SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Selasa, 13 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #13

Dewi Dresnala

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #13, Selasa Kliwon tanggal 13 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI DRESNALA.

DEWI DRESNALA, adalah putri Sanghyang Barhma dengan permaisuri Dewi Rarasyati/Raraswati. Ia mempunyai tiga belas saudara kandung. Diantara mereka yang dikenal dalam cerita pedalangan adalah, (1) Dewi Bramanistri yang dianugerahkan kepada Garuda Briawan/Suwarna/Aruni dan menurunkan golongan Garuda, (2) Dewi Bramaniyuta yang menikah dengan Batara Srinada/Prabu Basurata, raja negara Wirata, berputra Dewi Bramaneki yang menikah dengan Bambang Parikenan, turun temurun menurunkan trah Wukir Retawu sampai keluarga Kurawa dan Pandawa. (3) Dewi Bremani yang menikah dengan Prabu Banjaranjali yang menurunkan raja-raja negara Alengka termasuk Prabu Dasamuka.

Dewi Dresnala juga mempunyai delapan orang saudara seayah lain ibu, putra-putra Dewi Saci dan Dewi Sarasyati. Diantaranya yang dikenal adalah (1) Batara Brahmanaresi yang menikah dengan Dewi Srihuna, putri Sanghyang Wisnu, berputra Batara Parikenan. Kemudian (2) Batara Bramanasadewa yang menikah dengan Dewi Srianndi, putri Sanghyang Wisnu, berputra Prabu Brahmakestu yang menurunkan Prabu Canderakestu dan Prabu Suryakestu, raja-raja di wilayah negara Maespati.

Dewi Dresnala pernah dianugerahkan kepada Arjuna, Satria Pandawa yang waktu itu menjadi raja di Kahyangan Kainderan atas jasanya membunuh Prabu Nuwatakawaca raja raksasa negara Manikmantaka. Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh seorang putra yang diberi nama Wisanggeni.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Senin, 12 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #12

Dewasrani

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #12, Senin Wage tanggal 12 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWASRANI.

DEWASRANI, adalah putra Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Batari Durga, wujud Dewi Umayi setelah terkena kutukan Sanghyang Manikmaya. Ia lahir di istana siluman, Setragandamayit. Batara Dewasrani mempunyai lima orang saudara satu ibu lain ayah, yang secara fisik merupakan putra Batari Durga/Dewi Pramuni dengan batara Kala, masing-masing bernama Batara Siwahjaya, Dewi Kalayuwati, Batara Kalayuwana, Batara Kalagotaman, dan Batara Kartinea.

Dewasrani berwajah tampan. Selain sakti, juga mempunyai Kawswastawan, dapat beralih rupa menjadi apa saja sesuai kehendaknya. Batara Dewasrani mempunyai sifat dan perwatakan serakah, bengiis, kejam, suka membuat usil dan mau benarnya sendiri. Berkali-kali ia membuat keributan di Jonggringsaloka dengan berbagai tuntutan yang aneh-aneh.

Dewasrani pernah menuntug untuk dijadikan raja di Kahyangan Kaideran dan dijodohkan dengan Dewi Supraba. Ketika keinginannya ditolak Sanghyang Manikmaya, ia mengamuk, tetapi dapat dikalahkan Batara Indra. Dewasrani juga pernah mengejar-ngejar Dewi Widowati/Dewi Srisekar, istri Batara Wisnu sampai keluar Kahyangan Untarasegara. Atas perbuatannya itu, ia dikutuk Batara Wisnu menjadi babi hutan dan dapat kembali ke wujud aslinya setelah diruwat ibunya, Dewi Pramuni.


Berkali-kali Dewasrani menitis atau menjelma menjadi raja raksasa untuk membuat kekacauan di Arcapada, tetapi semua tindakannya itu selalu dapat digagalkan Batara Wisnu. Karena berbagai tindakannya, Dewasrani dikenal sebagai lambang kejahatan.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA

#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 11 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #11

Dewa Ruci

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #11, Minggu Pon tanggal 11 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWA RUCI.

