SMK Negeri 1 Pleret

SMK Negeri 1 Pleret, berlokasi di Jalan Imogiri Timur, km.9 Dusun Jati, Desa Wonokromo, Kapanewon Pleret, Daerah Istimewa Yogyakarta
Terdapat 4 Kompetensi Keahlian, Yaitu:
1. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
2. Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL)
3. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
4. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

Kelas Seni Budaya Bersama Bu Rienz

Jika anda menempuh pendidikan di SMKN 1 Pleret, nanti akan berjumpa dengan Bu Rienz di kelas Seni Budaya.
Kelas Seni Budaya hanya ditempuh di kelas X saja, dengan jumlah jam tatap muka 3 JPL dalam sepekan.

Kegiatan SAGUGABLOG Lanjut 70

Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyelenggarakan kegiatan yang sangat menarik, yaitu Sagusablog, atau SAtu GUru SAtu BLOG.
Kegiatan ini diawali dengan kelas sagusablog dasar, kemudian bagi peserta yang lulus, diperbolehkan untuk mengikuti kelas sagusablog lanjut.

Selasa, 17 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA YAMA

BATARA YAMA, dalam cerita pedalangan disebut dengan nama Batara Yamadipati. la adalah anak ke delapan dari sepuluh orang putra Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani. Kesembilan orang saudaranya masing-masing bernama; Batara Wungkuam, Batara Tambora, Batara Wrahaspati, Batara Siwah, Batara Kuwera, Batara Candra, Batara Kamajaya, Batara Surya dan Dewi Darmanesti.

Batara Yama bertempat tinggal di Kahyangan Hargadumilah. la dahulunya berwajah tampan. Tetapi karena memendam rasa kekecewaan yang berkepanjangan dan akhirnya meledak menjadi kebencian, wajahnya berubah menjadi bengis menyeramkan sebagai akibat perbuatan Dewi Mumpuni, istrinya. Dewi Mumpuni hapsari Kainderan yang karena terpaksa menjadi istri Batara Yama atas perintah Sanghyang Manikmaya, akhirnya kabur dari Kahyangan Hargadumilah setelah bertemu dengan Bambang Nagatmala, putra Hyang Anantaboga dengan Dewi Suprepti dari Kahyangan Saptapratala.

Batara Yama tidak dapat berbuat apa-apa karena Sanghyang Manikmaya memutuskan, sesuai takdir Dewi Mumpuni harus berjodoh dengan Nagatmala. Karena menahan amarah, wajah Batara Yama berubah menjadi setengah raksasa. Oleh Sanghyang Manikmaya, Batara Yama kemudian ditetapkan sebagai penguasa neraka dan bertugas untuk mencabut nyawa manusia yang mati karena takdir.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Senin, 16 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #47

Batara Wisnu

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #47, Senin Wage tanggal 16 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA WISNU

BATARA WISNU, adalah Dewa keadilan atau kesejahteraan. Badannya berkulit hitam sebagai lambang keabadian. Ia mempunyai kendaraan berwujud garuda bernama Garuda Briawan, mempunyai pusaka bernama Kembang Wijayakusuma dan Cangkok Wijayamulya. Bila bertiwikrama, Sanghyang Wisnu mempunyai prabawa yang sangat dahsyat dan berganti rupa menjadi Brahalasewu.

Batara Wisnu adalah putra kelima Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan Dewi Umayi. la mempunyai lima saudara kandung masing-masing bernama; Sanghyang Sambo, Sanghyang Brahma, Sanghyang Indra, Sanghyang Bayu dan Bhatara Kala. Sanghyang Wisnu juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, putra Dewi Umarakti, yaitu; Sanghyang Cakra, Sanghyang Mahadewa dan Sanghyang Asmara.

Batara Wisnu bersemayam di Kahyangan Untarasegara. Mempunyai 3 orang permaisuri dan 18 orang putra (14 pria dan 4 wanita). Dengan Dewi Sri Widowati/Srisekar, Sanghyang Wisnu berputra; Batara Srigata, Batara Srinada dan Batari Srinadi. Dari Dewi Pratiwi berputra; Bambang Sitija dan Dewi Siti Sundari. Sedangkan dengan Dewi Sri Pujawati berputra 13 orang masing-masing bernama Batara Heruwiyana, Batara Ishawa, Batara Bhisawa, Batara Isnawa, Batara Isnapura, Batara Madura, Batara Madudewa, Batara Madusadana, Dewi Srihuna, Dewi Srihuni, Batara Pujarta, Batara Panwaboja dan Batara Sarwedi/Hardanari.

