) Sanghyang Brahma, (3) Sanghyang Indra, (4) Sanghyang Bayu, (5) Sanghyang Wisnu, dan (6) Batara Kala.

Perwatakan Sanghyang Mahadewa meliputi perwatakan semua saudara-saudaranya. Kejujurannya seperti Sanghyang Sambo, semangatnya seperti Sanghyang Brahma, tajam perasaannya seperti Sanghyang Indra, kebijaksanaannya seperti Sanghyang Wisnu, taat dan patuhnya seperti Batara Kala, bening dan telitinya seperti Sanghyang Cakra.

Sanghyang Mahadewa bertugas untuk memberikan anugrah kepada para tapa dan selalu diutus/ditugaskan membawa pakaian raja dan tanda kebesaran Kerajaan apabila ada penobatan raja yang direstui Sanghyang Manikmaya. Seperti penyerahan jamang/mahkota yang terbuat dari emas kepada prabu Pandu, raja negara Astina, dan Balai Kencana Soka Domas (balai yang terbuat dari emas yang bertiang delapan ratus) sebagai singgasana Prabu Rama di Suwelagiri.

Sanghyang Mahadewa diserahi wewenang untuk menguasai sorang. Ia juga merupakan seorang prajurit pilihan dan menjadi Senapati Angkatan perang dewa.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sabtu, 24 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #24

Lengleng Mulat

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #24, Sabtu Legi tanggal 24 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah LENGLENG MULAT.

DEWI LENGLENG MULAT, dikenal pula dengan nama Dewi Lengleng Mandanu (pedalangan Jawa), yang mempunyai arti “seorang dengan paras muka yang demikian indahnya, hingga pasti akan menarik dan membelenggu tiap perhatian yang diarahkan kepadanya”. Dewi Lengleng Mulat adalah salah seorang diantara bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari tujuh orang, yaitu (1) Dewi Supraba, (2) Dewi Irimirin, (3) Dewi Gagarmayang, (4) Dewi Tunjungbiru, (5) Dewi Warsiki, dan (6) Dewi Wilutama.

Karena kecantikannya, Dewi Lengleng Mulat pernah menimbulkan peperangan hebat antara Suralaya dengan Negara Kasi. Prabu Hiranyayaksa mengerahkan pasukan raksasa menyerang Suralaya akibat keinginannya memperistri Dewi Lengleng Mulat ditolak Batara Guru. Dalam peperangan tersebut, Angkatan perang dewa tidak dapat membendung serangan Negara Kasi. Kesaktian Prabu Hiranyayaksa tidak terkalahkan oleh para dewa. Untuk menyelamatkan Suralaya, Batara Narada turun ke Arcapada, minta bantuan Prabu Harjunawijaya, raja Negara Matswapati.

Dengan kesaktiannya, Prabu Harjunawijaya berhasil mengalahkan Prabu Hiranyayaksa dan mengusir pasukan raksasa dari Suralaya. Prabu Hiranyayaksa kelak bersekutu dengan Prabu Darmawisesa, Raja Widarba menyerang negara Magada dalam memperebutkan Dewi Citrawati. Ia tewas dalam peperangan melawan Bambang Sumantri.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 23 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #23

Batara Kuwera

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #23, Jumat Kliwon tanggal 23 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA KUWERA.

BATARA KUWERA, adalah putra ketiga Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani. Ia mempunyai Sembilan orang saudara kandung, masing-masing bernama (1) Batara Wungkuan, (2) Batara Tambora, (3) Batara Wrahaspati, (4) Batara Siwah, (5) Batara Candra, (6) Batara Yama/Yamawidura, (7) Batara Surya, (8) Batara Kamajaya dan (9) Dewi Darmanesti.

Batara Kuwera adalah Dewa lambing kebaktian dan kemanusiaan. Ia bertugas memberi petunjuk, fatwa, pahala, dan perlindungan serta pertolongan kepada umat di dunia. Pada jaman Ramayana, ia menitis pasa Brahmana Sutiksna, brahmana suci di Gunung Citrakuta/Kutarunggu untuk memberi wejangan ilmu Asthabrata, yaitu ajaran kepemimpinan yang diilhami kebesaran dan keseimbangan delapan unsur alam, kepada Ramawijaya. Sedangkan pada jaman Mahabarata, Batara Kuwera menitis pada Resi Lomosa, brahmana suci negara Amarta yang dengan setia mendamppingi dan memberi nasehat Prabu Yudhistira selama masa pengembaraan di hutan sebagai akibat kalah dalam taruhan permainan dadu dengan keluarga Kurawa.

Bersama Sanghyang Cakra, putra Sanghyang Manikmaya dengan Dewi Umarakti, Kuwera ditetapkan sabagai juru tulis/pencatat hasil sidang para dewa yang menetapkan lawan-lawan yang akan saling berhadapan dalam perang Bharatayuda antara keluarga Kurawa melawan keluarga Pandawa di Tegal Kurusetra.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Kamis, 22 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #22

Batara Kamajaya

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #22, Kamis Wage tanggal 22 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA KAMAJAYA.

