SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Selasa, 10 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #41

Dewi Tunjung Biru

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #41, Selasa Pon tanggal 10 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI TUNJUNG BIRU

DEWI TUNJUNG BIRU, adalah salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari Dewi Supraba. Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Wilutama, Dewi Warsiki dan Dewi Tunjungbiru sendiri.

Karena kecerdasannya dan sifatnya yang murah hati, setia dan penyabar, Dewi Tunjungbiru pernah diperintahkan oleh Sanghyang Manikmaya/Batara Guru untuk turun ke marcapada, menjelma/menitis sebagai putri Batara Kandikota (turun ke-empat dari Sanghyang Darmajaka). Dalam penitisannya itu ia menikah dengan Prabu Arya/Aya, raja negara Duryapura. Dari perkawinan tersebut, Dewi Tunjungbiru mempunyai seorang putra yang diberi nama, Dasarata. Putranya ini kelak menikah dengan Dewi Kusalya, pewaris tahta negara Ayodya, dan menurunkan Ramawijaya

Bersama keenam bidadari upacara Suralaya lainnya, Dewi Tunjungbiru pernah ditugaskan Batara Indra turun ke dunia, untuk membangunkan tapa Arjuna di Goa Mintaraga, di lereng Gunung Indrakila bergelar Bagawan Ciptaning. Namun tidak berhasil membangunkan kekhusukkan tapa Bagawan Ciptaning

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn. Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Senin, 09 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #40

Sanghyang Tunggal

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #40, Senin Pahing tanggal 9 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG TUNGGAL

SANGHYANG TUNGGAL, adalah putra sulung Sanghyang Wenang dengan permaisuri Dewi Sahoti, putri Prabu Hari, raja Keling negara Hindu. la lahir dalam wujud "akyan" (badan halus/jin) dan mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama Dewi Suyati, Batara Nioya, Batara Herumaya dan Batara Senggana.

Dalam segala hal, Sanghyang Tunggal merupakan personafikasi dari Sanghyang Wenang, karena hidup sejiwa dengan Sanghyang Wenang. ayahnya. la mempunyai pusaka pemberian Sanghyang Wenang antara lain; Cupu Retnadumilah, Cupu Manik astagina, Lata Maha Usadi/Lata Mausadi dan Kayu Rewan Sanghyang Tunggal bersemayam di Kahyangan Alangalang Kumitir. la mempunyai dua orang permaisuri, yaitu Dewi Darmani, putri Sangghyang Darnayaka dari Selong dan Dewi Wirandi/Dewi Rakti/Dewi Rekatawati, putri Prabu Yuyut, seorang raja jin (dalam cerita pedalangan, Prabu Yuyut dikenal pula dengan nama Resi Rekatama, berwujud Ketam/Yuyu Raksasa). Dalam perkawinan itu Sanghyang Tunggal menurunkan tokoh-tokoh yang kemudian akan mewujudkan peran-peran yang akan menentukan di dalam dunia Pewayangan, Pedalangan dan Pakeliran.

Dengan Dewi Darmani, Sanghyang Tunggal berputra tiga orang masing-masing bernama, Sanghyang Rudra/Dewa Esa, Sanghyang Dewanjali dan Sanghyang Darmastuti. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Wirandi/Rekatawati, berputra tiga orang, masing-masing bernama: Sanghyang Tejamaya/Antaga, Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Manikmaya.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 08 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #39

Sanghyang Tejamaya

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #39, Minggu Legi tanggal 8 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG TEJAMAYA

SANGHYANG TEJAMAYA, dikenal pula dengan nama Sanghyang Taga/Antaga (Serat "Purwacarita), Sanghyang Puguh (Purwakandal) dan Sanghyang Tejamantri (Pedalangan), la adalah putra Sanghyang Tunggal dengan permaisuri kedua Dewi Wirandi/Rekatawati, putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, raja Samodralaya. Sanghyang Tejamaya mempunyai dua saudara kandung bernama; Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Manikmaya. Ia juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, putra Dewi Darmani, putri Sanghyang Darmayaka dari Selong, masing-masing bernama; Sanghyang Rudra/Dewa Esa, Sanghyang Dewanjali dan Sanghyang Darmastuti.

Sanghyang Antaga bertempat tinggal di Kahyangan Sataluri. Karena ingin menjadi raja Tribuana, ia bertengkar dan berkelahi dengan Sanghyang Ismaya, yang juga mempunyai keinginan yang sama. Mereka bertanding kesaktian dengan menelan gunung. Siapa yang dapat menelan dan memuntahkannya kembali, akan menjadi bukti dialah yang terkuat dan berhak menjadi raja Tribuana.

