SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Minggu, 15 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #46

Dewi Winata

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #46, Minggu Pon tanggal 15 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI WINATA

DEWI WINATA, adalah putra Hyang Daksa, la mempunyai saudara kandung sebanyak 49 orang, dua belas orang diantaranya wanita. Diantara kedua belas saudara perempuannya yang dikenal dalam cerita pedalangan antara lain; Dewi Aditi (ibu Batara Waruna), Dewi Muni (ibu dari Dewi Mumpuni, istri Batara Yama yang kemudian menjadi istri Nagatatmala) dan Dewi Kadru. Dewi Winata beserta keduabelas saudara kandungnya menjadi istri Resi Kasyapa. Dari perkawinannya dengan Resi Kasyapa. Dewi Winata memperoleh dua orang putra berwujud burung garuda masing-masing bernama: Garuda Aruna dan Garuda Aruni/Garuda Suwarna/Brihawan,

Dewi Winata pernah terkena kutuk pastu putranya sendiri, Garuda Aruna sebagia akibat ketidak sabarannya memecah telur Aruna sebelum waktunya menetas. Aruna yang merasa kesakitan karena menetas sebelum waktunya membalas mengutuk ibunya, bahwa Dewi Winata akan menjadi budak saudaranya sendiri. Kutukan itu menjadi kenyataan. Dewi Winata diperbudak oleh Dewi Kadru akibat kalah menebak warna kuda Ucirawas, karena Dewi Kadru dibandu anak-anaknya yang berwujud ular melilit tubuh kuda Ucirawas, hingga tubuh kuda yang putih mulus menjadi belang-belang

Bertahun-tahun Dewi Winata diperbudak Dewi Kadru untuk mengasuh ribuan ular anak Dewi Kadru dengan Resi Kasyapa. Penderitaan Dewi Winata akhirnya dapat dibebaskan oleh putranya, Garuda Aruni yang dapat memenuhi permintaan Dewi Kadru dengan memberikan tebusan berupa air Saktiwisa yang diperoleh Garuda Aruni dengan meminjamnya dari Batara Brahmanayana, atas seijin Sanghyang Brahma.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sabtu, 14 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #45

Dewi Wilutama

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #45, Sabtu Pahing tanggal 14 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI WILUTAMA

DEWI WILUTAMA, adalah salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Irimirin dan Dewi Warsiki. Karena kecerdasannya oleh Sanghyang Manikmaya, Dewi Wilutama ditetapkan sebagai kepala dari ketujuh bidadari upacara Suralaya tersebut.

Dewi Wilutama pernah turun ke dunia melaksanakan perintah Sanghyang Manikmaya untuk mempertemukan titisan Batara Derma dengan Bathari Dermi. Waktu itu Batara Derma menitis pada Raden Samba, Putra Prabu Kresna dengan Dewi Jembawati. Sedangkan Bathari Dermi, menitis pada Dewi Hagnyanawati, putri Prabu Narakasura raja negara Surateleng, yang telah menjadi istri Prabu Bomanarakusra, raja negara Prajatisa/Surateleng.

Menurut cerita pedalangan, Dewi Wilutama pernah turun ke dunia menjelma menjadi kuda sembrani betina dan membawa terbang Bambang Kumbayana/Resi Drona menyeberangi lautan yang waktu itu sedang mencari Arya Sucitra. Dalam peristiwa itu terjalin hubungan asmara antara Dewi Wilutama dengan Bambang Kumbayana. Akibatnya Dewi Wilutama hamil, dan melahirkan seorang putra lelaki yang mempunyai ciri-ciri berambut dan bertelapak kaki kuda, yang diberi nama Bambang Aswatama.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 13 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #44

Sanghyang Wenang

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #44, Jumat Legi tanggal 13 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG WENANG

SANGHYANG WENANG, adalah putra Sanghyang Nur Rahsa/Nurasa dengan permaisuri Dewi Sarwati/Rawati, putri Prabu Rawangin raja Jin di pulau Darma. Sanghyang Wenang lahir berwujud "Sotan" (suara yang samar-samar) bersama adik kembarnya yang bernama Sanghyang Hening/Wening. Dalam cerita pedalangan, Sanghyang Wenang dikenal pula dengan nama Sanghyang Jatiwisesa. Saudara kandungnya yang lain ialah Sanghyang Taya atau Sanghyang Pramanawisesa, yang berwujud "akyan" (badan halus/jin)

Setelah Sanghyang Wenang dewasa, Sanghyang Nurasa kemudian Manuksma (hidup dalam satu jiwa) ke dalam diri Sanghyang Wenang setelah menyerahkan benda-benda pusaka: Kitab Pustaka Darya, Kerajaan, pusaka dan azimat berupa; Kayu Rewan, Lata Maha Usadi, Cupu Manik Astagina dan Cupu Retnadumilah.