Untuk membasmi angkara murka, Sanghyang Wisnu pernah menjelma/menitis menjadi Matswa (ikan) untuk membunuh raksasa Hargragiwa yang mencuri Kitab Weda. Menjadi Narasingha (orang berkepala hariamau) untuk membinasakan Prabu Hiranyakasipu, berupa Wimana (orang kerdil) untuk mengalahkan Ditya Bali. Sanghyang Wisnu juga menitis pada Ramaparasu untuk menumpas para gandarwa, menitis pada Arjunasasra/Arjunawijaya untuk mengalahkan Prabu Dasamuka, menitis pada Ramawijaya untuk membinasakan Prabu Dasamuka, dan terakhir menitis pada Prabu Kresna untuk menjadi parampara/penasehat agung para Pandawa guna melenyapkan keserakahan dan kejahatan yang dilakukan oleh para Kurawa. Sanghyang Wisnu juga pernah turun ke dunia menjadi raja negara Medangpura bergelar Maharaja Suman untuk menaklukan Maharaja Balya, raja negara Medanggora penjelmaan Batara Kala. Menjadi raja di negara Medangkamulan bergelar Prabu Satmata, untuk menaklukan Prabu Watugunung yang bertindak keliru dan nyasar mengawini ibunya sendiri.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 15 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #46

Dewi Winata

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #46, Minggu Pon tanggal 15 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI WINATA

DEWI WINATA, adalah putra Hyang Daksa, la mempunyai saudara kandung sebanyak 49 orang, dua belas orang diantaranya wanita. Diantara kedua belas saudara perempuannya yang dikenal dalam cerita pedalangan antara lain; Dewi Aditi (ibu Batara Waruna), Dewi Muni (ibu dari Dewi Mumpuni, istri Batara Yama yang kemudian menjadi istri Nagatatmala) dan Dewi Kadru. Dewi Winata beserta keduabelas saudara kandungnya menjadi istri Resi Kasyapa. Dari perkawinannya dengan Resi Kasyapa. Dewi Winata memperoleh dua orang putra berwujud burung garuda masing-masing bernama: Garuda Aruna dan Garuda Aruni/Garuda Suwarna/Brihawan,

Dewi Winata pernah terkena kutuk pastu putranya sendiri, Garuda Aruna sebagia akibat ketidak sabarannya memecah telur Aruna sebelum waktunya menetas. Aruna yang merasa kesakitan karena menetas sebelum waktunya membalas mengutuk ibunya, bahwa Dewi Winata akan menjadi budak saudaranya sendiri. Kutukan itu menjadi kenyataan. Dewi Winata diperbudak oleh Dewi Kadru akibat kalah menebak warna kuda Ucirawas, karena Dewi Kadru dibandu anak-anaknya yang berwujud ular melilit tubuh kuda Ucirawas, hingga tubuh kuda yang putih mulus menjadi belang-belang

Bertahun-tahun Dewi Winata diperbudak Dewi Kadru untuk mengasuh ribuan ular anak Dewi Kadru dengan Resi Kasyapa. Penderitaan Dewi Winata akhirnya dapat dibebaskan oleh putranya, Garuda Aruni yang dapat memenuhi permintaan Dewi Kadru dengan memberikan tebusan berupa air Saktiwisa yang diperoleh Garuda Aruni dengan meminjamnya dari Batara Brahmanayana, atas seijin Sanghyang Brahma.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sabtu, 14 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #45

Dewi Wilutama

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #45, Sabtu Pahing tanggal 14 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI WILUTAMA

DEWI WILUTAMA, adalah salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Irimirin dan Dewi Warsiki. Karena kecerdasannya oleh Sanghyang Manikmaya, Dewi Wilutama ditetapkan sebagai kepala dari ketujuh bidadari upacara Suralaya tersebut.

