SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Kamis, 02 Januari 2025

Pengimbasan Pengkin di SMKN 1 Samigaluh

Belajar Tumbuh Bersama: Catatan Saya dari Pengimbasan Pengelolaan Kinerja Guru di SMK Negeri 1 Samigaluh

Tahun 2025 saya awali dengan penuh syukur dan semangat. Pada hari kamis tanggal 2 Januari, saya diberi kesempatan untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Pengimbasan Pengelolaan Kinerja Guru yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 1 Samigaluh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan, dan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Disambut dengan hangat oleh Ari Daruningsih, S.Pd., M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Samigaluh, saya merasa sangat terhormat bisa hadir dan berbagi di lingkungan sekolah yang begitu antusias dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, terukur, dan kolaboratif — sesuatu yang juga menjadi semangat utama dalam kegiatan hari itu.

Membuka Kesadaran Bersama tentang Kinerja Guru

Saya memulai sesi dengan survey pengetahuan awal peserta mengenai pengelolaan kinerja guru. Dari hasil tanggapan yang muncul, saya melihat bahwa sebagian besar guru masih memandang pengelolaan kinerja sebagai kegiatan administratif tahunan. Ini menjadi titik tolak diskusi kami hari itu: bahwa kinerja guru bukan sekadar laporan, tapi cerminan proses belajar, berkembang, dan memberikan dampak nyata.

Kami kemudian mendalami landasan regulasi yang melandasi sistem pengelolaan kinerja saat ini, termasuk kebijakan-kebijakan terbaru dari Kemendikbudristek. Peserta tampak aktif mencermati dan menanyakan hal-hal teknis yang selama ini belum sepenuhnya dipahami.

Mendalami Mekanisme dan Variabel Kinerja Guru

Sesi dilanjutkan dengan penjelasan tentang mekanisme pengelolaan kinerja guru, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi. Saya juga memperkenalkan variabel-variabel utama dalam penilaian kinerja, yang meliputi kompetensi, keterlibatan, dan peran tambahan di lingkungan sekolah.

Diskusi berlangsung hangat dan terbuka. Beberapa guru menyampaikan pengalaman mereka saat menjalani penilaian kinerja sebelumnya, serta harapan agar sistem ke depan bisa lebih memotivasi, bukan sekadar menjadi kewajiban administratif.

Refleksi yang Menguatkan

Kegiatan diakhiri dengan refleksi terbuka. Banyak peserta menyampaikan bahwa mereka merasa lebih paham akan esensi dari pengelolaan kinerja guru. Beberapa bahkan menyebut bahwa kegiatan ini menyadarkan mereka untuk lebih merancang perencanaan kerja yang tidak hanya terukur, tapi juga bermakna dan berdampak bagi peserta didik.

“Kami jadi lebih paham bahwa pengelolaan kinerja bukan sekadar kewajiban tahunan, tapi bagian penting dari proses tumbuh bersama sebagai pendidik,” ujar salah satu peserta.

“Ternyata kita bisa mengelola kinerja kita dengan cara yang lebih reflektif, bukan sekadar formalitas,” ujar peserta lainnya, yang membuat saya merasa sangat terharu dan bersyukur.

Menutup dengan Harapan

Saya pribadi merasa bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi ilmu, tapi juga momen untuk belajar bersama dan saling menguatkan. Sebagai guru, kita tumbuh dalam kolaborasi — dan pengelolaan kinerja bukanlah beban, melainkan ruang untuk terus berkembang dan berkontribusi lebih baik.

Terima kasih untuk keluarga besar SMK Negeri 1 Samigaluh atas kesempatan dan semangat luar biasa hari itu. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk tahun yang penuh pertumbuhan dan perubahan positif.

Selasa, 21 Mei 2024

Manajemen Pertunjukan Seni Tari

Manajemen Pertunjukan Seni Tari

Materi Seni Tari Semester Genap

1. Pengertian Manajemen Pertunjukan Seni Tari

Manajemen pertunjukan seni tari adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu dalam penyelenggaraan pertunjukan tari. Manajemen ini mencakup berbagai aspek mulai dari konsep, persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi pertunjukan.