BATARA KAMAJAYA, mempunyai wajah yang sangat tampan. Ia merupakan makhluk yang berwajah paling tampan di Tribuana (jagad Mayapada, Madyapada dan Arcapada). Bersama istrinya, Dewi Ratih/Kamaratih, putri Batara Soma, kedua suami-istri tersebut merupakan lambing kerukunan suami-istri di jagad raya. Mereka terkenal sangat rukun, tidak pernah berselisih, sangat setia satu sama lain dan cinta mencintai.

Batara Kamajaya adalah putra kesembilan dari sepuluh orang saudara kandung putra Batara Ismaya dengan Dewi Senggani. Kesembilan saudaranya masing-masing bernama (1) Batara Wungkuan, (2) Batara Tambora, (3) Batara Wrahaspati, (4) Batara Siwah, (5) Batara Kuwera, (6) Batara Candra, (7) Batara Yama/Yamawidura, (8) Batara Surya dan (9) Dewi Darmanesti.

Batara Kamajaya bertempat tinggal di Kahyangan Cakrakembang, memiliki senjata pamungkas berupa panah sakti bernama Kyai Pancawisaya. Batara Kamajaya pernah ditugaskan oleh Sanghyang Manikmaya untuk menurunkan wahyu Cakraningrat kepada Raden Abimanyu/Angkawijaya, putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra, sebagai pasangan Wahyu Hidayat yang diturunkan oleh Dewi Ratih kepada Dewi Utari, putri Prabu Matswapati, raja negara Wirata. Batara Kamajaya sangat sayang kepada Arjuna, dan selalu membantu serta melindunginya bila Arjuna menghadapi suatu permasalahan dan marabahaya.
Sebagai makhluk yang berwujud Akyan, hidup Batara Kamajaya bersifat abadi.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Rabu, 21 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #21

Kalagumarang

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #21, Rabu Pon tanggal 21 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah KALAGUMARANG.

BATARA KALAGUMARANG, adalah putra Batara Kalakeya, yang berarti cucu Batari Durga/Dewei Pramuni dengan Batara Kala, dari Kahyangan Setragandamayit. Batara Kalagumarang diperintahkan oleh Sanghyang Manikmaya untuk turun ke Arcapada mencari seperangkat gamelan ketoprak. Benda tersebut sangat diperlukan oleh Sanghyang manikmaya untuk memenuhi permintaan Dewi Tisnowati, Wanita yang tercipta dari cupu Retnadumilah milik Sanghyang Kanekaputra yang jatuh ke dalam rongga mulut Hyang Anantaboga.

Karena mendapat wewenang untuk berbuat apa saja sesuai kehendaknya, dalam perjalanannya Batara Kalagumarang selalu membuat keonaran. Setiap dewa yang ditemuinya diperjalanan dihajarnya. Ias juga merusak perkampungan penduduk dan membunuh orang-orang yang tak berdosa. Tindakannya itu menimbulkan banyak kekacauan di dunia.

Pada suatu saat, Batara Kalagumarang bertemu dengan Dewi Sri, istri Sanghyang Wisnu. Ia langsung mengejarnya dan bermaksud untuk memperistrinya. Perbuatannya itu diketahui oleh Sanghyang Wisnu yang mengutuknya menjadi babi hutan. Mengetahui wujudnya berubah menjadi babi hutan, Batara Kalagumarang semakin marah dan beringas. Ia terus mengejar-ngejar Dewi Sri yang akhirnya sampai di Negara Medangkamulan. Batara Kalagumarang akhirnya mati dipanah oleh Prabu Makukuhan, yang sesungguhnya penjelmaan Batara Srigati, Putra Sanghyang Wisnu dengan Dewi Srisekar/Sri Widowati.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Bootcamp Speed Up ACE Goes to Level 4 (Day-2)

Belajar Menghidupkan Karya, Menemukan Arah

Catatan Hari Kedua Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4

Hari kedua Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4 terasa semakin bermakna karena peserta mulai benar-benar bersentuhan dengan praktik. Jika pada pertemuan pertama kami diajak memahami ekosistem dan semangat komunitas ACE, maka pada pertemuan kedua ini fokus bergeser pada bagaimana ide diwujudkan menjadi karya. Aku merasakan perubahan atmosfer belajar yang lebih aktif, lebih berani mencoba, dan lebih jujur pada proses. Di titik ini, belajar tidak lagi terasa sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan yang tumbuh dari dalam.