Dewi Wilutama pernah turun ke dunia melaksanakan perintah Sanghyang Manikmaya untuk mempertemukan titisan Batara Derma dengan Bathari Dermi. Waktu itu Batara Derma menitis pada Raden Samba, Putra Prabu Kresna dengan Dewi Jembawati. Sedangkan Bathari Dermi, menitis pada Dewi Hagnyanawati, putri Prabu Narakasura raja negara Surateleng, yang telah menjadi istri Prabu Bomanarakusra, raja negara Prajatisa/Surateleng.

Menurut cerita pedalangan, Dewi Wilutama pernah turun ke dunia menjelma menjadi kuda sembrani betina dan membawa terbang Bambang Kumbayana/Resi Drona menyeberangi lautan yang waktu itu sedang mencari Arya Sucitra. Dalam peristiwa itu terjalin hubungan asmara antara Dewi Wilutama dengan Bambang Kumbayana. Akibatnya Dewi Wilutama hamil, dan melahirkan seorang putra lelaki yang mempunyai ciri-ciri berambut dan bertelapak kaki kuda, yang diberi nama Bambang Aswatama.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 13 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #44

Sanghyang Wenang

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #44, Jumat Legi tanggal 13 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG WENANG

SANGHYANG WENANG, adalah putra Sanghyang Nur Rahsa/Nurasa dengan permaisuri Dewi Sarwati/Rawati, putri Prabu Rawangin raja Jin di pulau Darma. Sanghyang Wenang lahir berwujud "Sotan" (suara yang samar-samar) bersama adik kembarnya yang bernama Sanghyang Hening/Wening. Dalam cerita pedalangan, Sanghyang Wenang dikenal pula dengan nama Sanghyang Jatiwisesa. Saudara kandungnya yang lain ialah Sanghyang Taya atau Sanghyang Pramanawisesa, yang berwujud "akyan" (badan halus/jin)

Setelah Sanghyang Wenang dewasa, Sanghyang Nurasa kemudian Manuksma (hidup dalam satu jiwa) ke dalam diri Sanghyang Wenang setelah menyerahkan benda-benda pusaka: Kitab Pustaka Darya, Kerajaan, pusaka dan azimat berupa; Kayu Rewan, Lata Maha Usadi, Cupu Manik Astagina dan Cupu Retnadumilah.

Sanghyang Wenang mula-mula berkahyangan di gunung Tunggal, wilayah Pulau Dewa. Di tempat tersebut ia menciptakan surga sebagai tempat bersemayam. Setelah itu menciptakan Kahyangan/Surga baru di pulau Maldewa sebagai tempat tinggalnya yang baru.

Sanghyang Wenang menikah dengan Dewi Sahoti/Dewi Sati, putri Prabu Hari raja negara Keling. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh lima putra, semuanya berwujud "Akyan" (makluk halus atau jin) masing-masing bernama; Sanghyang Tunggal, Dewi Suyati, Batara Nioya, Batara Herumaya dan Batara Senggana. Setelah Sanghyang Tunggal dewasa, Sanghyang Wenang menyerahkan tahta, kerajaan dan segenap pasukannya kepada Sanghyang Tunggal. Sanghyang Wenang kemudian tinggal di Kahyangan Ondar-Andir Bawana, karena berwujud "Akyan", maka Sanghyang Wenang hidup sepanjang masa, bersifat abadi.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Kamis, 12 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #43

Dewi Warsiki

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #43, Kamis Kliwon tanggal 12 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI WARSIKI

DEWI WARSIKI, mempunyai arti; "Seorang yang amat unggul akan kecantikannya." Karena itu Dewi Warsiki ditetapkan sebagai salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang selalu mengiringi Sanghyang Manikmaya dalam setiap upacara resmi kedewatan. Keenam bidadai lainnya adalah; Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru dan Dewi Wilutama.

Dewi Warsiki adalah satu dari 40 (empat puluh) orang putri Sanghyang Nioya dengan Batari Darmastuti. Salah seorang saudaranya, Dewi Urwaci, yang merupakan bidadari paling seksi di kahyangan, menjadi kecintaan Batara Guru.

Dalam kisah "Arjuna Wiwaha" Dewi Warsiki pernah turun ke arcapada bersama keenam bidadari upacara Suralaya lainnya melaksanakan perintah Sanghyang Indra, untuk membuyarkan atau menggagalkan Arjuna yang sedang bertapa di Goa Mintaraga, hutan Kaliasa di lereng gunung Indrakilo.