2. Komponen Utama dalam Manajemen Pertunjukan Seni Tari

a. Perencanaan

Perencanaan adalah tahap awal yang melibatkan penentuan tujuan, tema, dan konsep pertunjukan. Dalam tahap ini, manajer pertunjukan bekerja sama dengan koreografer, penari, dan tim kreatif untuk menyusun rencana yang detail, termasuk:
    1. Penentuan Tema dan Konsep: Menentukan tema yang akan diusung dalam pertunjukan dan konsep artistik yang ingin ditampilkan.
    2. Pembuatan Jadwal: Menetapkan jadwal latihan, teknis dan hari pertunjukan.
    3. Anggaran: Merencanakan anggaran yang mencakup biaya produksi, honorarium penari, promosi, dan biaya tak terduga.
b. Pengorganisasian

Pada tahap ini, manajer mengatur segala aspek yang diperlukan untuk mewujudkan rencana. Ini mencakup:
    1. Tim Produksi: Membentuk tim yang terdiri dari koreografer, penata musik, penata panggung, penata cahaya, dan tim teknis lainnya.
    2. Lokasi: Memilih dan memesan tempat pertunjukan yang sesuai.
    3. Perlengkapan dan Kostum: Menyediakan semua kebutuhan perlengkapan dan kostum untuk penari.
c. Pengarahan

Pengarahan melibatkan kepemimpinan dan koordinasi di antara tim produksi dan penari untuk memastikan semua pihak bekerja sesuai rencana. Aktivitas dalam tahap ini antara lain:
    1. Latihan Intensif: Mengarahkan dan memantau latihan untuk memastikan penari siap untuk tampil.
    2. Koordinasi Tim: Memastikan semua anggota tim memahami tugas dan tanggung jawab mereka.
d. Pengawasan

Pengawasan bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek pertunjukan berjalan sesuai rencana dan mengatasi masalah yang muncul. Ini mencakup:

    1. Pengawasan Latihan: Memantau latihan dan memberikan umpan balik.
    2. Penilaian Kinerja: Menilai penampilan selama latihan dan memberikan saran perbaikan.
    3. Evaluasi Pasca Pertunjukan: Melakukan evaluasi keseluruhan setelah pertunjukan selesai untuk menilai keberhasilan dan mencari area untuk perbaikan di masa depan.

3. Tahap-Tahap dalam Penyelenggaraan Pertunjukan Tari

a. Pra-Produksi
    1. Konsep dan Perencanaan: Mengembangkan ide dasar dan tujuan pertunjukan.
    2. Pengembangan Skenario: Menulis naskah atau skenario yang jelas.
    3. Rekrutmen dan Pelatihan: Merekrut penari dan memberikan pelatihan yang diperlukan.
b. Produksi
    1. Latihan dan Rehearsal: Melakukan latihan rutin dan gladi bersih.
    2. Persiapan Teknis: Menyiapkan semua aspek teknis termasuk pencahayaan, sound system, dan tata panggung.
    3. Promosi dan Publisitas: Mempromosikan pertunjukan untuk menarik penonton.
c. Pertunjukan
    1. Pelaksanaan Pertunjukan: Menjalankan pertunjukan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
    2. Manajemen Penonton: Mengelola penonton, mulai dari penjualan tiket hingga pengaturan tempat duduk.
d. Pasca Produksi
    1. Evaluasi: Mengevaluasi keseluruhan pertunjukan dan mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan.
    2. Laporan Keuangan: Membuat laporan keuangan yang mencakup semua pengeluaran dan pendapatan.
    3. Dokumentasi: Mendokumentasikan pertunjukan untuk keperluan arsip dan referensi masa depan.

4. Tantangan dalam Manajemen Pertunjukan Seni Tari

a. Pengelolaan Anggaran

Mengelola anggaran dengan bijak untuk memastikan semua aspek pertunjukan dapat terlaksana tanpa kekurangan dana.

b. Koordinasi Tim

Mengkoordinasikan berbagai elemen tim produksi yang terdiri dari individu dengan berbagai keahlian dan latar belakang yang berbeda.

c. Promosi dan Pemasaran

Mempromosikan pertunjukan untuk memastikan penjualan tiket yang memadai dan mendatangkan penonton.

d. Penanganan Teknis

Mengatasi masalah teknis yang mungkin terjadi selama persiapan dan pelaksanaan pertunjukan.