Sanghyang Wenang mula-mula berkahyangan di gunung Tunggal, wilayah Pulau Dewa. Di tempat tersebut ia menciptakan surga sebagai tempat bersemayam. Setelah itu menciptakan Kahyangan/Surga baru di pulau Maldewa sebagai tempat tinggalnya yang baru.

Sanghyang Wenang menikah dengan Dewi Sahoti/Dewi Sati, putri Prabu Hari raja negara Keling. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima putra, semuanya berwujud "Akyan" (makluk halus atau jin) masing-masing bernama; Sanghyang Tunggal, Dewi Suyati, Batara Nioya, Batara Herumaya dan Batara Senggana. Setelah Sanghyang Tunggal dewasa, Sanghyang Wenang menyerahkan tahta, kerajaan dan segenap pasukannya kepada Sanghyang Tunggal. Sanghyang Wenang kemudian tinggal di Kahyangan Ondar-Andir Bawana, karena berwujud "Akyan", maka Sanghyang Wenang hidup sepanjang masa, bersifat abadi.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Kamis, 12 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #43

Dewi Warsiki

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #43, Kamis Kliwon tanggal 12 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI WARSIKI

DEWI WARSIKI, mempunyai arti; "Seorang yang amat unggul akan kecantikannya." Karena itu Dewi Warsiki ditetapkan sebagai salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang selalu mengiringi Sanghyang Manikmaya dalam setiap upacara resmi kedewatan. Keenam bidadai lainnya adalah; Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru dan Dewi Wilutama.

Dewi Warsiki adalah satu dari 40 (empat puluh) orang putri Sanghyang Nioya dengan Batari Darmastuti. Salah seorang saudaranya, Dewi Urwaci, yang merupakan bidadari paling seksi di kahyangan, menjadi kecintaan Batara Guru.

Dalam kisah "Arjuna Wiwaha" Dewi Warsiki pernah turun ke arcapada bersama keenam bidadari upacara Suralaya lainnya melaksanakan perintah Sanghyang Indra, untuk membuyarkan atau menggagalkan Arjuna yang sedang bertapa di Goa Mintaraga, hutan Kaliasa di lereng gunung Indrakilo.

Karena kecantikannya, Dewi Warsiki pernah menggoncangkan Suralaya, ketika Batara Kalagotama, putra Batara Kala dengan Dewi Durga yang ingin memperistri Dewi Warsiki ditolak Batara Guru. Perang tak dapat dihindarkan antara para dewa Suralaya melawan para raksasa dari Setragandamyit. Perang baru berakhir setelah Sanghyang Narada turun ke arcapada dan meminta bantuan Resi Manumayasa dari pertapaan Retawu, gunung Saptaarga. Dalam peperangan tersebut Manumayasa berhasil mengalahkan Batara kalagotama dan kelima saudaranya, yaitu Batara Siwahjaya, Batara Kalayuwana, Batara Kartinea dan Batara Dewasrani.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Rabu, 11 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #42

Dewi Umayi

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #42, Rabu Wage tanggal 11 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI UMAYI

DEWI UMAYI, dikenal pula dengan nama Dewi Uma. Ia adalah putri Dewi Nurweni, putri Umaran, seorang hartawan di Merut. Ibunya bernama Prabu Nurangin, raja jin di Kalingga. Dewi Umayi mempunyai adik kandung bernama Dewi Umarakti/Umaranti, yang menjadi permaisuri kedua Sanghyang Manikmaya.

Dewi Umayi lahir dalam wujud bayangan yang ada dalam cahaya yang tidak dapat dipandang dengan nyata. Berkat kesaktian Sanghyang Manikmaya yang bertiwikrama hingga mempunyai tangan sebanyak searah kiblat, bayangan tersebut dapat ditangkap dan berubah wujud menjadi bayi perempuan berkelamin ganda. Oleh Sanghyang Manikmaya bayi tersebut kemudian diruwat menjadi wanita sempurna. Dewi Umayi kemudian menjadi permaisuri pertama Sanghyang Manikmaya dan berputra enam orang masing-masing bernama; Batara Sambo, Batara Brahma, Batara Indra, Batahra Bayu, Batara Wisnu dan Batara Kala.

Ketika mengandung Batara Kala, Dewi Umayi terkena kutuk Sanghyang Manikmaya dan berubah wujud menjadi raksesi bernama Dewi Durga. Atas kesaktian Sanghyang Manikmya, sukmanya/badan halusnya dipertukarkan dengan badan halus/sukma Dewi Pramuni/Dewi Danapati, sehingga raga Dewi Durga bersukma Dewi Pramuni dan raga Dewi Pramuni bersukma Dewi Umayi.

Dewi Umayi berwatak sabar, perasaannya halus serta tajam. Pendiriannya tetap dan sangat adil, berani karena benar, mengerti tanggung jawab, baik kepada suami maupun keturunannya. la sangat berbakti kepada suami, tetapi pada saat mendapat penindasan ia akan berontak. Mempunyai kesaktian dalam kata-katanya.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...