Karena kecantikannya, Dewi Warsiki pernah menggoncangkan Suralaya, ketika Batara Kalagotama, putra Batara Kala dengan Dewi Durga yang ingin memperistri Dewi Warsiki ditolak Batara Guru. Perang tak dapat dihindarkan antara para dewa Suralaya melawan para raksasa dari Setragandamyit. Perang baru berakhir setelah Sanghyang Narada turun ke arcapada dan meminta bantuan Resi Manumayasa dari pertapaan Retawu, gunung Saptaarga. Dalam peperangan tersebut Manumayasa berhasil mengalahkan Batara kalagotama dan kelima saudaranya, yaitu Batara Siwahjaya, Batara Kalayuwana, Batara Kartinea dan Batara Dewasrani.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Rabu, 11 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #42

Dewi Umayi

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #42, Rabu Wage tanggal 11 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI UMAYI

DEWI UMAYI, dikenal pula dengan nama Dewi Uma. Ia adalah putri Dewi Nurweni, putri Umaran, seorang hartawan di Merut. Ibunya bernama Prabu Nurangin, raja jin di Kalingga. Dewi Umayi mempunyai adik kandung bernama Dewi Umarakti/Umaranti, yang menjadi permaisuri kedua Sanghyang Manikmaya.

Dewi Umayi lahir dalam wujud bayangan yang ada dalam cahaya yang tidak dapat dipandang dengan nyata. Berkat kesaktian Sanghyang Manikmaya yang bertiwikrama hingga mempunyai tangan sebanyak searah kiblat, bayangan tersebut dapat ditangkap dan berubah wujud menjadi bayi perempuan berkelamin ganda. Oleh Sanghyang Manikmaya bayi tersebut kemudian diruwat menjadi wanita sempurna. Dewi Umayi kemudian menjadi permaisuri pertama Sanghyang Manikmaya dan berputra enam orang masing-masing bernama; Batara Sambo, Batara Brahma, Batara Indra, Batahra Bayu, Batara Wisnu dan Batara Kala.

Ketika mengandung Batara Kala, Dewi Umayi terkena kutuk Sanghyang Manikmaya dan berubah wujud menjadi raksesi bernama Dewi Durga. Atas kesaktian Sanghyang Manikmya, sukmanya/badan halusnya dipertukarkan dengan badan halus/sukma Dewi Pramuni/Dewi Danapati, sehingga raga Dewi Durga bersukma Dewi Pramuni dan raga Dewi Pramuni bersukma Dewi Umayi.

Dewi Umayi berwatak sabar, perasaannya halus serta tajam. Pendiriannya tetap dan sangat adil, berani karena benar, mengerti tanggung jawab, baik kepada suami maupun keturunannya. la sangat berbakti kepada suami, tetapi pada saat mendapat penindasan ia akan berontak. Mempunyai kesaktian dalam kata-katanya.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Selasa, 10 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #41

Dewi Tunjung Biru

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #41, Selasa Pon tanggal 10 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI TUNJUNG BIRU

DEWI TUNJUNG BIRU, adalah salah seorang dari tujuh bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari Dewi Supraba. Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Wilutama, Dewi Warsiki dan Dewi Tunjungbiru sendiri.

Karena kecerdasannya dan sifatnya yang murah hati, setia dan penyabar, Dewi Tunjungbiru pernah diperintahkan oleh Sanghyang Manikmaya/Batara Guru untuk turun ke marcapada, menjelma/menitis sebagai putri Batara Kandikota (turun ke-empat dari Sanghyang Darmajaka). Dalam penitisannya itu ia menikah dengan Prabu Arya/Aya, raja negara Duryapura. Dari perkawinan tersebut, Dewi Tunjungbiru mempunyai seorang putra yang diberi nama, Dasarata. Putranya ini kelak menikah dengan Dewi Kusalya, pewaris tahta negara Ayodya, dan menurunkan Ramawijaya

Bersama keenam bidadari upacara Suralaya lainnya, Dewi Tunjungbiru pernah ditugaskan Batara Indra turun ke dunia, untuk membangunkan tapa Arjuna di Goa Mintaraga, di lereng Gunung Indrakila bergelar Bagawan Ciptaning. Namun tidak berhasil membangunkan kekhusukkan tapa Bagawan Ciptaning

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn. Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Senin, 09 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #40

Sanghyang Tunggal

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #40, Senin Pahing tanggal 9 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG TUNGGAL

SANGHYANG TUNGGAL, adalah putra sulung Sanghyang Wenang dengan permaisuri Dewi Sahoti, putri Prabu Hari, raja Keling negara Hindu. la lahir dalam wujud "akyan" (badan halus/jin) dan mempunyai empat saudara kandung masing-masing bernama Dewi Suyati, Batara Nioya, Batara Herumaya dan Batara Senggana.