5. Kesimpulan

Manajemen pertunjukan seni tari adalah proses yang kompleks dan membutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta evaluasi yang mendalam. Dengan manajemen yang efektif, sebuah pertunjukan tari dapat menjadi sukses dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi penontonnya.

Sabtu, 19 Agustus 2023

Lokakarya Orientasi PGP A-9


Calon Guru Penggerak A-9 Kabupaten Bantul Mengikuti Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak

Pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023, Balai Besar Guru Penggerak DIY menyelenggarakan Lokakarya Orientasi Calon Guru Penggerak angkatan ke-9. Kegiatan ini diadakan secara daring mulai pukul 08.00 hingga 16.00 dan diikuti oleh sejumlah calon guru penggerak yang antusias untuk berpartisipasi dalam program ini.

1. Pembukaan Lokakarya

Lokakarya dibuka tepat pada pukul 08.00 dengan sambutan dari Kepala Balai Besar Guru Penggerak DIY. Beliau menekankan pentingnya peran guru penggerak dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Acara pembukaan juga diwarnai dengan pemutaran video singkat yang menggambarkan perjalanan dan pencapaian program Guru Penggerak sebelumnya.

2. Agenda dan Tujuan Lokakarya

Selanjutnya, moderator memaparkan agenda dan tujuan lokakarya. Tujuan utama dari lokakarya ini adalah untuk memberikan orientasi kepada calon guru penggerak tentang program Guru Penggerak, memperkenalkan mereka pada perjalanan yang akan mereka tempuh, dan membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan.

3. Perkenalan Diri

Setelah penjelasan agenda, peserta diminta untuk memperkenalkan diri. Setiap peserta memberikan gambaran singkat tentang latar belakang mereka, pengalaman mengajar, dan motivasi mereka untuk bergabung dalam program Guru Penggerak. Sesi ini bertujuan untuk menciptakan suasana akrab dan saling mengenal antar peserta.

4. Kesepakatan Kelas

Untuk memastikan lokakarya berjalan dengan lancar, fasilitator memimpin sesi kesepakatan kelas. Para peserta bersama-sama menyusun dan menyepakati aturan-aturan yang akan diikuti selama lokakarya, seperti etika komunikasi, waktu istirahat, dan penggunaan fitur dalam platform daring.

5. Harapan dan Kekhawatiran

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menuliskan harapan dan kekhawatiran mereka terkait program Guru Penggerak. Beberapa peserta mengungkapkan harapan besar mereka untuk dapat berkontribusi lebih dalam dunia pendidikan, sementara yang lain menyampaikan kekhawatiran terkait tantangan yang mungkin dihadapi selama program berlangsung.

6. Pengantar Program PGP & Perjalanan Calon Guru Penggerak

Materi utama dimulai dengan pengantar tentang Program Guru Penggerak (PGP) dan perjalanan yang akan ditempuh oleh calon guru penggerak. Narasumber dari Balai Besar Guru Penggerak DIY menjelaskan berbagai tahap dan komponen program, serta bagaimana setiap tahap dirancang untuk mengembangkan kompetensi peserta.

7. Posisi Diri

Peserta kemudian diajak untuk melakukan refleksi tentang posisi diri mereka saat ini sebagai guru. Mereka diminta untuk merenungkan kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan dalam praktek mengajar mereka, serta bagaimana mereka dapat mengaplikasikan pembelajaran dari program ini untuk perbaikan diri.

8. Rencana Pengembangan Kompetensi Diri

Setelah refleksi, peserta menyusun rencana pengembangan kompetensi diri. Mereka diminta untuk membuat rencana konkret tentang keterampilan dan pengetahuan yang ingin mereka kembangkan selama mengikuti program Guru Penggerak, serta langkah-langkah spesifik yang akan mereka ambil untuk mencapainya.

9. Refleksi Peserta

Sebelum penutupan, peserta diberikan waktu untuk melakukan refleksi tentang seluruh kegiatan lokakarya hari itu. Mereka berbagi apa yang telah mereka pelajari, inspirasi yang didapatkan, dan bagaimana mereka akan menerapkan pengetahuan baru tersebut dalam praktek mengajar mereka.