Pada pertemuan kedua, narasumber adalah Ibu Jumiati (ACE Level 7), yang membawakan materi tentang Tips Membuat Project Interaktif dengan Assemblr EDU. Materi disampaikan dengan pendekatan yang praktis dan membumi, seolah berkata bahwa setiap guru pasti bisa membuat project selama mau mencoba. Peserta diajak memahami bahwa project sederhana pun dapat memiliki dampak besar jika dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas. Dari sesi ini, aku melihat banyak wajah yang awalnya ragu mulai berubah menjadi lebih percaya diri.



Materi hari kedua berfokus pada langkah-langkah teknis yang sangat aplikatif, mulai dari memasukkan objek 3D, menambahkan teks dan anotasi, menyisipkan audio, hingga memanfaatkan fitur interactivity. Setiap fitur tidak hanya dijelaskan secara teknis, tetapi juga dikaitkan dengan konteks pembelajaran di kelas. Aku menangkap pesan penting bahwa interaktivitas bukan soal banyaknya efek, melainkan tentang bagaimana siswa diajak berinteraksi dengan pengetahuan. Di sinilah teknologi bertemu dengan pedagogi secara utuh.
Selain praktik pembuatan project, peserta juga diajak memahami berbagai cara memperoleh poin ACE melalui aktivitas nyata. Mulai dari mengunggah project ke media sosial, melaporkan tugas di ACE Dashboard, hingga aktif berinteraksi dalam ekosistem Assemblr EDU. Bagiku, bagian ini bukan sekadar tentang mengumpulkan poin, tetapi tentang membangun kebiasaan berbagi dan berkontribusi. Setiap unggahan, setiap interaksi, adalah jejak kecil yang memperkuat komunitas pembelajar.

Sebagai mentor, aku kembali belajar bahwa proses pendampingan sering kali lebih bermakna daripada hasil akhirnya. Melihat peserta mencoba, bertanya, lalu berhasil menyelesaikan project pertamanya menghadirkan kepuasan tersendiri. Ada kebahagiaan sederhana ketika seseorang menyadari bahwa dirinya mampu. Di momen-momen seperti inilah aku merasa bahwa peran mentor sejatinya adalah membuka jalan, bukan berjalan paling depan.

Hari kedua bootcamp ini mengajarkanku satu hal penting: bahwa belajar teknologi seharusnya tidak membuat kita merasa tertinggal, tetapi justru merasa ditemani. Materi yang dibawakan Ibu Jumiati menjadi jembatan antara keinginan dan kemampuan, antara ide dan realisasi. Dari sini, aku semakin yakin bahwa perjalanan menuju ACE Level 4 bukan hanya tentang naik level, tetapi tentang menumbuhkan keberanian untuk terus berkarya.

Menutup hari kedua, aku membawa pulang refleksi bahwa setiap project yang dibuat bukan hanya produk digital, melainkan representasi proses belajar seorang guru. Di balik setiap klik dan objek 3D, ada niat untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Dan selama niat itu tetap terjaga, setiap langkah kecil dalam bootcamp ini akan selalu berarti.

Selasa, 20 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #20

Batara Kala

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #20, Selasa Pahing tanggal 20 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA KALA.

BATARA KALA, adalah putra yang ke-enam/putra bungsu Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Dewi Umayi. Ias satu-satunya yang berwujud raksasa dari ke-enam saudara kandungnya, karena ia tercipta dari “Kama Salah” Sanghyang Manikmaya yang jatuh ke dalam Samodra dan menjelma menjadi bayi raksasa. Kelima kakak kandungnya masing-masing bernama (1) Sanghyang Sambo, (2) Sanghyang Brahma, (3) Sanghyang Indra, (4) Sanghyang Bayu dan (5) Sanghyang Wisnu. Batara Kala juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, putra Dewi Umakarti, yaitu Sanghyang Cakra, Sanghyang Mahadewa dan Sanghyang Asmara.

Batara Kala bertempat tinggal di Kahyangan Selamangumpeng, ia menikah dengan Dewi Pramuni, ratu penguasa makhluk siluman yang berkahyangan di Setragandamayit. Dari perkawinan tersebut, Batara kala memperoleh lima orang putra, masing-masing bernama Batara Siwahjaya, Dewei Kalayuwati, Batara Kalayuwana, Batara Kalagotama, dan Batara Kartinea.

Batara Kala sangat sakti sejak bayi. Ketika mengamuk di Suralaya, ia hanya bisa ditaklukkan oleh Sanghyang Manikmaya dengan Aji Kemayan. Kedua taringnya dipotong, yang kanan menjadi keris Kalanadah dan yang kiri menjadi keris Kaladite. Selain Sanghyang Manikmaya, hanya Sanghyang Wisnu yang dapat mengalahkan Batara Kala.