Dalam segala hal, Sanghyang Tunggal merupakan personafikasi dari Sanghyang Wenang, karena hidup sejiwa dengan Sanghyang Wenang. ayahnya. la mempunyai pusaka pemberian Sanghyang Wenang antara lain; Cupu Retnadumilah, Cupu Manik astagina, Lata Maha Usadi/Lata Mausadi dan Kayu Rewan Sanghyang Tunggal bersemayam di Kahyangan Alangalang Kumitir. la mempunyai dua orang permaisuri, yaitu Dewi Darmani, putri Sangghyang Darnayaka dari Selong dan Dewi Wirandi/Dewi Rakti/Dewi Rekatawati, putri Prabu Yuyut, seorang raja jin (dalam cerita pedalangan, Prabu Yuyut dikenal pula dengan nama Resi Rekatama, berwujud Ketam/Yuyu Raksasa). Dalam perkawinan itu Sanghyang Tunggal menurunkan tokoh-tokoh yang kemudian akan mewujudkan peran-peran yang akan menentukan di dalam dunia Pewayangan, Pedalangan dan Pakeliran.

Dengan Dewi Darmani, Sanghyang Tunggal berputra tiga orang masing-masing bernama, Sanghyang Rudra/Dewa Esa, Sanghyang Dewanjali dan Sanghyang Darmastuti. Sedangkan dengan permaisuri Dewi Wirandi/Rekatawati, berputra tiga orang, masing-masing bernama: Sanghyang Tejamaya/Antaga, Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Manikmaya.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 08 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #39

Sanghyang Tejamaya

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #39, Minggu Legi tanggal 8 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah SANGHYANG TEJAMAYA

SANGHYANG TEJAMAYA, dikenal pula dengan nama Sanghyang Taga/Antaga (Serat "Purwacarita), Sanghyang Puguh (Purwakandal) dan Sanghyang Tejamantri (Pedalangan), la adalah putra Sanghyang Tunggal dengan permaisuri kedua Dewi Wirandi/Rekatawati, putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, raja Samodralaya. Sanghyang Tejamaya mempunyai dua saudara kandung bernama; Sanghyang Ismaya dan Sanghyang Manikmaya. Ia juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, putra Dewi Darmani, putri Sanghyang Darmayaka dari Selong, masing-masing bernama; Sanghyang Rudra/Dewa Esa, Sanghyang Dewanjali dan Sanghyang Darmastuti.

Sanghyang Antaga bertempat tinggal di Kahyangan Sataluri. Karena ingin menjadi raja Tribuana, ia bertengkar dan berkelahi dengan Sanghyang Ismaya, yang juga mempunyai keinginan yang sama. Mereka bertanding kesaktian dengan menelan gunung. Siapa yang dapat menelan dan memuntahkannya kembali, akan menjadi bukti dialah yang terkuat dan berhak menjadi raja Tribuana.

Sanghyang Tejarnaya mendahului menelan gunung, tapi sampai mulutnya robek tidak dapat melaksanakan hal itu. Sanghyang Ismaya mendapat giliran berikutnya. la berhasil menelan gunung tersebut, tetapi tidak dapat memuntahkannya kembali. Atas perbuatannya yang tecela itu, oleh Sanghyang Tunggal, Sanghyang Tejamaya dan Sanghyang Ismaya mendapat hukuman, turun ke Marcapada. Sanghyang Tejamaya mendapat tugas memberi tuntunan para angkara dan berganti nama menjadi Togog. Sedangkan Sanghyang Ismaya mendapat tugas sebagai pamong trah/keturunan Witaradya, dan berganti nama menjadi Semar.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sabtu, 07 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #38

Batara Surya

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #38, Sabtu Kliwon tanggal 7 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA SURYA

BATARA SURYA, adalah Dewa Matahari yang bertugas menerangi dunia, memberi perkembangan hidup dan kesehatan kepada semua makhluk yang terjadi disiang hari. Batara Surya adalah putra keenam Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani. la mempunyai sembilan orang saudara kandung, masing-masing bernama; Batara Wungkuam, Batara Tambora, Batara Wrahaspati, Batara Siwah, Batara Kuwera, Batara Candra, Batara Yama/Yamadipati, Batara Kamajaya dan Dewi Darmanasti.