10. Penutup

Lokakarya diakhiri dengan sesi penutupan yang kembali dipimpin oleh Kepala Balai Besar Guru Penggerak DIY. Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif mereka dan menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi dalam menjalankan peran sebagai guru penggerak. Lokakarya ditutup dengan pesan motivasi untuk selalu berinovasi dan menginspirasi dalam dunia pendidikan.

Dengan berakhirnya lokakarya ini, diharapkan para calon guru penggerak angkatan ke-9 siap untuk memulai perjalanan mereka dengan semangat baru dan komitmen kuat untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Dokumentasi








Kamis, 10 Agustus 2023

Penetapan Peserta PGP A-9

 Selamat Menempuh Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9

Salam dan bahagia... 
Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 telah resmi ditutup beberapa hari yang lalu. Siang ini, telah beredar Surat Penetapan Peserta PGP Angkatan 9 tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Dirjen GTK dengan nomor 2257/B3/GT.03.00/2023, tertanggal 3 Agustus 2023. Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 ini akan diikuti oleh 31.052 peserta yang terdiri dari Calon Guru Penggerak angkatan 5, 6, 7, 8, dan 9 yang belum mendapatkan kesempatan pada pendidikan sebelumnya. Pada kesempatan ini, ke-enam Calon Guru Penggerak di SMK Negeri 1 Pleret terdaftar sebagai peserta PGP A-9. Senang sekali, pada akhirnya kami ber-6 mengikuti PGP di gelombang yang sama. 

Surat penetapan peserta Pendidikan Guru Penggerak tersebut diikuti dengan beredarnya jadwal Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9, yang dilaksanakan selama enam bulan dimulai pada bulan Agustus 2023 hingga April 2024. Peserta PGP A-9 nantinya akan mempelajari dan mengimplementasikan 3 paket modul, dengan total materi 10 topik. Diantara modul tersebut juga dijadwalkan ada kegiatan ruang kolaborasi dan lokakarya secara berkala
Berikut surat penetapan peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9

Tahap persiapan yang harus dilakukan oleh Peserta PGP A-9 adalah sebagai berikut:
1. Mengecek simpkb guru penggerak masing-masing, untuk mengunduh pakta integritas
2. Mengisi dan menandatangai pakta integritas di atas materai 10.000
3. Mengunggah pakta integritas yang sudah ditandatangani
4. Mengikuti Pembukaan dan Orientasi PGP Angkatan 9 yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 16 Agustus 2023
Selanjutnya adalah Jadwal Pelaksanaan PGP angkatan 9

Kamis, 06 Juli 2023

Upgrading Penggerak Komunitas (KOMBEL) #Part 3 (end)

Sahabat Penggerak Komunitas Belajar

Kamis 6 Juli 2023, Hari ketiga aktivitas kami di kegiatan Upgrading Penggerak Komunitas Belajar bersama Duta Teknologi Kemendikbudristek tahun 2021 dan 2022. Sampai detik ini, kami masih semangat untuk menimba ilmu, meningkatkan kapasitas kami yang nantinya akan menjadi penggerak komunitas di satuan pendidikan masing-masing dan mengimbaskan kepada penggerak-penggerak komunitas antar sekolah yang lain. Dihari ketiga ini, kami masih terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A dan kelas B. Jika hari kedua kemarin, kita mempelajari materi mengenai Membangun komunitas, merumuskan visi dan tujuan hingga manajemen konflik, kali ini materinya sangat luar biasa, yaitu mengenai fasilitasi dan sosial emosional.

Sesi 1 - Keterampilan Fasilitasi

Pagi ini, kelas B dipandu oleh mas Patria dalam mendalami materi fasilitasi. Diawali dengan bermain cing ciripit, kami membentuk lingakaran tidak sempurna di tengah ruangan dan bersama-sama menyatukan fokus dan konsentrasi, bahwa tubuh kita dan pikiran kita ada di ruangan ini. Banyak hal baru yang kami dapatkan di sini, bahwa fasilitasi, berasal dari kata dasar fasile (bahasa latin) yang artinya mudah, sederhana. Disini maksudnya adalah seorang fasilitator diharapkan bisa memudahkan komunitasnya, menjembatani anggota komunitas untuk ikut berkontribusi dalam mencapai tujuan bersama.