Meskipun sakti, Batara Kala sangat dungu dan tak pernai mulai mengadakan pesoalan ataupun peperangan. Ia kerap kali bertindak salah tetapi tidak disengaja, hanya karena kebodohannya. Batara Kala akan membela diri dan haknya apabila diserang atau dianiaya. Membunuh makhluk lain tidak untuk kesenangan, tetapi karena kebutuhan untuk membela kehidupan. Batara Kala lazim dipergunakan sebagai lambang keangkaramurkaan.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Bootcamp Speed Up ACE Goes to Level 4 (Day-1)

Meniti Level, Menumbuhkan Makna

Catatan dari Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4

Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4 bagiku bukan sekadar agenda peningkatan level dalam komunitas ACE. Ia hadir sebagai ruang jeda, tempat merenung sekaligus melangkah lebih mantap sebagai pendidik di tengah arus perubahan teknologi pembelajaran. Ketika bergabung sebagai salah satu mentor, aku menyadari bahwa peran ini bukan tentang siapa yang paling tinggi levelnya, melainkan siapa yang bersedia terus belajar dan berbagi. Dalam proses ini, aku kembali diingatkan bahwa bertumbuh sebagai guru selalu dimulai dari kerendahan hati untuk terus belajar.

Kebersamaan dengan para mentor lain menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ibu Bhakti Hundari (ACE Level 6), Ibu Jumiati (ACE Level 7), Rini Sri Lestari (ACE Level 9), Pak Annas (ACE Level 9), dan Pak Tri Goesema Putra (ACE Level 18) menghadirkan spektrum perjalanan ACE yang utuh. Dari setiap percakapan, aku melihat bahwa setiap level menyimpan cerita perjuangannya sendiri. Tidak ada yang instan, semuanya ditempa oleh konsistensi, kontribusi, dan keberanian mencoba hal baru dalam pembelajaran.

Pertemuan pertama yang dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 menjadi pijakan awal yang sangat menentukan. Pada sesi ini, Ibu Bhakti Hundari hadir sebagai narasumber dengan materi pengenalan Assemblr EDU dan ekosistem ACE Community. Materi ini terasa penting, terutama bagi peserta yang sedang menapaki awal perjalanan menuju ACE Level 4. Penjelasan tentang tantangan pendidikan masa kini seolah menjadi cermin, mengingatkan bahwa kelas-kelas kita membutuhkan pendekatan yang lebih hidup dan relevan dengan dunia siswa.




Melalui pengenalan Assemblr EDU, peserta diajak memahami bagaimana media pembelajaran berbasis 3D dan Augmented Reality dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata. Visual 3D, editor yang sederhana, visual coding, hingga fitur AI to 3D Generator membuka imajinasi tentang kemungkinan-kemungkinan baru di ruang kelas. Bagiku, teknologi ini bukan sekadar kecanggihan, tetapi peluang untuk mengubah kelas yang pasif menjadi ruang eksplorasi yang penuh rasa ingin tahu. Di titik ini, aku kembali percaya bahwa pembelajaran yang baik selalu dimulai dari pengalaman yang bermakna.

Dalam peran sebagai mentor, aku banyak belajar dari interaksi dengan para peserta. Pertanyaan-pertanyaan mereka, kegelisahan yang mereka sampaikan, hingga antusiasme saat mencoba hal baru menjadi pengingat bahwa setiap guru sedang berjuang dengan caranya sendiri. Aku tidak berdiri di depan sebagai yang paling tahu, melainkan berjalan di samping mereka sebagai sesama pembelajar. Refleksi ini membuatku semakin yakin bahwa komunitas seperti ACE bukan hanya tentang level dan poin, tetapi tentang rasa memiliki dan saling menguatkan.

Bootcamp ini juga menyadarkanku bahwa perjalanan menuju ACE Level 4 adalah proses menata niat. Niat untuk terus belajar, berbagi, dan memberi dampak nyata bagi siswa. Pertemuan pertama ini baru langkah awal, namun ia sudah menumbuhkan semangat untuk melangkah lebih jauh. Aku percaya, ketika proses dijalani dengan kesadaran dan ketulusan, setiap level yang dicapai akan membawa makna, bukan sekadar pencapaian.

Di akhir pertemuan pertama ini, aku menutup hari dengan satu perenungan sederhana: menjadi pendidik di era teknologi bukan tentang seberapa canggih alat yang kita gunakan, tetapi seberapa dalam kita memaknai pembelajaran itu sendiri. Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4 menjadi pengingat bahwa perjalanan ini layak dinikmati, disyukuri, dan terus dijalani dengan hati yang terbuka.

Senin, 19 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #19

Batara Ismaya

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #19, Senin Legi tanggal 19 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA ISMAYA.

BATARA ISMAYA, adalah putra kedua Sanghyang Tunggal dengan Dewi Wirandi/Rekatawati, putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, raja Samodralaya. Ia mempunyai dua saudara kandung bernama Sanghyang Tejamaya/Sanghyang Antaga dan Sanghyang Manikmaya. Sanghyang Ismaya juga mempunyai tiga saudara kandung seayah lain ibu, putra Dewi Darmani, putri Sanghyang Darmayaka dari Selong, masing-masing bernama Sanghyang Rudra/Dewa Esa, Sanghyang Dewanjali dan Sanghyang Darmastuti.