Batara Surya mempunyai tempat tinggal di Kahyangan Ekacakra. la mempunyai tiga orang permaisuri yaitu; kakak beradik Dewi Ngruna dan Dewi Ngruni, serta Dewi Prati/Dewi Haruni, putri Hyang Ramaparwa, putra Sanghyang Wening. Dengan Dewi Ngruna, Batara Surya berputra Resi Suwarna yang kemudian menurunkan bangsa Garuda. Dengan Dewi Ngruni berputra, Dewi Suryawati yang kemudian diperistri oleh Gatotkaca, dan Batara Suryanirada. Sedangkan dengan Dewi Prati, Batara Surya berputra Batara Rawiatmaja yang kemudian menurunkan raja-raja Maespati, trah pertapaan Argasekar, trah pertapaan Grastina/keturunan Resi Gotama dengan Dewi Indradi.

Secara tidak resmi, Batara Surya juga mengawini Dewi Kunti dan berputra Suryatmaja/Adipati Karna. Batara Surya juga memberikan Cupu Manik Astagina kepada Dewi Indradi yang mengakibatkan ketiga putra Dewi Indradi, yaitu Dewi Anjani, Subali dan Sugriwa berubah wujud menjadi kera.

Batara Surya mempunyai kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda dan pernah dipinjam Batahra Wisnu untuk memusnahkan Prabu Watugunung, raja Gilingwesi. Batara Surya pula yang mengetahui tatkala Ditya Kalarahu mencuri Tirta Amerta, hingga persembunyiannya dapat diketahui dan dapat dibinasakan oleh Batara Wisnu.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Jumat, 06 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #37

Dewi Supraba

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #37, Jumat Wage tanggal 6 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI SUPRABA

DEWI SUPRABA, adalah bidadari yang sangat terkenal karena kecantikannya. la masih keturunan Dewi Kanika, putri Sanghyang Taya, adik Sanghyang Wenang. Banyak manusia di dunia yang tergila-gila ingin memperistri Dewi Supraba. Dengan mengandalkan kesaktian, mereka nekad datang melamar ke Suralaya dengan pertaruhan nyawa.

Dari sekian banyak titah Arcapada yang sangat bernafsu dan juga karena dendam ingin memperistri Dewi Supraba adalah Prabu Niwatakawaca, raja raksasa negara Manikmantaka. Mata kanan Prabu Niwatakawaca yang waktu mudanya bernama Arya Nirbita menjadi buta karena ditusuk dengan kacip (pemotong buah gambir) oleh Dewi Supraba saat ia sedang mengintip tingkah pola para bidadari di kahyangan Kaideran. Prabu Niwatakawaca yang sangat sakti dan tak terkalahkan oleh para dewa, akhirnya mati oleh panah Pasopati yang dilepas Arjuna, setelah rahasia kesaktiannya/kematiannya berupa noktah hitam dilangit-langit mulutnya diceritakan sendiri kepada Dewi Supraba.

Oleh Sanghyang Manikmaya, Dewi Supraba dihadiahkan kepada Arjuna yang atas jasanya membunuh Prabu Niwatakawaca dinobatkan sebagai raja Kaideran bergelar Prabu Kariti. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putra yang diberi nama; Prabakusuma. Dewi Supraba adalah salah seorang bidadari upacara Suralaya yang terdiri dari tujuh orang, yaitu Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Gagarmayang, Dewi Tunjungbiru, Dewi Irimirin, Dewi Warsiki, dan Dewi Wilutama.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Kamis, 05 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #36

Dewi Sri Widowati

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #36, Kamis Pon tanggal 5 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI SRI WIDOWATI

DEWI SRI WIDOWATI, dikenal pula dengan nama Dewi Srisekar. la adalah permaisuri utama Sanghyang Wisnu. Dewi Sri Widowati berasal dari Cupu Linggamanik, sebagai hasil semedi Hyang Anantaboga dari kahyangan Saptapratala. Dari perkawinan tersebut, ia memperoleh tiga orang putra masing-msing bernama; Batara Srigati, Batara Srinada dan Bathari Srinadi. Dewi Sri Widowati selain sangat cantik dan anggun juga memiliki kharisma yang tinggi sebagai wanita utama.