DEWA RUCI, mempunyai wujud dan bentuk sebagai Dewa Kerdil. Tokoh Dewa Ruci hanya dikenal dalam cerita pedalangan Jawa dan hanya ditampilkan saat Bima/Werkudara, putra kedua Prabu Pandu raja Negara Astina dengan Dewi Kunti, mendapat perintah dari Resi Drona untuk mencari air Perwitasari.

Dengan kesaktiannya, Dewa Ruci dapat memasukkan tubuh Bima yang besarnya beberapa kali lipat dari tubuhnya, masuk ke dalam tubuhnya melalui alubang telinga, dimana di dalamnya Bima dapat melihat segala persoalan hidup atas petunjuk Dewa Ruci. Ia merupakan satu-satunya makhluk yang dapat membuat Bima, orang yang sleama hidupnya tidak pernah/bisa berlutut dan bersujud, bisa berlutut dan bersujud kepadanya.

Kepada Bima, Dewa Ruci memberikan dan menjabarkan ilmu kasampurnaan. Ia banyak menguraikan masalah kebenaran sejati, tentang hakekat dan tujuan hidup yang sebenarnya. Berkat ajarannya, Bima menjadi satria yang berbudi luhur. Tahu mana antara hak dan kewajiban, mana perbuatan yang benar dan mana perbuatan yang salah dan harus dihindari.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sabtu, 10 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #10

Batara Dharma

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #10, Sabtu Pahing tanggal 10 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA DARMA.

BATARA DARMA, adalah dewa keadilan. Ia adalah putra Sanghyang Parma, yang berarti cucu Sanghyang Taya, adik kandung Sanghyang Wenang. Batara Darma mempunyai saudara kandung bernama Batara Panyarikan. Ia mempunyai tugas kewajiban memberi petunjuk, fatwa, dan ajaran kebajikan kepada umat di Arcapada.

Pada zaman Lokapala, Batara Darma menitis pada Prabu Lokawana, bertugas memberikan fatwa tentang tatanan peradaban kepada manusia dan golongan raksasa. Pada zaman Ramayana, ia menitis kepasa Prabu Banaputra, raja negara Ayodya, kemudian menitis pada raden Bharata, putra Prabu Dasarata dan Dewi Kekayi, bertugas memberi ajaran tentang hak dan kewajiban yang dimiliki dan dijalankan oleh orang perorang dalam tatanan hidup bermasyarakat. Sedangkan pada zaman Mahabharata, Batara Darma menitis pada Prabu Puntadewa/Yudhistira, raja negara Amarta, bertugas memberi contoh tentang perilaku Kebajikan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

Dalam Kitab Mahabarata, parwa ke-XVII, Maha Prastanikaparwa, Batara Darma menjadi seekor anjing yang berhadil menuntun prabu Puntadewa/Yudhistira masuk ke Swargaloka.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn. Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 09 Januari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #9

Cingkarabala & Upatabala

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #9, Jumat Legi tanggal 9 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah CINGKARABALA & UPATABALA.

CINGKARABALA & UPATABALA, adalah dua raksasa kembar putra Prabu Patanam, raja jin di jasirah Dahulagiri, sebelah timur laut pegunungan Tengguru/Himalaya. Ia mempunyai seorang kakak berwujud lembu Gumarang (lembu yang mempunyai dasar warna bulunya putih bertaburkan merah kuning keemasan) bernama Nanda/Nandi/Nandini atau Handini, yang menjadi kendaraan pribadi Sanghyang Manikmaya/Batara Guru, raja Tribuana.

Sebagai putra raja jin, Cingkarabala dan Upatabala sangat sakti. Mereka bertubuh gemuk pendek (untuk ukuran raksasa) dan berwajah menyeramkan, mencerminkan wataknya yang kejam. Namun demikian, Cingkarabala dan Upatabala ikut diboyong oleh Sanghyang Manikmaya ke Suralaya. Keduanya mendapat tugas menjaga pintu gerbang Suralaya yang bernama Selamatangkep. Mereka mendapat kuasa penuh untuk menolak dan memperkenankan siapa saja makhluk yang keluar-masuk ke wilayah Suralaya.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn. Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #13

Dewi Dresnala Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #13, Selasa Kliwon tanggal 13 Januari 2026, Rienz Kinarya melanjutka...