Sanghyang Ismaya dikenal pula dengan nama Sanghyang Punggung (Purwakanda). Ia menikah dengan Dewi Senggani, putri Saghyang Wening. Dari perkawinan tersebut, ia mendapatkan sepuluh orang putra, masing-masing bernama (1) Batara Wungkuan, (2) Batara Tembora, (3) Batara Kuwera, (4) Batara Wrahaspati, (5) Batara Syiwah, (6) Batara Surya, (7) Batara Chandra, (8) Batara Yama/Yamadipati, (9) Batara Kamajaya, dan (10) Batari Darmastutri.

Sanghyang Ismaya berwajah tampan. Suatu ketika ia berkelahi dengan Sanghyang Tejamaya karena memperebutkan siapa yang tertua diantara mereka dan berhak menjadi raja Tribuana. Akibatnya wajah mereka menjadi jelek. Oleh Sanghyang Tunggal mereka diberitahu, bahwa dahulu mereka lahir berwujud telur. Yang tertua Sanghyang Tejamaya (tercipta dari kulit telur), kemudian Sanghyang Ismaya (tercipta dari putih telur) dan Sanghyang Manikmaya (tercipta dari kuning telur).

Karena kesalahannya itu, Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Tejamaya harus turun ke dunia. Sanghyang Tejamaya mendapatkan tugas memberi tuntunan para angkara dan berganti nama menjadi Togog. Batara Ismaya mendapat tugas menjadi pamong Trah Witaradya. Ia turun ke pertapaan Paremana menjelma pada cucunya sendiri, Smara/Semar putra Batara WUngkuan, yang menjadi saudara ipar Resi Manumayasa.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 18 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #18

Dewi Irim-Irin

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #18, Minggu Kliwon tanggal 18 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah IRIM-IRIN.

DEWI IRIM-IRIN, dikenal pula dengan nama Dewi Surendra (Pedalangan Jawa) yang mempunyai arti “seorang yang nafsu birahinya (semangat keseksualannya) amat besar”. Dewi Irim-Irin adalah salah satu diantara bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari tujuh orang, yaitu, Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irim-Irin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki dan Dewi Wilutama.

Karena kecantikannya, Dewi Irimirin pernah menimbulkan peperangan hebat antara Suralaya dengan negara Nusahambara. Prabu Kalimantara, raja raksasa neraga tersebut mengutus kedua Senapati perangnya, Arya Dadali dan Arya Sarotama untuk melamar Dewi Irimirin. Karena lamarannya ditolak para dewa, Prabu kalimantara mengarahkan Angkatan perangnya untuk menyerang Suralaya. Angkatan perang dewa tidak dapat membendung serangan negara Nusahambara. Kesaktian Prabu Kalimantara, Arya Dadali dan Arya Sarotama tidak terkalahkan oleh para dewa. Dewa kemudian minta bantuan Bambang Sekutrem, putra Rsi Manumayasa dari pertapaan Retawu untuk menghadapinya.

Dengan kesaktiannya, Sekutrem berhasil membinasakan prabu Kalimantara, Arya Dadali, dan Arya Sarotama yang kemudian berubah wujud menjadi pusaka-pusaka kadewatan, berupa Jamus Kalimasada, Panah Ardadadali, dan Panah Sarotama. Dengan peristiwa tersebut, Dewi Irimirin merupakan bidadari pertama yang menjadi awal mula turunnya pusaka-pusaka kadewatan diberikan kepada umat Arcapada.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sabtu, 17 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #17

Batara Indra

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #17, Sabtu Wage tanggal 17 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA INDRA.

BATARA INDRA, adalah dewa keindahan yang memerintah dan menguasai para bidadari/hapsari di Kahyangan Kainderan. Ia merupakan putra ketiga Sanghyang Manikmaya, Raja Tribuana dengan permaisuri Dewi Umayi.Sanghyang Indra mempunyai lima orang saudara kandung masing-masing bernama, Sanghyang Sambo, Sanghyang Brahma, Sanghyang Bayu, Sanghyang Wisnu, dan Batara Kala. Ia jua mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, putra Dewi Umarakti, yaitu Sanghyang Cakra, Sanghyang Mahadewa dan Sanghyang Asmara.

Batara Indra sangat sakti, apabila bertiwikrama mempunyai perbawa halilintar. Ia juga mempunyai kendaraan gajah yang sangat besar bernama Erawana. Sanghyang Indra mempunyai perwatakan pengasihm penyayang dan cinta kepada seni serta keindahan. Is bersemayam di Kahyangan Tinjamaya dan mempunyai istri bernama Dewi Wiyati. Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh tujuh orang putra, masing-masing bernama Dewi Tara, Dewi Tari, Batara Citrarata, Batara Citragana, Batara Jayantaka, Batara Jayantara, dan Batara Harjunawangsa.