Sanghyang Tejarnaya mendahului menelan gunung, tapi sampai mulutnya robek tidak dapat melaksanakan hal itu. Sanghyang Ismaya mendapat giliran berikutnya. la berhasil menelan gunung tersebut, tetapi tidak dapat memuntahkannya kembali. Atas perbuatannya yang tecela itu, oleh Sanghyang Tunggal, Sanghyang Tejamaya dan Sanghyang Ismaya mendapat hukuman, turun ke Marcapada. Sanghyang Tejamaya mendapat tugas memberi tuntunan para angkara dan berganti nama menjadi Togog. Sedangkan Sanghyang Ismaya mendapat tugas sebagai pamong trah/keturunan Witaradya, dan berganti nama menjadi Semar.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sabtu, 07 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #38

Batara Surya

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #38, Sabtu Kliwon tanggal 7 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA SURYA

BATARA SURYA, adalah Dewa Matahari yang bertugas menerangi dunia, memberi perkembangan hidup dan kesehatan kepada semua makhluk yang terjadi disiang hari. Batara Surya adalah putra keenam Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani. la mempunyai sembilan orang saudara kandung, masing-masing bernama; Batara Wungkuam, Batara Tambora, Batara Wrahaspati, Batara Siwah, Batara Kuwera, Batara Candra, Batara Yama/Yamadipati, Batara Kamajaya dan Dewi Darmanasti.

Batara Surya mempunyai tempat tinggal di Kahyangan Ekacakra. la mempunyai tiga orang permaisuri yaitu; kakak beradik Dewi Ngruna dan Dewi Ngruni, serta Dewi Prati/Dewi Haruni, putri Hyang Ramaparwa, putra Sanghyang Wening. Dengan Dewi Ngruna, Batara Surya berputra Resi Suwarna yang kemudian menurunkan bangsa Garuda. Dengan Dewi Ngruni berputra, Dewi Suryawati yang kemudian diperistri oleh Gatotkaca, dan Batara Suryanirada. Sedangkan dengan Dewi Prati, Batara Surya berputra Batara Rawiatmaja yang kemudian menurunkan raja-raja Maespati, trah pertapaan Argasekar, trah pertapaan Grastina/keturunan Resi Gotama dengan Dewi Indradi.

Secara tidak resmi, Batara Surya juga mengawini Dewi Kunti dan berputra Suryatmaja/Adipati Karna. Batara Surya juga memberikan Cupu Manik Astagina kepada Dewi Indradi yang mengakibatkan ketiga putra Dewi Indradi, yaitu Dewi Anjani, Subali dan Sugriwa berubah wujud menjadi kera.

Batara Surya mempunyai kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda dan pernah dipinjam Batahra Wisnu untuk memusnahkan Prabu Watugunung, raja Gilingwesi. Batara Surya pula yang mengetahui tatkala Ditya Kalarahu mencuri Tirta Amerta, hingga persembunyiannya dapat diketahui dan dapat dibinasakan oleh Batara Wisnu.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 06 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #37

Dewi Supraba

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #37, Jumat Wage tanggal 6 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI SUPRABA

DEWI SUPRABA, adalah bidadari yang sangat terkenal karena kecantikannya. la masih keturunan Dewi Kanika, putri Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Banyak manusia di dunia yang tergila-gila ingin memperistri Dewi Supraba. Dengan mengandalkan kesaktian, mereka nekad datang melamar ke Suralaya dengan pertaruhan nyawa.

Dari sekian banyak titah Arcapada yang sangat bernafsu dan juga karena dendam ingin memperistri Dewi Supraba adalah Prabu Niwatakawaca, raja raksasa negara Manikmantaka. Mata kanan Prabu Niwatakawaca yang waktu mudanya bernama Arya Nirbita menjadi buta karena ditusuk dengan kacip (pemotong buah gambir) oleh Dewi Supraba saat ia sedang mengintip tingkah pola para bidadari di kahyangan Kaideran. Prabu Niwatakawaca yang sangat sakti dan tak terkalahkan oleh para dewa, akhirnya mati oleh panah Pasopati yang dilepas Arjuna, setelah rahasia kesaktiannya/kematiannya berupa noktah hitam dilangit-langit mulutnya diceritakan sendiri kepada Dewi Supraba.

Oleh Sanghyang Manikmaya, Dewi Supraba dihadiahkan kepada Arjuna yang atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca dinobatkan sebagai raja Kaideran bergelar Prabu Kariti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama; Prabakusuma. Dewi Supraba adalah salah seorang bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari tujuh orang, yaitu Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Irimirin, Dewi Warsiki, dan Dewi Wilutama.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...