Sangat komunikatif dan menyenangkan kegiatan kali ini. Peserta langsung mempraktikkan proses fasilitasi melalui kelompok masing-masing. Kami berbagi peran sebagai Fasilitator, Observer dan yang lainnya berperan sebagai anggota. 

Sesi 2 - Pembelajaran Sosial Emosional

Setelah cofee break selama kurang lebih 15 menit, kami kembali masuk di kelas B. Di dalam ruangan sudah menunggu fasilitator sesi selanjutnya, yaitu materi tentang Pembelajaran Sosial Emosional. Dipandu oleh Mas Qadry, kami mengawali sesi dengan menuangkan emosi apa yang pernah kami alami dalam bentuk gambar, kemudian kami sampaikan kepada anggota kelompok masing-masing. O iya, anggota kelompoknya masih sama dengan kelompok di sesi Fasilitasi sebelumnya. 

Satu hal yang sangat menarik pada pembelajaran sesi ini, adalah ternyata kami selama ini masih kurang mengenal diri masing-masing. bahkan dengan benda yang sudah kami miliki bertahun-tahun pun kami kurang peka untuk mengenalinya secara detail. Luar biasa, memang hal utamanya adalah bagaimana kita bisa mengenali diri sendiri, sebelum kita mengenal orang lain.

Ada lima kompetensi sosial yang harus dimiliki seorang penggerak komunitas, antara lain:
1. Kesadaran Diri, untuk mengenali diri sendiri secara akurat, sehingga mampu mengenali keterkaitan antara perasaan, tindakan dan pikiran yang dilakukan.
2. Manajemen Diri, untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku dalam berbagai situasi, sehingga dapat menangani stress, mengontrol hasrat dan bertahan menghadapi tantangan
3. Kesadaran Sosial, untuk berempati dengan orang lain, serta mengambil perspektif dari berbagai sudut pandang
4. Kemampuan Berelasi, untuk membangun dan memelihara suatu hubungan yang sehat antara individu dan kelompok
5. Membuat Keputusan yang Bertanggung Jawab, merupakan kemampuan untuk membuat pilihan yang konstruktif, benar dan cara bertindak sesuai etis norma sosial dan keselamatan.
Luar biasa materi kali ini, sangat bermanfaat untuk membekali kami sebagai sahabat penggerak komunitas

Sesi 3 - Optimalisasi Platform Merdeka Mengajar

Pada sesi ke-3 ini, masih di jam rawan, selepas istirahat makan siang dan sholat dhuhur, kami dikembalikan di kelas besar, dimana semua peserta tergabung dalam 1 ruangan kembali. Dengan dipandu oleh mas Qadry, kami dikelompokkan kembali seperti pada sesi di hari kedua kemarin. Dalam kegiatan Optimalisasi PMM ini, kami diberi tugas kelompok untuk membedah satu fitur di PMM, dan menuangkan hasil diskudi kami pada kertas Plano yang disediakan. Selanjutnya, kami melakukan aktivitas Window Shoping, dimana masing-masing kelompok menampilkan hasil diskusinya pada tembok atau papan, dan membagi anggota untuk menjadi penjaga "toko", serta anggota yang lain menjadi "pembeli" atau pencari informasi dari kelompok lain.

Sangat menyenangkan, apalagi di akhir sesi, kami bermain jago suit, dimana pada akhir permainan terpilih satu jagoan suit yang memiliki anggota seluruh peserta pelatihan.. woooww... seru banget..!


Sesi 4 - Rencana Tindak Lanjut

Nah, acara terakhir ini, adalah final tugas kami sebagai peserta Upgrading Penggerak Komunitas Belajar. Kami diberi tugas untuk membuat rencana tindak lanjut dari hasil pelatihan ini. Rencana tindak lanjut ini, dibagi dalam 3 rencana, yaitu rencana jangka pendek, rencana jangka panjang dan rencana jangka menengah. Kelanjutan dari RTL yang kami susun ini, harapannya dapat dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing, dan bisa dikembangkan ke luar instansi.

Daaan, akhirnya pada pukul 17.30, kegiatan upgrading penggerak komunitas ini resmi ditutup dengan upacara penutupan yang sangat sederhana. Dan kami pun mengakhiri sesi dengan foto bersama untuk dokumentasi dan kenang-kenangan.
Sampai jumpa Surakarta... kami akan merindukan kenangan indah ini...



Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...