Putri Sanghyang Inrda, Dewi Tara dianugrahkan kepada Prabu Sugriwa, Raja Kera Gowa Kiskenda, yang kemudian diambil Resi Subali, mempunyai anak berwujud kera bernama Anggada. Sedangkan Dewi Tari menjadi istri Prabu Dasamuka, raja raksasa negara Alengka mempunyai anak bernama Indrajid/Megananda. Batara Indra pernah menjadi raja di Arcapada, di negara Medanggana bergelar Maharaja Sukra. Ia juga pernah berubah wujud menjadi Brakmana tua Resi Padya, untuk membangunkan tapa Arjuna di goa Mintaraga, Gunung Indrakila bernama Begawan Ciptaning.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 16 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #16

Batara Ganesa

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #16, Jumat Pon tanggal 16 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA GANESA.

BATARA GANESA, disebut pula dengan nama Batara Gana. Oa dewa ilmu pengetahuan berwujud raksasa berkepala gajah. Batara Ganesa adalah putra Batara Guru/Sanghyang Manikmaya dengan Dewi Uma. Ia lahir atas keinginan Batara Guru yang menginginkan seorang putra yang ahli di dalam hal mendidik. Hal ini karena Batara Guru ingin menyadarkan Prabu Nilaludraka, raja raksasa dari negara Glugutinatar yang dengan pasukan gajahnya mengamuk di Suralaya agar keinginannya memperistri Dewi Gagarmayang tidak dikabulkan Batara Guru.

Dewi Uma yang saat itu sedang mengandung, sangat terkejut dan lari ketakutan begitu melihat Gajah Erawana, kendaraan Batara Indra, yang sangat luar biasa dalam bentuk dan wujudnya serta mempunyai Kesan sangat mengerikan dan menakutkan. Pengaruh ketakutan itu terwujud pada kelahiran putranya yang berwujud raksasa berkepala gajah. Anak tersebut diberi nama Batara Ganesa.

Batara Ganesa kemudian dibawa ke medan perang untuk dihadapkan dengan Prabu Nilarudraka. Dalam peperangan itu, Batara Ganesa akhirnya dapat membunuh dan membinasakan Prabu Nilarudraka, sedangkan pasukan gajah Glugutinatar dapat dihancurkan pasukan gajah Suralaya dibawah pimpinan Batara Indra yang menaiki gajah Erawana.

Pada masa hidupnya, Batara Ganesa bertugas memberi Pelajaran dan ilmu pengetahuan terhadap umat di Tribuana. Oleh karena itu, dia diagung-agungkan sebagai lambang sumber segala ilmu.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Kamis, 15 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #15

Gagarmayang

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #15, Kamis Pahing tanggal 15 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah GAGARMAYANG.

DEWI GAGARMAYANG, adalah bidadari keturunan Sanghyang Triyarta. Ia mempunyai saudara kembar yang bernama Dewi Prabasini. Meskipun memiliki bentuk badan yang kurus, namun karena kecantikannya dan daya sensualnya yang tinggi, Dewi Gagarmayang oleh Sanghyang Manikmaya ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh bidadari upacara di Suralaya. Keenam bidadari lainnya adalah (1) Dewi Supraba, (2) Dewi Lenglengdanu, (3) Dewi Irim-Irin, (4) Dewi Tunjungbiru, (5) Dewi Warsiki, dan (6) Dewi Wilutama.

Kecantikan Dewi Gagarmayang pernah menggoncangkan Suralaya ketika Batara Kalayuwana, putra Batara Kala dengan Dewi Durga yang ingin memperistri Dewi Gagarmayang ditolak Batara Guru. Perang yak dapat dihindarkan antara para dewa Suralaya melawan para raksasa dan makhluk-makhluk siluman dari Sentragandamayit. Perang baru berakhir setelah Sanghyang Brahma turun ke Arcapada untuk meminta bantuan Resi Kiswabirisma, cucu buyut Dewi Brahmanisti dengan Garuda Aruni/Garusa Briawan. Dewi Brahmanisri adalah putri sulung Sanghyang Brahma dengan Dewi Raraswati. Dalam peperangan tersebut, Resi Kiswabrisma berhasil mengalahkan Batara Kalayuwana dan mengusir pasukan raksasa dan para siluman dari Jonggringsaloka.

Dalam kisah “Arjuna Wiwaha”, Dewi Gagarmayang pernah turun ke dunia bersama keenam bidadari upacara Suralaya lainnya, melaksanakan perintah Sanghyang Indra untuk membuyarkan atau menggagalkan Arjuna yang sedang bertapa di Goa Mintaraga, hutan Kaliasa di lerang gunung Indrakila.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Rabu, 14 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #14

Batari Durga

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #14, Rabu Legi tanggal 14 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARI DURGA.