Dewi Sri dan Batara Wisnu merupakan pasangan yang tak terpisahkan. Apabila Batara Wisnu turun menitis ke Arcapada dalam mengemban tugas mengembalikan keseimbangan dunia dari tindakan keserakahan dan perbuatan keangkaramurkaan, Dewi Sri akan ikut turun menitis sebagai pasangannya, walau harus melalui berbagai rintangan. Karena itu titisan Dewi Sri selalu menjadi incaran/buruan para penyandang sifat angkara murka, sepeti Prabu Dasamuka/Rahwana, raja negara Alengka.

Pada jaman Ramayana, Dewi Sri menitis pada Dewi Kusalya, putri Prabu Banaputra, raja negara Ayodya, ibu Ramawijaya. Kemudian menitis pada Dewi Citrawati, putri Magada dan menjadi istri Prabu Arjunasasra, raja negara Maespati, selanjutnya menitis pada diri Dewi Sinta, putri Prabu Janaka raja negara Mantili dan menjadi istri Ramawijaya. Pada jaman Mahabharata, ketika Batara Wisnu menitis pada diri Sri Kresna, raja negara Dwarawati, Dewi Sri menitis pada diri Dewi Sumbadra, adik Sri Kresna dan menjadi istri Arjuna, satria Pandawa

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn. Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Rabu, 04 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #35

Batara Srigati

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #35, Rabu Pahing tanggal 4 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA SRIGATI

BATARA SRIGATI adalah putra sulung Sanghyang Wisnu dengan Dewi Srisekar. Ia mempunyai dua orang saudara kandung masing-masing bernama Batara Srinada, yang turun ke arcapada menjadi raja pertama negara Wirata bergelar Prabu Basurata, dan Dewi Srinadi yang menjadi istri Batara Brahmanadewa/Brahmasadewa, putra Sanghyang Brahma dengan Dewi Sarasyati. Batara Srigati juga mempunyai saudara seayah lain ibu sebanyak 16 orang, putra-putri Sanghyang Wisnu dengan permaisuri Dewi Sripujayanti dan Dewi Pratiwi.

Batara Srigati turun ke arcapada dan menjadi raja di negara Medangkamulan bergelar Prabu Sri Mahapunggung. la menikah dengan Dewi Sadu dan memperoleh empat orang putra masing-masing bernama; Dewi Sri, Sadana, Wandu dan Oya. Ketika Suralaya diserang Prabu Watugunung, raja negara Gilingwesi yang ingin memperistri Dewi Sri, ibunya, dan merebutnya dari Sanghyang Wisnu; Bahara Srigati/Prabu Sri Mahapunggung datang ke Suralaya untuk membantu ayahnya. Melalui peperangan yang dahsyat, Batara Srigati dapat membinasakan Prabu Watugunung dan seluruh bala tentaranya.

Sesudah usianya lanjut dan merasa tidak mampu lagi memegang kendali pemerintahan negara, Prabu Sri Mahapunggung menyerahkan tahta kerajaan Medangkamulan kepada putra ketiga, yaitu Wandu, yang setelah naik tahta bergelar Prabu Srimahawan. Batara Srigati kembali ke Suralaya hidup sebagai Dewa.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Selasa, 03 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #34

Batara Sambo

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #34, Selasa Legi tanggal 3 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah BATARA SAMBO

BATARA SAMBO atau Sambu adalah putra sulung Sanghyang Manikmaya, raja Tribuana dengan permaisuri pertama Dewi Umayi. la mempunyai lima orang saudara kandung masing-masing bernama: Sanghyang Brahma, Sanghyang Indra, Sanghyang Bayu, Sanghyang Wisnu dan Batara Kala. Batara Sambo juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu, yaitu putra Dewi Umarakti, masing-masing bernama; Sanghyang Cakra, Sanghyang Mahadewa dan Sanghyang Asmara.

Batara Sambo bersemayam di kahyangan Swelagringging. Ia menikah dengan Dewi Hastuti, putri Sanghyang Darmastuti, cucu Sanghyang Tunggal dengan Dewi Darmani. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh empat orang putra masing-masing bernama; Batara Sambosa, Batara Sambawa, Batara Sambujana dan Batara Sambodana.

Batara Sambo memiliki sifat dan perwatakan; jujur dan terpercaya, bertanggung jawab, dan cakap. Karena itu apabila ada masalah yang harus dirundingkan atau diselesaikan, Batara Sambolah yang diminta menyelesaikannya. Ia sangat sakti, dan apabila bertiwikrama dari tubuhnya akan keluar prabawa hawa yang dapat menundukkan lawannya. Batara Sambo pernah turun ke dunia dan menjadi raja di negara Medangprawa bergelar Sri Maharaja Maldewa

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Senin, 02 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #33

Dewi Rekatawati

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #33, Senin Kliwon tanggal 2 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI REKATAWATI

DEWI REKATAWATI dikenal pula dengan nama Dewi Rakti Dewi Wirandi. Ia adalah putri Prabu Yuyut/Resi Rekatama, berwigul ketam/yuyu, raja negara Samodralaya. Oleh Sanghyang Wenang, Dewe Rekatawati dinikahkan dengan Sanghyang Tunggal putra Sanghyang Wenang dengan Dewi Sahoti.

Karena Sanghyang Tunggal berwujud "akyan" (makluk halus) maka yang lahir dari kandungannya berwujud sebutir telur, terbang melayang layang yang setelah ditangkap oleh Sanghyang Tunggal pecah berubah wuju menjadi tiga orang anak kembar. Sama-sama tampan, cakap ilan memancarkan cahaya keagungan. Oleh Sanghyang Tunggal ketiga putranya tersebut masing-masing diberi nama: Sanghyang Tejamaya/Antaga (terjad dari kulit telur), Sanghyang Ismaya (terjadi dari putih telur) dan Sanghyang Manikmaya (terjadi dari kuning telur).

Karena berwujud badan rokhani, hidup Dewi Rekatawati bersita abadi. Ia bersemayam di kahyangan Alangalangkumitir.

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Minggu, 01 Februari 2026

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #32

Dewi Ratih

Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa
Sinau Wayang Part #32, Minggu Wage tanggal 1 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan Tokoh Kadewatan, kali ini tokoh yang Rienz Kinarya hadirkan adalah DEWI RATIH

DEWI RATIH, atau Dewi Kamaratih, adalah putri Batara Soma, putra Sanghyang Pancaresi yang berarti keturunan Sanghyang Wening, adik Sanghyang Wenang. Dewi Ratih menikah dengan Batara Kamajaya, pum kesembilan Sanghyang Ismaya dengan Dewi Senggani. Ia bertempat tinggal di Kahyangan Cakrakembang.

Dewi Ratih berwajah sangat cantik, memiliki sifat dan perwatakan sangat setia dan cinta kasih, murah hati, baik budi, sabar dan sangat berbakti terhadap suami. Bersama suaminya Batara Kamajaya, suami-istri tersebut merupakan lambang kerukunan suami-istri di jagad raya. Karena kerukunannya dan cinta kasihnya satu dengan yang lain.

Dewi Ratih pernah ditugaskan oleh Sanghyang Manikmaya untuk menurunkan Wahyu Hidayat kepada Dewi Utari, putra bungsu Prabu Matswapati raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Ni Yutisnawabi Setyawati. Wahyu Hidayat diturunkan sebagai pasangan Wahyu Cakraningrat yang diturunkan Batara Kamajaya kepada Raden Abimanyu/Angkawijaya, putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra. Sebagaimana halnya para dewa lainnya, hidup Dewi Ratih put bersifat abadi, tidak mengenal kematian

SUMBER REFERENSI:
  • Judul Buku : Mengenal Tokoh-Tokoh Wayang (Jilid 1)
  • Penulis : Drs. H Solichin, dan Ki Waluyo.
  • Editor : Sumari, S.Sn.
  • Penerbit : CV. ASIH JAYA.
#sinauwayang
#lestaribudaya
#onedayonewayang

Sinau Wayang (One Day One Wayang) #48

Batara Yama Hallo Sobat Budaya. Pecinta Wayang Jawa Sinau Wayang Part #48, Selasa Kliwon tanggal 17 Februari 2026, Rienz Kinarya melanjutkan...