BATARI DURGA, pada mulanya bernama Dewi Danapati/Dewi Pramuni. Bertahun-tahun ia bertapa di hutan Krendayana karena bercita-cita ingin menjadi istri Sanghyang Manikmaya, raja Tribuawan. Keinginannya terkabul, tetapi hanya badan wadagnya/raganya saja. Oleh Sanghyang Manikmaya, badan halusnya/sukmanya ditukarkan dengan badan halus/sukma Dewi Umayi yang pada waktu itu badan raganya telah menjadi raseksi bernama Batari Durga.

Oleh Sanghyang Manikmaya, Batari Durga ditempatkan di Kahyangan Setragandamayit/Setraganda. Umayi di hutan Krendayana menjadi ratu/penguasa golongan makhluk siluman. Setelah berputra Batara Dewasrani, sebagai istri Sanghyang Manikmaya, Batari Durga kemudian dinikahkan dengan Batara Kala, putra bungsu Sanghyang Manikmaya dengan Dewi Umayi. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima orang putra masing-masing bernama (1) Batara Siwahjaya, (2) Batari Kalayuwati, (3) Batara Kalayuwana, (4) Batara Kalagota, dan (5) Batara Kartinea.

Sebagai penguasa makhluk siluman, Batari Durga berhak memberi anugreah kepada para pemujanya, baik berupa harta benda/kekayaan, ataupun ilmu kesaktian. Karena berwujud akyan/badan halus, Betari Durga bersifat abadi, hidup sepanjang jaman.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Selasa, 13 Januari 2026

Bootcamp Speed Up ACE Goes to Level 4

Saatnya Melangkah Lebih Cepat, Bertumbuh Bersama

Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4

Bagi Bapak/Ibu guru yang sedang menapaki perjalanan di komunitas ACE, ada satu fase penting yang sering terasa menantang: melangkah menuju ACE Level 4. Banyak yang sebenarnya sudah mulai, tetapi berhenti di tengah jalan karena ragu, bingung harus memulai dari mana, atau merasa berjalan sendirian. Melalui Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang mendampingi, memandu, dan menguatkan langkah tersebut. Bootcamp ini bukan sekadar tentang naik level, tetapi tentang menumbuhkan kepercayaan diri dan konsistensi dalam belajar.

Bootcamp ini dirancang untuk membantu peserta memahami dan mempraktikkan penggunaan Assemblr EDU secara bertahap dan aplikatif. Materi tidak berhenti pada pengenalan fitur, tetapi diarahkan langsung pada praktik membuat project interaktif yang relevan dengan pembelajaran. Peserta akan dibimbing langkah demi langkah agar tidak merasa tertinggal. Dengan pendekatan seperti ini, proses belajar menjadi lebih ringan, terarah, dan terasa mungkin untuk dijalani.

Pendampingan menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Para mentor yang terlibat berasal dari level ACE yang beragam dan telah lebih dulu melalui proses belajar yang sama. Mereka hadir untuk berbagi pengalaman nyata, strategi efektif, serta tips praktis agar proses naik level tidak lagi terasa membingungkan. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga arahan yang jelas dan dukungan selama proses berlangsung.
Didampingi para mentor yang berpengalaman, sesi Bootcamp ini pastinya akan memberikan tips dan trik terbaik untuk bisa membantu mempercepat progres peserta dari nol hingga mencapai target level ACE, yaitu level 4 sebagai salah satu syarat untuk mendaftar program Assemblr Certified trainer batch 2.
Melalui bootcamp ini, peserta juga akan diarahkan untuk lebih aktif dalam ekosistem ACE. Mulai dari mengumpulkan poin melalui aktivitas yang tepat sasaran, membangun project pembelajaran, hingga memanfaatkan ACE Dashboard dan media sosial secara optimal. Semua dirancang agar setiap usaha yang dilakukan benar-benar bernilai dan berkontribusi pada perjalanan menuju ACE Level 4. Dengan pendampingan yang tepat, proses percepatan level menjadi lebih realistis dan terukur.
👉 Pendaftaran Bootcamp Speed Up Goes to ACE Level 4 saat ini telah dibuka.
Jika Bapak/Ibu guru merasa sudah waktunya melangkah lebih jauh dan ingin proses belajar yang lebih terarah, segera daftarkan diri Anda. Kuota peserta terbatas agar pendampingan dapat berjalan optimal. Jangan menunggu merasa paling siap—karena kesiapan sering kali lahir dari keberanian untuk memulai. Mari bergabung, belajar bersama, dan bertumbuh dalam komunitas ACE.




Sinau Wayang (One Day One Wayang) #13

Dewi Dresnala

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #13, Selasa Kliwon tanggal 13 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI DRESNALA.

DEWI DRESNALA, adalah putri Sanghyang Barhma dengan permaisuri Dewi Rarasyati/Raraswati. Ia mempunyai tiga belas saudara kandung. Diantara mereka yang dikenal dalam cerita pedalangan adalah, (1) Dewi Bramanistri yang dianugerahkan kepada Garuda Briawan/Suwarna/Aruni dan menurunkan golongan Garuda, (2) Dewi Bramaniyuta yang menikah dengan Batara Srinada/Prabu Basurata, raja negara Wirata, berputra Dewi Bramaneki yang menikah dengan Bambang Parikenan, turun temurun menurunkan trah Wukir Retawu sampai keluarga Kurawa dan Pandawa. (3) Dewi Bremani yang menikah dengan Prabu Banjaranjali yang menurunkan raja-raja negara Alengka termasuk Prabu Dasamuka.

Dewi Dresnala juga mempunyai delapan orang saudara seayah lain ibu, putra-putra Dewi Saci dan Dewi Sarasyati. Diantaranya yang dikenal adalah (1) Batara Brahmanaresi yang menikah dengan Dewi Srihuna, putri Sanghyang Wisnu, berputra Batara Parikenan. Kemudian (2) Batara Bramanasadewa yang menikah dengan Dewi Srianndi, putri Sanghyang Wisnu, berputra Prabu Brahmakestu yang menurunkan Prabu Canderakestu dan Prabu Suryakestu, raja-raja di wilayah negara Maespati.

Dewi Dresnala pernah dianugerahkan kepada Arjuna, Satria Pandawa yang waktu itu menjadi raja di Kahyangan Kainderan atas jasanya membunuh Prabu Nuwatakawaca raja raksasa negara Manikmantaka. Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Wisanggeni.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Senin, 12 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #12

Dewasrani

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #12, Senin Wage tanggal 12 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWASRANI.

DEWASRANI, adalah putra Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Batari Durga, wujud Dewi Umayi setelah terkena kutukan Sanghyang Manikmaya. Ia lahir di istana siluman, Setragandamayit. Batara Dewasrani mempunyai lima orang saudara satu ibu lain ayah, yang secara fisik merupakan putra Batari Durga/Dewi Pramuni dengan batara Kala, masing-masing bernama Batara Siwahjaya, Dewi Kalayuwati, Batara Kalayuwana, Batara Kalagotaman, dan Batara Kartinea.

Dewasrani berwajah tampan. Selain sakti, juga mempunyai Kawswastawan, dapat beralih rupa menjadi apa saja sesuai kehendaknya. Batara Dewasrani mempunyai sifat dan perwatakan serakah, bengiis, kejam, suka membuat usil dan mau benarnya sendiri. Berkali-kali ia membuat keributan di Jonggringsaloka dengan berbagai tuntutan yang aneh-aneh.

Dewasrani pernah menuntug untuk dijadikan raja di Kahyangan Kaideran dan dijodohkan dengan Dewi Supraba. Ketika keinginannya ditolak Sanghyang Manikmaya, ia mengamuk, tetapi dapat dikalahkan Batara Indra. Dewasrani juga pernah mengejar-ngejar Dewi Widowati/Dewi Srisekar, istri Batara Wisnu sampai keluar Kahyangan Untarasegara. Atas perbuatannya itu, ia dikutuk Batara Wisnu menjadi babi hutan dan dapat kembali ke wujud aslinya setelah diruwat ibunya, Dewi Pramuni.


Berkali-kali Dewasrani menitis atau menjelma menjadi raja raksasa untuk membuat kekacauan di Arcapada, tetapi semua tindakannya itu selalu dapat digagalkan Batara Wisnu. Karena berbagai tindakannya, Dewasrani dikenal sebagai lambang kejahatan.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA

#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 11 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #11

Dewa Ruci

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #11, Minggu Pon tanggal 11 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWA RUCI.

DEWA RUCI, mempunyai wujud dan bentuk sebagai Dewa Kerdil. Tokoh Dewa Ruci hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan hanya ditampilkan saat Bima/Werkudara, putra kedua Prabu Pandu raja Negara Astina dengan Dewi Kunti, mendapat perintah dari Resi Drona untuk mencari air Perwitasari.

Dengan kesaktiannya, Dewa Ruci dapat memasukkan tubuh Bima yang besarnya beberapa kali lipat dari tubuhnya, masuk ke dalam tubuhnya melalui alubang telinga, dimana di dalamnya Bima dapat melihat segala persoalan hidup atas petunjuk Dewa Ruci. Ia merupakan satu-satunya makhluk yang dapat membuat Bima, orang yang sleama hidupnya tidak pernah/bisa berlutut dan bersujud, bisa berlutut dan bersujud kepadanya.

Kepada Bima, Dewa Ruci memberikan dan menjabarkan ilmu kasampurnaan. Ia banyak menguraikan masalah kebenaran sejati, tentang hakekat dan tujuan hidup yang sebenarnya. Berkat ajarannya, Bima menjadi satria yang berbudi luhur. Tahu mana antara hak dan kewajiban, mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah dan harus dihindari.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #36

Dewi Sri Widowati Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #36, Kamis Pon tanggal 5 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutka...